31 March 2016

Waspadai Candu Game Online yang Mematikan

Permainan game online di serata dunia semakin menular serta dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses internet. Anak muda kita sibuk dan habis waktunya untuk main game online. Mereka membangun komunitas, bahkan mengadakan event besar antara player, Megagame di gedung-gedung pasaraya dan merata tempat untuk dijadikan pertandingan.


Kecanduan game online sudah begitu parahnya, sampai menimbulkan banyak korban di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak gamers yang meninggal ketika main game online non stop selama berjam-jam.  Bahkan di Korea Selatan, seorang bayi (3 bulan) tewas karena tidak diberi makan oleh orang tuanya yang sibuk main game online. Pemerintah Korea selatan memberlakukan jam malam (antara tengah malam hingga pukul enam pagi) bagi remaja di bawah 15 tahun, untuk menghentikan kecanduan tersebut.. Tetapi tetap saja kafe-kafe internet tumbuh subur.  

Bagaimana Islam memandang hal ini?  Apa dampak negatif kecanduan game online, dan tips untuk mengatasinya?  

Tujuan Penciptaan Manusia

Allah Swt berfirman:  “Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.  Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).  Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itumenghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap (QS Al Anbiya: 16-18). 

Tujuan  penciptaan langit dan bumi adalah adanya kebenaran yang berfungsi untuk menghancurkan kebatilan. 

Allah Swt SWT berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS Az Zariyat: 56). 

“Barangsiapa yang mengerjakan KEBAIKAN seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan KEJAHATAN sebesar dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS Al Zalzalah: 7-8)

Ciri orang beriman: menjauhi perbuatan yang sia-sia

Muslim tidak tertipu kehidupan dunia.  Allah Swt berfirman: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. [QS. Al Ankabut: 64]

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi).  Baik berupa perkataan atau perbuatan.

Rasulullah Saw bersabda, "Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma'ruf dan nahi munkar serta berdzikir kepada Allah azza wa Jalla (HR. Turmudzi).  

Allah SWT berfirman : "Amat sangat beruntung, bahagia, sukses, orang yang khusu' dalam sholatnya, dan orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh menahan diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia" (QS Al Mu'minun 23: 1- 3). 

Waspadai rekayasa Yahudi untuk menghancurkan pemuda Islam

'Protokolat Pemuka Yahudi,' dalam protokoler nomor 13 disebutkan, "Supaya ummat manusia tetap dalam kesesatan, tidak tahu apa yang telah terjadi di belakangnya dan apa yang akan terjadi di hadapannya, tidak tahu rencana yang ditujukan terhadapnya. Kami akan memalingkan pikiran mereka dengan membuat acara-acara hiburan dan entertaiment, permainan yang mengasyikkan, berbagai macam jenis olah. raga dan permainan yang memancing syahwat dan kelezatan mereka, memperbanyak gedung-gedung yang indah dan bangunan-bangunan penuh hiasan, kemudian kami buat surat kabar dan media massa mengajak kepada lomba-lomba seni dan turnamen olah raga."

Games online merupakan bisnis raksasa internasional yang mengeksploitir generasi muda agar tenggelam dalam berbagai permainan.  Yahudi menciptakan kekuatan ghaib yang mensihir dan menghipnotis kaum muslimin untuk menjauhi agamanya dan menerima budaya global yang seragam.  Kaum muslimin disibukkan dengan berbagai perlombaan yang tidak meningkatkan ketangkasan yang dibutuhkan dalam berjihad.  Sehingga otak muslim hampa dari pikiran-pikiran sehat, kehidupan mereka kosong dari dakwah dan jihad di jalan Allah.

Allah Swt SWT berfirman: “Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?.  Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat” (QS Al Kahfi: 103-105)

Dampak negatif kecanduan game online

1. Kecanduan anak bisa membuat anak lupa tidur, makan, mandi, belajar, beribadah, pulang dan lainnya, bahkan bekerja mencari nafkah, hanya demi menamatkan satu game kesukaan. 

2. Kecanduan membuat anak tidak dapat melepaskan diri dari game apapun, sehingga harus selalu meng-up date dunia game dan memainkan game terbaru.

3. Kilatan cahaya yang dihasilkan pada game dan pola gerakan karakter-karakter dalam game bisa menimbulkan kejang-kejang.

4. Terlalu lama mata tidak berkedip di depan layar komputer maupun televisi, membuat banyak saraf mata yang tegang dan rusak, sehingga mempengaruhi jarak pandang.

5. Terlalu lama berdiam diri sambil memandang ke layar dengan cahaya yang cukup terang dan memperhatikan gambar grafis, memaksa otot-otot mata kerja keras dan otak berkonsentrasi. Jaringan saraf otak menjadi sangat tegang.  Timbullah penyakit migrain.

6. Bermain playstation atau game lainnya yang menggunakan joystick, akan membuat jempol/ibu jari kamu menjadi bengkak.

7. Game online perang atau game kekerasan lainnya, menimbulkan fantasi dan perilaku yang lebih agresif. Anak mengalami kesulitan saat harus berinteraksi dengan orang lain, cepat marah, dan emosional.

8. Menghamburkan uang, bahkan nekat mencuri agar bisa terus bermain game online di warnet. 

9. Anak sulit membedakan antara kehidupan nyata dengan dunia maya.  Lebih parah lagi, anak mempraktekkannya di dunia nyata, seperti membunuh, menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, dll.

10. Game online berbeda dengan permainan konvensional, karena tidak ada interaksi sosial langsung dengan lawan mainnya.

11. Menimbulkan kematian, karena merusak kerja organ: jantung, ginjal, pembuluh darah.

12. Merubah arah penyembahan.  Pemuda Islam dilalaikan dengan games agar meninggalkan sholat dan ibadah-ibadah lainnya. Pemuda Islam merasa berat dan bahkan asing dalam beribadah, hingga puncaknya hilanglah penyembahan kepada Allah Swt SWT.

Tips Cara Mengatasi Anak Kecanduan Game Online

1.Kegiatan Olahraga di lapangan untuk menyalurkan kelebihan energi anak.

2.Perbanyak kegiatan ekstrakurikuler sekolah, seperti: menari, menyanyi,  seni atau sepak bola.  Anak menjadi lebih bersosialisasi dan menikmati waktu bersama orang lain secara fisik.

3.Perbanyak Kegiatan Agama di masjid terdekat: kajian keIslaman, baca/tulis/hafal Alqur’an, bahasa arab, membaca Quran dan belajar sholat berjamaah.  

4. Awasi kegiatan anak, jangan sampai main game dengan sembunyi-sembunyi.

5. Anak boleh main game online setelah mencari info bermanfaat dari internet.  Sehingga anak tahu bahwa gunanya internet banyak yang lebih bermanfaat daripada game online.

5. Batasi waktu bermain game online. 

6. Buat jadwal harian. Orangtua harus bersikap tegas dan konsisten, sehingga anak disiplin menggunakan waktunya. 

7. Orangtua menyediakan waktu menjadi teman baik bagi anak. 

8. Jangan beri uang jajan lebih agar anak tidak main di warnet setelah dilarang main game online di rumah. 

9. Jangan gunakan internet berlangganan di rumah agar anak tidak bebas main game online setiap waktu. Pakai flash modem dan kartu GSM.

10. Perbanyak doa untuk kebaikan anak, agar hatinya lunak dan mudah dididik menjadi anak sholeh. 

11. Pastikan anak sholat wajib, agar ada waktu untuk ingat Allah Swt dan meninggalkan segala hal yang melenakannya di dunia.

12. Seleksi teman si anak.  Rasulullah Saw bersabda:“Seseorang itu di atas din temannya, oleh karena itu perhatikanlah oleh kalian dengan siapa dia bergaul” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).  

Allah Swt SWT berfirman: “Dan tinggalkanlah orang-orang menjadikan agama mereka sebagai main-main & senda gurau, & mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia” (QS Al An’am:70).

[Ummu Hafizh]

28 February 2016

8 Perbezaan Ketara Fahaman Syiah Berbanding Ahli Sunnah

Pelbagai macam perbezaan ketara yang dapat kita lihat diantara dua fahaman ini. Anda pernah tahu sebelum ini?

Seperti sedia maklum, kepercayaan puak Syiah sangat bertentangan jika dibandingkan dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah



Daripada khalifah yang layak memerintah selepas kewafatan Rasulullah, sehinggalah ke intipati azan, kedua-dua puak mempunyai pegangan yang amat berlainan. Jom kita baca dan fahami 8 perbezaan ketara diantara Ahli Sunnah Wal Jamaah dan Syiah di bawah:

1. Khalifah selepas Rasulullah


Image

Ahli Sunnah Wal Jamaah: Abu Bakar adalah orang yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah, diikuti dengan Umar bin Al Khatthab , lalu Usman bin 'Affan , kemudian Ali bin Abi Talib. Ahli Sunnah meyakini bahawa Abu bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah dan merupakan khalifah pertama yang sah setelah wafatnya baginda Rasulullah.



Syiah: Mereka meyakini bahawa orang terbaik selepas Rasulullah adalah Ali bin Abi Talib, dan mendakwa Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab sebagai dua berhala Quraisy yang terlaknat. Syiah percaya Ali merupakan orang yang paling berhak menjadi khalifah, dan memposisikan Abu Bakar sebagai perampas kekhalifahan dari Ali.

Mereka turut menggelar Abu Bakar dan Umar dengan gelaran al-Jibt (tukang sihir) dan at-Toghut (syaitan) kerana telah dilantik sebagai khalifah sebelum Ali.

Bukan itu sahaja perkataan al-Jibt dan at-Toghut terhadap Abu Bakar dan Umar juga digunakan oleh golongan Syiah dalam doa-doa mereka yang dinamakan 'Doa dua berhala Quraisy'.

Doa tersebut seperti berikut;

"Ya Allah, sejahterakanlah atas Muhammad dan kaum keluarga baginda dan laknatkanlah ke atas kedua-dua berhala Quraisy, kedua-dua ahli sihir, kedua-dua syaitan dan kedua-dua anak perempuan mereka (ummul mukminin Aisyah dan Hafsah).

2. Surah Al-Wilayah dalam Al-Quran



Ahli Sunnah Wal Jamaah: Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah kitab yang terakhir daripada Allah kepada manusia tanpa sebarang penyelewengan atau berlaku penukaran sama ada pada masa lalu atau masa akan datang sehinggalah berlakunya hari Kiamat.

Pemeliharaan kitab suci al-Quran itu juga dijamin oleh Allah sebagaimana firman-Nya dalam ayat ke-9 Surah al-Hijr:

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami yang memeliharanya."



Syiah: Antara penyelewengan yang dikemukakan ialah wujudnya 'surah Al-Wilayah' dalam Al-Quran. Surah itu menyebut tentang kewalian Saidina Ali bin Abu Talib sebagai imam selepas Rasulullah SAW.

3. Rukun Islam




Ahli Sunnah Wal Jamaah:
1. Mengucap dua kalimah Syahadah
2. Solat 5 waktu
3. Puasa pada bulan Ramadhan
4. Membayar Zakat
5. Haji




Syiah:
1. Solat 3 waktu
2. Puasa pada bulan Ramadhan
3. Membayar Zakat
4. Haji
5. Surah Al-Wilayah

4. Rukun Iman



Ahli Sunnah Wal Jamaah:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab suci
4. Iman kepada para Rasul
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qadha qadar.


Syiah:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. kiamat

5. Intipati Azan


Ahli Sunnah Wal Jamaah :
(Allahu Akbar Allahu Akbar) 2 kali
(Asyhadu Allā ilāha ILLALLAH) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah) 2 kali
(Hayya 'alash solah) 2 kali
(Hayya' alal Falah) 2 kali
(Allahu Akbar) 2 kali
(lā ilāha ILLALLAH) 1 kali


Syiah:
(Allahu Akbar Allahu Akbar) 2 kali
(Asyhadu Allā ilāha ILLALLAH) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah) 2 kali
(Asyhadu anna 'Aliyyan waliyullōh) 1 kali
(Asyhadu anna 'Aliyyan Amir al-Mu'minina Hujjatullah) 1 kali
(Hayya ' alash solah) 2 kali
(Hayya' alal Falah) 2 kali
(Hayya ' alā khoiril 'amal) 2 kali
(Allahu Akbar) 2 kali
(Lā ilāha ILLALLAH) 1 kali


6. Hadith




Ahli Sunnah Wal Jamaah: Hadis adalah sumber kedua dalam syariat Islam selepas al-Quran. Fungsi hadis adalah untuk mentafsirkan ayar-ayat al-Quran.

Kesahihan hadis ditentukan dengan mengkaji kebenaran riwayat sanad hadis tanpa membezakan antara perawi lelaki mahupun perempuan. Tiap-tiap perawi hadis diketahui sejarah hidupnya.

Hadis yang diriwayatkan oleh seorang pendusta tidak diterima dan begitu juga orang yang tidak diketahui sejarah kehidupannya.

Hadis juga tidak diterima semata-mata atas dasar hubungan keluarga . Ini semua bertujuan untuk memelihara kedudukan, kemuliaan serta kesahihan hadis.






Syiah: Tidak berpegang kepada hadis melainkan hadis-hadis diriwayatkan oleh kaum keluarga Rasulullah dan sebahagian hadis-hadis yang diriwayatkan oleh penyokong-penyokong Ali dalam medan politik.

Mereka menolak hadis-hadis yang diriwayatkan terutama riwayat daripada Ahli Sunnah. Mereka tidak mementingkan riwayat (sanad) yang sahih.

Oleh itu dalam hadis-hadis mereka terdapat banyak dinukilkan seperti ayat ini:"Diriwayatkan dari Muhammad bin Ismail daripada beberapa sahabat kami dari seorang lelaki dari Rasulullah sesungguhnya berkata...'"

Kitab-kitab hadis mereka penuh dengan berpuluh-puluh ribu hadis yang tidak ditetapkan kesahihannya.


7. Para Sahabat Rasulullah SAW





Ahli Sunnah Wal Jamaah: Ahli sunnah bersepakat bahawa wajib menghormati dan meredai atas semua sahabat. Kesemua mereka adalah benar dan lurus.

Hakikatnya, para sahabat merupakan golongan terpuji selain sentiasa dipuji oleh Allah berkali-kali. Oleh itu tidak dibenarkan sama sekali sesiapa pun melakukan tohmah ke atas golongan para sahabat.

Syiah: Berpendapat bahawa para sahabat telah kafir selepas kewafatan Rasulullah kecuali Ali, Fatimah binti Muhammad, Hassan ibn Ali, Hussein ibn Ali, Al-Miqdad ibn al-Aswad, Abu Zar al-Ghifari dan Salman al-Farisi.

Selain itu mereka meletakkan Ali pada kedudukan terlampau istimewa. Maka mereka menghukum orang muslim iaitu sesiapa yang memilih khalifah-khalifah sebelum Ali maka mereka adalah zalim atau kafir.


8. Aqidah



Ahli Sunnah Wal Jamaah: Beriman bahawa sesungguhnya Allah yang maha Esa, yang maha Berkuasa, tiada sekutu bagi-Nya, tiada bandingan bagi-Nya serta tiada perantaraan antara Allah dan seluruh hamba-Nya.

Allah telah mengutuskan nabi-nabi-Nya dan memikulkan ke atas mereka tanggungjawab menyampaikan perutusan (risalah) kepada hamba-hamba-Nya. Wajib beriman dengan perkara-perkara ghaib. Sesungguhnya segala doa, nazar, penyembelihan dan permohonan hajat wajib ditujukan kepada Allah semata-mata.



Syiah: Mereka beriman kepada Allah dan Keesaan-Nya tetapi mereka percaya bahawa imam-imam mereka adalah maksum dan imam-imam itu mengetahui perkara-perkara ghaib serta mempunyai peranan dalam pentadbiran alam ini.

Mereka beribadah selain daripada Allah dengan berkata 'Wahai Ali, wahai Hussain, wahai Zainab'. Mereka bernazar dan menyembelih binatang kepada yang lain selain daripada Allah. Mereka juga meminta hajat daripada orang yang telah mati.

"Tidak pernah aku melihat golongan menurut hawa nafsu yang lebih penipu daripada golongan Syiah,'' kata Imam as-Shafie.



Imam Malik pula ketika ditanya mengenai Syiah, beliau berkata;

"Jangan kamu bercakap dengan mereka dan jangan kamu riwayatkan (hadis) daripada mereka kerana sesungguhnya mereka adalah penipu."

Malah dalam satu majlis ketika Imam Malik ditanya mengenai tindakan Syiah memaki sahabat-sahabat Rasulullah, beliau telah membaca ayat ke 29 Surah al-Fath:





"Nabi Muhammad ialah Rasulullah dan orang bersamanya bersifat keras dan tegas terhadap orang kafir (memusuhi Islam)."

Imam Malik kemudian berkata; "Sesiapa yang merasa marah apabila membicarakan mereka (iaitu golongan Syiah) maka dia telah benar-benar mengamalkan ayat tersebut."

Berdasarkan petikan di atas jelas kedua-dua imam besar mazhab itu mengecam dan menempelak fahaman Syiah.

Mungkin ada beberapa perkara lagi yang kami tertinggal dan tidak senaraikan? Kongsikan dengan kami di ruangan komen.



Sumber rujukan detikislam.blogspot.com dan Utusan.

BEZA SEMBAHYANG SYIAH & AHLI SUNNAH

Kini Malaysia sedang dilanda sindrom " syiah "rata-rata isu ini dimainkan khusus untuk memberi penerangan dan pengetahuan khusus kaitan dengan apa keburukan Syiah di bandingkan dengan Ahli Sunnah. Kekeliruan banyak timbul, dan mungkin ianya boleh mempengaruhi daya fikir generasi muda masa kini.
GM cuba mendapatkan beberapa artikal dari rakan-rakan blogger kaitan dengan isu ini. Insyaaalah dengan maklumat in dapat memberikan sedikit sebanyak jalan penyelesaian tersebut. Di paparkan bagaimana kalangan Syiah menyempurnakan solat.
Lihat, perhati dan fikir-fikirkan

Cara Orang Syiah Solat

Syiah mengamalkan ajaran yang lari dari ajaran Ahli Sunnah dan jauh dari wahyu, golongan ini mereka-reka hukum dan mengadakan perkara bid’ah yang sesat dan menyesatkan, moga-moga kita dijauhi daripada golongan Syiah ini yang merosakkan akhidah umat Islam.

Sejak berlakunya revolusi Syria barulah kita mengetahui tentang niat mereka sebenarnya, mereka cukup membenci kaum Ahli Sunnah sehingga mereka menghalalkan darah ahli sunnah. Dan kita sebagai Umat Islam janganlah membenarkan mereka ( Syiah ) daripada berpijak di bumi tercinta ini.

Di bawah ini antara gambar-gambar cara ibadah orang Syiah yang bercanggah dengan Islam:





Imam sembahyang mereka, sembahyang di depan tapi berada dalam
satu lubang separas lutut (tempat yang lebih rendah dari makmum).




Pengikut Syiah tidak meyakini kesahihan solat Jumaat (tidak solat Jumaat) kecuali bersama Imam yang ma’sum atau wakilnya sahaja.

Banyak pihak mengatakan bahwa orang Syiah melakukan solat sama seperti orang-orang Islam namun hanya untuk sekadar taqiyyah (berpura-pura). Taqiyyah merupakan konsep atau ciri penting yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Syiah. Taqiyyah pada hakikatnya adalah “berdusta dan berbohong”. Pentingnya taqiyyah disisi Syiah banyak terdapat di dalam kitab-kitab utama mereka.



Mereka sujud di atas seketul batu yang bulat leper atau empat segi. Ertinya dahi dan hidung tidak kena lantai. Batu itu disediakan dalam masjid atau mereka bawa sendiri ke mana mereka pergi. Batu yang paling suci pada mereka ialah diambil di Karbala kemudian Masyad dan di Qom. Kalau tidak dapat juga boleh juga gunakan batu-batu di tempat lain.







Inilah contoh ajaran Syiah yang menyimpang jauh dari ajaran Islam yang sebenar. Mereka bersembang waktu tengah solat. inilah Ulamak Syiah yang diagung-agungkan mereka solat sambil berborak.




Syiah soalat bukan dengan tatacara solat yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri solatnya dengan mengucapkan salam yang dikenali kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.



Para pengikut Syiah sedang Solat/Sujud di ruang sama (di masjid mereka). Mereka menghadap ke arah mana ketika bersujud?, kenapa tidak kearah kiblat sepertimana yang diperintahkan dalam Al-Quran.




Wanita syiah sedang bersujud di perkuburan syiah (Sujud di kubur ulamak mereka), sangat bercanggah dengan ajaran Islam, jauhilah diri kita dari golongan yang sesat ini.






Solat/Sujud menghadap ke kubur dan I’tikaf (duduk di masjid) bersalahan arah kiblat menghadap ke kubur, kenapa tidak kearah kiblat sepertimana yang diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. siapa yang mereka sembah?


Kubur Khumaeni ditawaf tiap-tiap hari dan diberkati dengan bermacam-macam amalan taghut, ini adalah satu ibadah mereka jauh tersimpang dari ajaran Islam yang sebenar, ini mengambarkan kesesatan Syiah yang nyata.


Puak-Puak Syiah membina Kaabah sendiri di bandar Najaf, mereka
akan tawaf sebagaimana tawaf di Batullah Makkah. sesat dan amat menyesatkan.

Akhir zaman Yahudi akan jadi kawan baik mereka (Syiah)



Pemimpin negara Syiah berpelukkan dan beramah mesra dengan pemimpin Yahudi menunjukkan hubungan baik diantara mereka, Syiah adalah sekutu Israel untuk menjatuhkan Islam.



Pemimpin negara Syiah membuat perjumpaan dengan pemimpin Yahudi. apakah tujuan sebenar mereka?. Syiah bagaikan musuh dalam selimut umat Islam. Mereka mengaku Islam tetapi diam-diam menusuk dari belakang.


Ahmad Niejad, pemimpin negara Syiah, menunjukkan pasportnya yang terlis namanya sebagai nama Yahudi nama dalam Yahudi ialah ” SABURJIAN ” sebagaima yang tercatat dalam akhbar Britain ” Daily Teleghraph ”.



Dan yang terakhir, paling teruk sekali ialah perangai ulamak Syiah. Depan nampak anti kuffar, belakang cium tangan perempuan mereka. Itulah kepura-puraan (Taqiyyah) puak Syiah yang perlu kita tahu.

Tersangatlah sesat gologan ni ! Tolong umat Islam jangan keliru ! berpegang lah pada Al-Quran dan Hadis.

Jom sebarkan! jangan biarkan Syiah menyesatkan umat Islam dan meratah daging umat Islam. Sebarluaskan risalah ini jika anda prihatin terhadap ancaman yang melanda akidah umat Islam.


Wallahu’alam….

22 February 2016

Gambaran Bidadari-Bidadari Surga Menurut Al-Quranul Karim dan Hadits Rasulullah SAW


Bidadari syurga, makhluk yang telah sangat indah yang telah Allah ciptakan untuk hamba-hambaNya yang soleh, yang berbuat kebaikan, yang layak untuk memasuki syurga. Diceritakan bahawa bidadari-bidadari syurga ini terlalu rindukan suaminya di dunia dan teringin melihat suaminya di dunia, namun tidak diberi izin oleh malaikat penjaga syurga. Suatu hari mereka meminta izin dari Allah untuk menjenguk ke bumi bagi melihat suami mereka dan telah diizinkan. Bidadari-bidadari ini dapat mengenal siapa suami mereka kerana di dada mereka telah tertulis nama suami yang mereka rindui.
Apabila melihat ke bumi, mereka terlihatlah bidadari-bidadari akan isteri bagi suami mereka di dunia tidak taat serta berbuat derhaka kepada suami, lalu bidadari syurga itu berkata, “Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah memerangimu, sesungguhnya dia hanyalah tamu di sisimu, sebentar lagi dia akan datang kepada kami dan meninggalkanmu.” Di dalam Al-Quran dan hadith banyak sekali dijelaskan ataupun digambarkan tentang susuk bidadari yang bertempat di syurga dan bersedia melayani para ahli Jannah.
AL-QURAN
Mahukah supaya aku khabarkan kepada kamu akan yang lebih baik daripada semuanya itu? Iaitu bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan mereka beberapa syurga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Disediakan juga pasangan-pasangan/isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh pula) keredaan dari Allah. (Al-Imran:15)
Al-Qur’an yang mulia sering menyebutkan kenikmatan-kenikmatan yang dijanjikan Allah l kepada orang-orang yang beriman yang akan diperoleh kelak di surga, karena memang surga adalah tempat bersenang-senang dalam keridhaan ar-Rahman. Berbeda halnya dengan dunia sebagai darul ibtila’ wal imtihan, negeri tempat ujian dan cobaan.
Di dalam surga, penghuninya akan beroleh apa saja yang mereka inginkan. Allah l kabarkan dalam kalam-Nya yang agung:
“Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diidamkan oleh jiwa dan sedap (dipandang) mata.” (az-Zukhruf: 71)
Al-‘Allamah Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di t menafsirkan ayat di atas dengan ucapannya, “Kalimat (dalam ayat) ini merupakan lafadz yang jami’ (mengumpulkan semuanya). Ia mencakup seluruh kenikmatan dan kegembiraan, penenteram mata, dan penyenang jiwa. Jadi, seluruh yang diinginkan jiwa, baik makanan, minuman, pakaian, maupun pergaulan dengan pasangan hidup, demikian pula hal-hal yang menyenangkan pandangan mata berupa pemandangan yang bagus, pepohonan yang indah, hewan-hewan ternak, dan bangunan-bangunan yang dihiasi, semuanya bisa didapatkan di dalam surga. Semuanya telah tersedia bagi penghuninya dengan cara yang paling sempurna dan paling utama.” (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 769)
Di antara kenikmatan surga adalah beroleh pasangan/istri berupa bidadari surga yang jelita. Al-Qur’anul Karim menggambarkan sifat dan kemolekan mereka dalam banyak ayat, di antaranya:
1. Surat an-Naba ayat 31—33
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan beroleh kesenangan, (yaitu) kebun-kebun, buah anggur, dan kawa’ib atraba (gadis-gadis perawan yang sebaya).” (an-Naba’: 31—33)
Ibnu Abbas, Mujahid, dan selainnya menafsirkan bahwa kawa’ib adalah nawahid, yakni buah dada bidadari-bidadari tersebut tegak, tidak terkulai jatuh, karena mereka adalah gadis-gadis perawan yang atrab, yaitu sama umurnya/sebaya. (Tafsir Ibni Katsir, 7/241)
2. Surat al-Waqi’ah ayat 35—37
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita surga) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (al-Waqi’ah: 35—37)
Wanita penduduk surga diciptakan Allah l dengan penciptaan yang tidak sama dengan keadaannya ketika di dunia. Mereka diciptakan dengan bentuk dan sifat yang paling sempurna yang tidak dapat binasa. Mereka semuanya, baik bidadari surga maupun wanita penduduk dunia yang menghuni surga, dijadikan Allah l sebagai gadis-gadis yang perawan selamanya dalam seluruh keadaan. Mereka senantiasa mengundang kecintaan suami mereka dengan tutur kata yang baik, bentuk dan penampilan yang indah, kecantikan paras, serta rasa cintanya kepada suami.
Apabila wanita surga ini berbicara, orang yang mendengarnya ingin andai ucapannya tidak pernah berhenti, khususnya ketika wanita surga berdendang dengan suara mereka yang lembut dan merdu menawan hati. Apabila suaminya melihat adab, sifat, dan kemanjaannya, penuhlah hati si suami dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Apabila si wanita surga berpindah dari satu tempat ke tempat lain, penuhlah tempat tersebut dengan wangi yang semerbak dan cahaya. Saat “berhubungan” dengan suaminya, ia melakukan yang terbaik.
Usia mereka, para wanita surga ini, sebaya, 33 tahun, sebagai usia puncak/matang dan akhir usia anak muda.
Allah l menciptakan mereka sebagai perempuan yang selalu gadis lagi sebaya, selalu sepakat satu dengan yang lain, tidak pernah berselisih, saling dekat, ridha dan diridhai, tidak pernah bersedih, tidak pula membuat sedih yang lain. Bahkan, mereka adalah jiwa-jiwa yang bahagia, menyejukkan mata, dan mencemerlangkan pandangan. (Lihat keterangan al-Allamah as-Sa’di t dalam Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 834)
3. Surat ar-Rahman ayat 55—58
“Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Di ranjang-ranjang itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin1. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (ar-Rahman: 55—58)
Mereka menundukkan pandangan dari melihat selain suami-suami mereka sehingga mereka tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada suami-suami mereka. Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas c dan lainnya.
Diriwayatkan bahwa salah seorang dari mereka berkata kepada suaminya, “Demi Allah! Aku tidak pernah melihat di dalam surga ini sesuatu yang lebih bagus daripada dirimu. Tidak ada di dalam surga ini sesuatu yang lebih kucintai daripada dirimu. Segala puji bagi Allah yang Dia menjadikanmu untukku dan menjadikanku untukmu.” (Tafsir Ibni Katsir, 7/385)
Bidadari yang menjadi pasangan hamba yang beriman tersebut adalah gadis perawan yang tidak pernah digauli oleh seorang pun sebelum suami-suami mereka dari kalangan manusia dan jin. Mereka diibaratkan permata yakut yang bersih bening dan marjan yang putih karena bidadari surga memang berkulit putih yang bagus lagi bersih. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 385)
4. Surat ar-Rahman ayat 70
“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik (akhlaknya) lagi cantik-cantik parasnya.” (ar-Rahman: 70)
Terkumpullah kecantikan lahir dan batin pada bidadari atau wanita surga itu. (Taisir al-Karimir Rahman hlm. 832)
5. Surat ar-Rahman ayat 72
“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dan dipingit di dalam rumah.” (ar-Rahman: 72)
Rumah mereka dari mutiara. Mereka menyiapkan diri untuk suami mereka. Namun, bisa jadi mereka pun keluar berjalan-jalan di kebun-kebun dan taman-taman surga, sebagaimana hal ini biasa dilakukan oleh para putri raja dan yang semisalnya. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 832)
6. Surat ad-Dukhan ayat 51—54
“Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari.” (ad-Dukhan: 51—54)
Wanita yang berparas jelita dengan kecantikan yang luar biasa sempurna, dengan mata-mata mereka yang jeli, lebar, dan berbinar. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 775)
7. Surat ash-Shaffat ayat 48—49
“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya (qashiratuth tharf) dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur burung unta yang tersimpan dengan baik.” (ash-Shaffat: 48—49)
Qashiratuth tharf adalah afifat, yakni wanita-wanita yang menjaga kehormatan diri. Mereka tidak memandang lelaki selain suami mereka. Demikian kata Ibnu Abbas, Mujahid, Zaid bin Aslam, Qatadah, as-Suddi, dan selainnya.
Mata mereka bagus, indah, lebar, dan berbinar-binar. Tubuh mereka bersih dan indah dengan kulit yang bagus. Ibnu Abbas c berkata, “Mereka ibarat mutiara yang tersimpan.”
Al-Imam al-Hasan al-Bashri t mengatakan, “Mereka terjaga, tidak pernah disentuh oleh tangan.” (Tafsir Ibni Katsir, 7/11)
Ini menunjukkan ketampanan lelaki dan kecantikan wanita di surga. Sebagiannya mencintai yang lain dengan cinta yang membuatnya tidak memiliki hasrat kepada yang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka seluruhnya menjaga kehormatan diri, tidak ada hasad di dalam surga, tidak ada saling benci dan permusuhan, karena tidak adanya sebab yang bisa memicu ke sana. (Taisir al-Karimir ar-Rahman, hlm. 703)
Demikianlah keadaannya; dan Kami jadikan kawan teman mereka bidadari-bidadari yang putih melepak, lagi luas cantik matanya. (Ad-Dukhan:54)
Dan (mereka dilayani) bidadari-bidadari yang cantik parasnya. (Al-Waqi’ah:22)
Sesungguhnya Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa, serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh). (Al-Waqi’ah:35-36)
Dan di sisi mereka pula bidadari-bidadari yang pandangannya tertumpu (kepada mereka semata-mata), lagi yang sebaya umurnya. (Sad:52)
Di dalam Syurga-syurga itu terdapat bidadari-bidadari yang pandangannya tertumpu (kepada mereka semata-mata), yang tidak pernah disentuh sebelum mereka oleh manusia dan jin; maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? Bidadari-bidadari itu (cantik berseri) seperti permata delima dan marjan. (Ar-Rahman:56-58)
Sedang di sisi mereka ada pula bidadari-bidadari yang tidak menumpukan pandangannya melainkan kepada mereka, lagi yang amat indah luas matanya. (As-Saffat:48)
Dalam kedua-dua Syurga itu juga terdapat (bidadari-bidadari) yang baik akhlaknya, lagi cantik parasnya. (Ar-Rahman:70)
Ia itu bidadari-bidadari, yang hanya tinggal tetap di tempat tinggal masing-masing; maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? (Bidadari-bidadari itu) tidak pernah disentuh sebelum mereka oleh manusia dan tidak juga oleh jin. (Ar-Rahman:72-74)
HADITH
Rasulullah s.a.w bersabda: “Jika salah seorang bidadari menampakkan wajahnya, nescaya akan menerangi antara langit dan bumi.” (H.R. Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hambaKu yang soleh sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh fikiran.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: “Jibril mengatakan kepadaku bahawa ketika orang mukmin masuk syurga, akan disambut oleh bidadari dengan pelukan hangat dan erat. Dengan jari dan telapak tangan manakah akan dibandingkan kelembutan dan keindahannya, kalau lambaiannya akan memadamkan sinar matahari dan bulan?” (H.R. Thabrani)
Rasulullah s.a.w bersabda: “Sekiranya salah seorang bidadari syurga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh penutup kepala salah seorang wanita syurga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: “Jika sehelai saja dari rambut bidadari jatuh ke bumi, nescaya wanginya akan meliputi seluruh timur dan barat.” (H.R. Ath-Thabrani)
Ibnul Qayyim memberikan penjelasannya mengenai hal ini: “Mengenai rambut bidadari ada dua sifat kontradiktif yang membuat kecantikannya semakin nyata dan memikat. Pekatnya hitam rambut terpadu dengan putihnya wajah dan mata yang bersinar cemerlang. Sungguh kontras sekali, namun disitulah letak kecantikannya.” (Kitab Hadzil Arwah:316)
Rasulullah s.a.w bersabda: “Rombongan yang pertama masuk syurga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua isteri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam syurga nanti tidak ada orang bujang.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: “Penghuni syurga boleh mencermin melihat wajahnya di pipi bidadari yang mulus itu.” (H.R. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)
Dari Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda: “Seandainya bidadari meludah pada tujuh lautan, nescaya air laut akan tawar kerana keindahan dan kemanisan mulutnya, kerana bidadari terbuat dari za’faran.”
Dalam sebuah riwayat oleh Hafidz Abu Bakar Al-Ajri, dari Imran bin Hasyim dan Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda: “Mahligai-mahligai (istana) di syurga itu tercipta dari Lu’lu, dan pada tiap-tiap mahligai itu ada tujuh puluh kampung dari Yaqut yang merah dan pada tiap-tiap kampung ada tujuh puluh rumah daripada Zamrud yang hijau; dan tiap-tiap rumah ada tujuh puluh tempat tidur; dan tiap-tiap tempat tidur ada tujuh orang perempuan dari bidadari.”
Rasulullah s.a.w bersabda: “Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: “Seorang mukmin di syurga diberi kekuatan untuk menjimak isterinya sekian dan sekian.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ia begitu kuat?” Baginda s.a.w bersabda, “Ia akan diberi kekuatan seratus orang laki-laki.” (H.R. Tirmidzi)
Dari Ummu Salamah r.a, ia berkata: Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Baginda s.a.w menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Kerana apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Baginda s.a.w menjawab, “Kerana solat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah-lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami redha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.” (H.R. Ath-Thabrani)
Riwayat Ibnu Abbas r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya di dalam syurga itu terdapat bidadari-bidadari. Dikatakan kepadanya, namanya ‘Aina’, ia diciptakan dari empat unsur, iaitu misik, kafur, anbar dan za’faran. Semua bidadari-bidadari itu sangat merindukan suami-suami mereka. Andai sekali saja bidadari-bidadari itu meludah di dunia maka tawarlah lautan tersebut lantaran ludahnya. Tertulis pada tengkuknya, ‘Barangsiapa yang suka akan dirinya seperti aku, maka beramal dengan ketaatan kepada Tuhannya’.”
Riwayat Ibnu Mas’ud r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya ketika Allah menciptakan syurga ‘Adn, Dia memanggil malaikat Jibril, berangkatlah engkau ke syurga ‘Adn dan lihatlah apa yang telah aku ciptakan untuk hamba-hambaKu dan wali-waliKu. Maka berangkatlah Jibril ke syurga ‘Adn dan mengelilingi syurga tersebut. Maka salah seorang bidadari dari penghuni istana-istana syurga yang masih perawan dan matanya bersinar-sinar memuliakannya, lalu bidadari itu tersenyum pada malaikat Jibril, maka menjadi teranglah syurga ‘Adn kerana gigi-giginya. Lalu malaikat Jibril bersujud, ia menyangka cahaya itu berasal dari Nur Tuhan Yang Maha Mulia. Maka bidadari itu memanggil malaikat Jibril, “Wahai makhluk yang dipercayai Allah s.w.t, tahukah engkau untuk siapa aku diciptakan?” ucap bidadari jelita itu. “Tidak,” jawab malaikat Jibril. “Sesungguhnya aku ini diciptakan oleh Allah s.w.t untuk orang yang memilih redha Allah s.w.t daripada menuruti hawa nafsunya,” ungkap bidadari itu.”
Di dalam kitab Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan-Nar karya Imam Abdirrahim bin Ahmad Al-Qadhiy disebutkan: Rasulullah s.a.w bersabda, “Allah s.w.t menciptakan wajah bidadari dari empat warna, iaitu putih, hijau, kuning, dan merah. ALLAH menciptakan tubuhnya dari minyak za’faran, misik, anbar dan kafur. Rambutnya dari sutera yang halus. Mulai dari jari-jari kakinya sampai ke lututnya dari za’faran dan wangian. Dari lutut sampai payudara dari misik. Dari payudara sampai lehernya dari Anbar dan dari leher sampai kepalanya terbuat dari kafur. Seandainya bidadari itu meludah sekali di dunia, maka jadilah semua air di dunia Kasturi. Di dadanya tertulis nama suaminya dan nama-nama Allah s.w.t. Pada setiap tangan dari kedua tangannya terdapat sepuluh gelang dari emas, sedangkan pada jari-jarinya terdapat sepuluh cincin, dan pada kedua kakinya terdapat sepuluh binggal (gelang kaki) dari Jauhar dan permata.”
Ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di syurga. Walau bagaimanapun gambaran itu, manusia tidak akan boleh membayangkan sesuai dengan rupa aslinya, kerana sesuatu yang berada di syurga adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat di dunia ini.

08 February 2016

Nabi Isa Tak Pernah Disalib, Tertulis Di Injil Berusia 1500 Tahun Ini

24 January 2016

Sejarah Berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadinigrat

Penembahan Senopati yang waktu mudanya bernama Sutowijoyo memerintah di Mataram dari tahun 1585 sampai dengan tahun 1601. Pada tahun 1601 Raden Mas Jolang yang bergelar Susuhunan Hadi prabu Hanyakrawati menggantikan sebagai raja Mataram sampai dengan tahun 1913. setelah Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati meninggal beliau digantikan oleh Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, yang memerintah mulai tahun 1613 sampai tahun 1945. Pada saat pemerintahan Sultan Agung, keraton Mataram berada dalam puncak kejayaan. Karena banyak raja-raja yang ditaklukkan, yaitu raja-raja pesisir Utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimantan Barat, Madura, Surabaya dan Cirebon.

Sultan Agung merupakan figur raja yang taat kepada agama Uslam dan tidak senang pada Belanda yang berada di tanah Jawa. Sultan Agung mempunyai cita-cita untuk menguasai seluruh pulau Jawa. Namun cita-cita Sultan Agung untuk menguasai seluruh pulau Jawa gagal. Karena pada waktu itu terdapat tiga kekuatan politik yaitu Mataram, Banten dan VOC di Batavia.


Rasa tidak senang dari Sultan Agung pada Belanda tersebut dapat kita lihat pada usaha Sultan Agung yang dua kali menyerang VOC di Batavia, sebagai pusat pemerintahan Belanda di Jawa. Tetapi usaha tersebut gagal karena terjangkitnya wabah penyakit dan kurangnya bahan pangan karena lumbung padi dibakar oleh Belanda. Sebagai rasa hormat dari pemerintah Indonesia yang sekarang telah merdeka maka Sultan Agung mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang berusaha mengusir penjajah dari bumi Indonesia.


Pada saat pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, beliau banyak menjalin hubungan yang bersifat ekonomis dan politik dengan daerah-daerah lain. Bukti kerjasama tersebut dalam bidang ekonomi adalah Palembang dan Jambi menggantungkan kebutuhan berasnya dari Mataram. Karena rakyat di Palembang dan Jambi lebih suka menanam lada daripada padi. Juga pada tahun 1641 Mataram menjalin hubungan dengan bangsa Portugis di Malaka, Mataram mengirim beras ke Portugis di Malaka sedang bangsa Portugis di Malaka menyediakan keperluan sandang dan keperluan-keperluan perang Mataram. Sedangkan bukti kerjasama dalam bidang politik yaitu memberikan perlindungan kepada Palembang dan Jambi agar terhindar dari Expansi Aceh dan Banten. Yang kemudian perlindungan itu berakhir pada tahun 1642, pada saat armada Mataram dihancurkan oleh armada VOC di dekat Palembang. Bahkan sultan Agung Hanyakrakususma juga menjalin hubungan dengan pusat agama Islam di Mekkah, berkat hubungan tersebut beliau memperoleh gelar Sultan (Soewarso, 1985 :45).


Di zaman ini juga kebudayaan mengalami perkembangan yang pesat. Hasil kebudayaan Mataram menunjukkan adanya perpaduan antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Hindu dan Budha pada saat itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dan kuat terhadap kebudayaan asli Jawa.


Pada tahun 1645 Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma meninggal kemudian beliau digantikan oleh Susuhunan Amangkurat I atau Amangkurat Agung yang memerintahkan mulai tahun 1645. berbeda dengan Ayahnya Susuhunan Amangkurat I bukan sebagai seorang raja yang bijaksana dan berwibawa, tetapi seorang raja yang bertangan besi dan bersahabat dengan VOC/Belanda, sehingga banyak ulama dan para bangsawan yang tidak senang kepada Amangkurat I. Sikap Amangkurat dalam menjalankan pemerintahan dengan tangan besi dan berusaha menggenggam seluruh kekuasaan tersebut terbukti pada masa itu para ulama dan sebagian rakyat dikejar-kejar, bahkan ribuan yang dihukum mati, karena mereka menentang politik Amangkurat I yang menjalin kerjasama dengan VOC. Para ulama yang berpengaruh besar terhadap rakyat, dianggap menyaingi kedudukan dan kekuasaannya.


Cara Kejam Amangkurat I untuk mematahkan kekuasaan para ulama yang selalu menentang Belanda ternyata tidak berhasil. Para ulama terus menyusun kekuasaan, dibawah Sunan Giri, para ulama akhirnya bangkit sentak untuk mematahkan kekuasaan Amangkurat I. Sikap Amangkurat I terhadap raja-raja taklukan sangat kerja. Mereka yang dianggap membahayakan Mataram, selalu dipecat dan digantikan dengan bangsawan Mataram yang telah jelas-jelas taat dan setia kepadaanya. Bahkan raja raklukan tersebut banyak yang dibunuh. Oleh sebab itu lambat laun timbul rasa tidak puas terhadap pemerintahan Amangkurat I. Para bangsawan Mataram yang tidak puas terhadap pemerintahan Amangkurat I tersebut justru dipimpin oleh Adipati Anom (Putra Mahkota) yang bersekutu dengan Trunojoyo. Akhirnya terjadi pemberontakan terhadap Mataram yang dipimpin oleh Trunojoyo yang bersekutu dengan Adipati Anom dan para bangsawan Mataram serta para ulama.


Mataram dapat direbut oleh Trunojoyo, sedang Amangkurat I beserta pengikutnya meninggalkan Mataram hendak minta bantuan kepada VOC di Batavia. Amangkurat I menunjuk Adipati Anom untuk menyerang Trunojoyo, tetapi Adipati Anom tidak bersedia, karena dia bersekutu dengan Trunojoyo. Dengan berbekal tumbal Kyai Pleret milik Amangkurat I. serangan Pangeran Puger terhadap Trunojoyo berhasil melumpuhkan kekuatan pasukan Trunojoyo. Perjalnan Amangkurat I ke Batavia sampai di Tegal Arum. Di tempat tersebut Amangkurat I meninggal. Setelah Amangkurat I meninggal, Adipati Anom menjadi bingung karena tumbak Kyai Pleret yang menjadi simbol kerajaan Mataram berada di tangan Pangeran Puger.


Adipati Anom tidak meneruskan perjalanan ke Batavia, melainkan meminta bantuan kepada VOC di Jepara. Adipati Anom bersedia meluluskan apa saja yang diminta VOC asakan dia dapat menjadi raja Mataram. Berkat Bantuan VOC Trunojoyo dapat dikalahkan dan Adipati Anon menggantikan Amangkurat I menjadi raja Mataram pada tahun 1677 bergelar Amangkurat II. Dengan bertahtanya Amangkurat II berarti kekuasaan Mataram telah mulai dirongrong oleh Belanda.


Pada saat pemerintahan Sunan Amangkurat II, karena keraton Mataram sudah rusak akibat pemberontakan Trunojoyo, maka Sunan Amangkurat II melanjutkan pemerintahan di Kartasura pada tahun 1703. setelah beliau wafat digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat III atau Amangkurat Mas. Sebelum Amangkurat II meninggal beliau berpesan kepada Amangkurat III agar berhati-hati terhadap pamannya yaitu Pangeran Puger. Pangeran Puger merasa jengkel karena dialah sebenarnya yang berhak menjadi raja. Untuk menghilangkan kejengkelan hati Pangeran Puger, maka Amangkurat III dikawinkan dengan anak perempuan Pangeran Puger.


Amangkurat III ternyata bersifat suka main perempuan, sehingga sering terjadu pertengkaran dengan istrinya, yang berakhir dengan perceraian. Anak Pangeran Puger yang menjadi istrinya dikembalikan kepada Pangeran Puger yang sudah barang tentu membuat sakit Pangeran Puger. Sebagai raja, Amangkurat III merasakan betapa berat dan kuatnya pengaruh VOC terhadap negaranya. Oleh sebab itu, Amangkurat III hendak melepaskan Mataram dari belenggu VOC terhadap negaranya. Para bangsawan yang nyata-nyata memihak kepadas VOC segera bertindak. Banyak diantaranya yang dipecat. Sikap Amangkurat III tersebut banyak mendapat tantangan dari segolongan bangsawan di lingkungannya. Situasi politik itu sangat menggembirakan Pangeran Puger (adik Amangkurat II) yang sejak semula ingin menjadi raja.


Dengan segolongan kaum bangsawan yang tidak senang pada Amangkurat III, Pangeran Puger mengadakan perbutan kekuasaan yang akhirnya dapat digagalkan Pangeran Puger lari ke Semarang meminta bantuan kepada VOC. Dengan senang hati VOC menerima Pangeran Puger. VOC bersedia membantu Pangeran Puger untuk merebut tahta Mataram, karena Amangkurat III menentang VOC, setelah Pangeran Puger menandatangani perjanjian untuk memberi hadian kepada VOC, VOC mengangkat Pangeran Puger sebagai Sunan di Kartasura dengan gelar Sunan Paku Buwono I. Pada tahun 1705 pasukan VOC dan pengikut-pengikut Pangeran Puger merebut Kertasura. Dengan demikian Sunan Amangkurat II bertahta hanya 2 tahun dari tahun 1703 sampai dengan tahun 1705, sedangkan Sunan Paku Buwono I, bertahta di Kartasura sejal tahun 1705 sampai dengan 1719. Sebagai balas jasa VOC yang telah menduduki dirinya sebagai raja di Kartasura, Paku Buwono I menyerahkan daerah Priangan, Cirebon dan Madura Timur kepada VOC. Disamping itu setiap tahunnnya Kartasura bersedia mengirimkan sejumlah beras ke Batavia. Sejak saat itu pengaruh kekuasaan VOC di Kartasura semakin besar.


Setelah Paku Buwono meninggal, beliau digantikan oleh Susuhunan Prabu Amangkurat IV atau Sunan Amangkurat Jawi atau Sunan Prabu. Amangkurat IV bertahta di Kartasura dari tahun 1917 sampai dengan tahun 1727. kemudian beliau digantikan oleh Sunan Buwono II, mulai tahun 1927. pada tahun 1742 orang-orang Cina pelarian dari Batavia bekerja sama dengan Mas Garendi. Mas Garendi adalah Cucu Sunan Mas. Mas Garendi bertahta di Katasura dengan gelar Amangkurat V, beliau bersikap melawan Belanda. Sedang Sunan Paku Buwono II meminta bantuan VOC. Setelah beliau menadatangani tentang imbalan yang akan diberikan VOC, kemudian VOC menyerang Mas Garendi untuk merebut Kartasura. Setelah kekuasaannya hancur, Mas Garendi menyerah kepada VOC. Selanjutnya beliau dibuang ke Srilangka. Berkat bantuan VOC, Sunan Paku Buwono II bertahta kembali di Kartasura. Seperti halnya Mataram, Keraton Kartasura rusak karena perbuatan Raden Mas Garendi. Menurut kepercayaan kuno di Jawa, bila keraton sebagai pusat kejayaan dan kebebasan sebuah kerajaan telah diduduki atau dirusak oleh tangan tangan kotor, tiba saat untuk membangun sebuah istana yang baru (Wibisono, 1980 :2).


Di Kartasura Sunan Paku Buwono II mengemukakan keinginannya untuk memindahkan Keraton Kartasura yang sudah rusak. Pada saat itu Baginda Sunan Pakubowono II sedang diliputi kesedihan karena baru saja kedatangan utusan VOC bernama Hogendrop yang membicarakan pelaksanaan beberapa permintaan VOC sangat merugikan Keraton Kartasura, sebagai imbalan kepada VOC yang telah membantu Paku Buwono II merebut tahta kembali Kartasura.


Dalam perjanjian itu antara lain disebutkan bahwa seluruh pantai utara Pulau Jawa dan seluruh pulau Madura diserahkan kepada VOC. Penyerahan wajib yang berupa hasil bumi diperbesar jumlahnya. Patih dan Bupati hanya dapat ditetapkan oleh Sunan bersama-sama dengan VOC. Baginda lalu menyerahkan dan memberikan persetujuan kepada Van Hogendrop untuk menghubungi pepatih Raden Tumenggung Pringgolo dan Sindurejo. Mereka meninjau sendiri daerah sekita Kartasura. Mereka melepaskan lebah di bawah sebuah pohon rindang di desa Sala, Mayor Van Hogendrop mengusulkan Sala sebagai pusat pemerintahan Kartasura. Dengan alasan apabila raja ingin mendatangkan kayu jati dari hutan selatan akan mudah karena tidak kekurangan orang juga tidak kekurangan beras yang dapat didatangkan dari Ponorogo. Tetapi kedua Patih menolak dengan alasan Sala daerahnya rendah, kalau hujan akan terendam air. Tetapi dilihat letaknya Sala berada di tepi sebuah sungai besar, strategis sekali dan mudah didatangi dari pantai bila keadaan memaksa. Akhirnya Keraton Kartasura Hadiningrat dipindahkan ke Surakarta Hadiningrat pada tahun 1748. Pada tahun 1749 Sunan Paku Buwono II sakit dan kemungkinan sehat kembali sangat kecil. Keraton Surakarta merupakan kelanjutan dari Keraton Mataram yang pada tahun 1677 padas hakekatnya telah runtuh akibat pemberontakan Trunojoyo. Berkat bantuan VOC Keraton yang telah runtuh itu dihidupkan kembali dengan aneka ragam perjanjian. Sedangkan raja-raja yang memerintah selanjutnya tidak lebih hanyalah sebuah boneka yang dikendalikan oleh Belanda. Paku Buwono II meninggal pada tanggal 20 Desember 1749 dan digantikan oleh Sunan Paku Buwono III yang memerintah dari tahun 1949 sampai dengan tahun 1788. penyerahan Keraton Surakarta kepadas VOC dan pengangkatan Paku Buwono III sebagai sunan tidak disetujui oleh Pangeran Mangkubumi. Karena bagian tanah bengkok yang milik Pangeran Mangkubumi dikurangi oleh Belanda.


Pada saat yang bersamaan di Yogyakarta Pangeran Mangkubumi dinobatkan oleh pengikut-pengikutnya sebagai Sultan Yogyakarta dengan gelar Hamengkubuwono. VOC tidak mau mengakuinya. Oleh karena itu berlawanan menentang Belanda diteruskan. Sejak saat itu Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan kelanjutan dari Mataram pecah menjadi dua. Yaitu Yogyakarta dengan Hamengku Buwono yang melawan VOC dan di Surakarta dengan Hamengku Buwono III yang menjadi antek VOC. Setelah Paku Buwono III meninggal, beliau digantikan oleh Susuhunan Paku Buwono IV dari tahun 1788 sampai dengan tahun 1820. kemudian Susuhunan Paku Buwono V menggantikannya dari tahun 1820 sampai dengan tahun 1823. selanjutnya Susuhunan Paku Buwono VI berusaha untuk melawan sehingga beliau dibuang oleh Belanda ke Ambon. Sebagai penghargaan dan rasa hormat kepada Sunan Paku Buwono VI maka pemerintah Indonesia memberi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.


Pengganti Sunan Paku Buwono adalah Susuhunan Paku Buwono VII, salah seorang putra dari Sunan Paku Buwono IV, yang bertahta dari tahun 1830 sampai dengan tahun 1858. sebagai gantinya adalah salah seorang lagi putra dar Sunan Paku Buwono IV yang bergelar paku Buwono VIII, bertahta dari tahun 1858 sampai dengan tahun 1861. Pada tahun 1861 sampai dengan 1893 pemerintah dipegang oleh Susuhunan Paku Buwono IX. Setelah beliau meninggal digantikan oleh Paku Buwono X yang bergelar Sampeyan Dalem Ingkang Minulya Saha Ingkang Wicaksono Kanjeng Susuhunan Paku Buwono Senopati Ing Ngalolo Ngabdulrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Kaping X (Volks Almanah Djawi, 1937 : 25).

Pada saat pemerintahan Sunan Paku Buwono X, beliau menciptakan lambang keraton Kasunanan Surakata. Bentuk lambang yang diciptakan oleh Susuhunan Paku Buwono X tersebut adalah sebagai berikut :

  • Gambar Matahari di sebelah kanan – melambangkan putra dari Paku Buwono I yang bernama R.M. Gusti Suryo
  • Gambar Bulan di sebelah kiri – melambangkan putra dari Paku Buwono I yang bernama R.M. Sasongko
  • Gambar di sebelah atas – melambangkan putra dari Paku Buwono I yang bernama R.M. Gusti Sudomo
  • Gambar Bola dunia sebelah bawah yang terdapat paku pada kutup atas (GPH, Broto, 1980 : 18) – melambangkan raja Kasunanan yang bergelar Paku Buwono.


Dari keempat lambang tersebut tidak keterangan tentang keistimewaan mereka, sehingga mereka dipakai sebagai lambang. Keempat benda tersebut dapat dalam sebuah perisai yang berbentuk bulat telur yang posisinya tegak. Hal tersebut melambangkan terwujudnya kemanunggalan yang kokoh dan kuat yang terlindung dari perisai. Pada bagian atas perisai tersebut terdapat mahkota raja, di bawah pengayoman Sri Susuhunan. Di seputar perisai di lingkari oleh untaian kapas dan sewuli (Sebutir padi) hal tersebut melambangkan agar rakyatnya hidup berkecukupan, adil makmur baik sandang maupun pangan.


Lambang Keraton Kasunanan Surakarta terdapat persamaan dengan lambang-lambang negara kita yaitu Garuda. Sunan Paku Buwono X bertahta dari tahun 1893 sampai dengan 1939. kemudian pada tahun 1939 sampai dengan tahun 1945 beliau meninggal digantikan oleh Susuhunan Paku Buwono XII pada tahun 1945 sampai sekarang. Raja-raja kasunanan Surakarta sangat memperhatikan kebudayaan Jawa hingga saat ini walaupun kedudukan raja tidak seperti dulu, tetapi adat kebudayaan Jawa tetap dijaga dan dilestarikan. Hal tersebut dapat kita lihat pada setiap kirap pusaka I sura. Grebeg Mauludan dan upacar perkawinan di Keraton Kasunanan Surakarta.



Fungsi Keraton Kasunanan Surakarta
Pada waktu lampau ketika negara Sri Wijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa berjaya, seolah-olah merupakan mercusuar yang menjadi pandu seluruh negara-negara Asia Tenggara. Keraton merupakan pusat masyarakat dalam arti yang seluas-luasnya. Keraton merupakan pusat kegiatan politik, pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan (Santoso, 1990:3).

Bukti keraton sebagai kegiatan politik, telah tampak dengan jelas bahwa raja yang berkuasa dan pemerintah merupakan tokoh sentral dari segala kegiatan politik. Sehingga timbul kepercayaan bahwa raja adalah dewa yang menjelma di dunia. Sedangkan Keraton sebagai pusat kegiatan keagamaan, hal ini jelas terlihat pada segala kegiatan upacara keagamaan yang selalu dipusatkan di Keraton, seperti upacara Grebeg Mauludan dan Upacara sesaji menurut agama Hindu pada waktu itu. Keraton berfungsi sebagai pusat kebudayaan. Sebagian besar sumber dan pendorong timbulnya kebudayaan berasal dari Kerton, bahkan pada masa itu raja menjadi pelindung dari para hali-ahli kebudayaan yang hidup pada zamannya (Santoso 1990 :4)


Dari berbagai fungsi dan kedudukan Keraton pada masa lampau sebenarnya tidak lepas dari fungsi dan kebudayaan raja yang berhak menentukan segala sesuatu hal yang dikehendakinya. Fungsi keraton dalam masa kemerdekaan sekarang ini dalam buku DR. Soewito Santosa 1990 :5 yang berjudul Sultan Abdul Kamit Hurucakra Kalifah rasullah di Jawa berpendapat bahwa :”Kebijaksanaan Sri Susuhan PB XII dalam memberi ijin kepada kami tersebut diatas memungkinkan kembalinya Keraton kepada fungsinya yang lama, kami maksudkan fungsinya sebagai konservator adat istiadat dan penyimpanan benda-benda kebudayaan, termasuk khasanah kasustraan. Yang dimaksud dengan memberi ijin kepada kami tersebut diatas adalah memberi ijin dari Sultan PB XII kepada DR. Soewito Santoso dalam mempergunakan buku-buku yang terdapat di Sonopustoko, sebagai sumber penulisan bukunya yang berjudul Sultan Abdul Kamit Herucakra Kalifah Rasulullah di Jawa. Fungsi Keraton pada masa sekarang adalah sebagai tempat penyimpanan benda-benda kebudayaan, yang dapat mendatangkan para wisatawan melihat secara langsung tentang peninggalan benda-benda kebudayaan pada waktu itu.


Pada masa sekarang ini raja yang berkuasa di Keraton Kasunanan Surakarta mempunyai peranan dan kedudukan dalam lingkup keraton sebagai pengageng Keraton. Juga sebagai warga negara Indonesia dan tidak berhak untuk menentukan sesuatunya. Karena memegang kekuasaan pemerintahan Indonesia sekarang ini ada pada Presiden bukan pada raja. Juga fungsi Keraton sebagai pusat keagamaan. Pada masa sekarang ini tidak seperti masa lampau. Pusat kegiatan-kegiatan pada masa sekarang bernaung di bawah Departeman Agama, yang dikepalai oleh Menteri Agama.


Silsilah Raja Kasunanan Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta berdiri pada tahun 1745 hingga sekarang. Sejak tahun 1745 sampai sekarang Keraton Kasunanan Surakarta secara berturut-turut diperintah oleh sebelas raja Kasunanan antara lain :


  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB II ( 1745 – 1749)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB III ( 1749 – 1788)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB IV ( 1788 – 1820)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB V ( 1820 – 1823)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB VI ( 1823 – 1830)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB VII ( 1830 – 1858)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB VIII ( 1858 – 1861)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB IX ( 1861 – 1893)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB X ( 1893 – 1939)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB XI ( 1939 – 1945)
  • Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhan PB X II ( 1945 – Sekarang)

Kesimpulan
Dalam menyelesaikan karya penelitian ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan, diantaranya :

  • Keraton Surakarta berdiri pada tanggal 27 Februari 1945 atas prakarsa Ingkang Sinuhun Paku Buwono II, Keraton Surakarta merupakan perpindahan Keraton Kartasura yang namanya diganti menjadi Wanamarta
  • Keraton Kasunanan Surakarta telah diperintah oleh Raja Ingkang Sinuhun Paku Buwono II sampai Paku Buwono XII
  • Keraton Kasunanan Surakarta mengalami kejayaan masa perintah Ingkang Sinahun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono X
  • Museum Keraton Surakarta terdiri dari 9 ruangan yang masing-masing ruangan rerdapat benda-benda purba kala yang bersejarah
  • Keraton Surakarta dapat dikatakan sebagai sumber devisa negara dan budaya bangsa dari Jawa Tengah
Sumber Referensi Daftar Pustaka :

  1. Martana, H.S, Dkk, 1987, Ilmu Pengetahuan Sosial Bidang Sejarah, Surakarta : Tiga Serangkai.
  2. Poerwadarminta, W.J.S, 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
  3. Santoso, Soewito, 1990, Sultan Abdul Kamid Herucakra Kalifah Rasulullah di Jawa 1778 – 1855, Surakarta Radya Pustoko.
  4. Chusaini, Sigit, 1996, Pendidikan Agama Islam, Tarjin jakarta : PDM Majelis Dikdasmen Kotamadia Surakarta
  5. Suryatna, Tri Sunar, 1984, Sejarah berdirinya Kerajaan Surakarta Hadiningrat. Surakarta : Tiga Serangkai
  6. Soeharto, S, 1968, Diorama, Surakarta : Tiga Serangkai
  7. Wibisono, Singgih, 1980, Perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta, Surakarta : Radya Pustoko..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...