09 October 2020

UNGKAPAN POLITIK DALAM AL-QURAN

Memahami maksud politik berdasarkan takrif yang dinyatakan di atas, ternyata di dalam al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang berkaitan dengan politik atau siyasah. Di antaranya ada ayat-ayat yang berhubung dengan undang-undang, peraturan dan sistem syura dalam pemerintahan. Melalui firmanNya, Allah telah menyatakan bahawa manusia yang tidak melaksanakan hukuman sepertimana yang ditetapkan adalah kafir, zalim dan fasiq.

Terjemahan ayat:

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al-Maidah:44)

Terjemahan ayat:

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Al-Maidah:45)

Terjemahan ayat:

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq. (Al-Maidah:47)

Seseorang itu tidak dikatakan beriman sehinggalah mereka menjadikan Allah dan rasul sebagai hakim dalam segala hal yang mereka perselisihkan. Mereka tidak merasa sebarang syak dan ragu dengan apa yang telah diputuskan.

(Al-Nisa:65)

Sementara itu syura pula dijadikan asas dalam pemerintahan negara yang merupakan suatu bentuk institusi yang diperintahkan oleh Allah untuk faedah umat manusia.

(Al-Syura:38)

Allah mengingatkan kepada manusia supaya jangan terpedaya dengan hawa nafsu dan hendaklah sentiasa menerima ketetapan Allah. Manusia yang derhaka sentiasa berusaha untuk mengenepikan hukum Allah. Mereka akan menerima azab yang pedih.

Terjemahan ayat:

Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka   disebabkan
sebahagian dosa-dosa tnereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasiq.(Al-Maidah:49)

Sesungguhnya sebaik-baik hukuman adalah hukum Allah. Sebarang hukuman selain daripada apa yang ditetapkan oleh Allah adalah bersifat Jahiliyyah.
(Al-Maidah:50)

Hakikat dua golongan manusia iaitu yang ingkar dan taat, tunduk serta patuh dengan setiap hukuman, peraturan dan ketetapan Allah tetap wujud di sepanjang zaman sehingga hari kiamat.

Terjemahan ayat:

Tidakkah kamu melihat bahawa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bahagianbahagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan oleh kamu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah SWT menurunkan (butir-butir) ais dari langit, (iaitu) dari (gumpalangumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakanNya (butiran-butiran) ais itu kepada siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkanNya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Al-Nur:43)

Mereka yang tunduk dan patuh inilah golongan manusia yang akan memperolehi kebahagian hidup di dunia dan akhirat. 

Terjemahan ayat:

Sesungguhnyajawapan orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An-nur:51)

Bagi orang-orang mukmin sama ada lelaki atau perempuan, mereka tiada pilihan lain kecuali menerima sahaja apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul. Jika tidak, mereka akan mendapat kesesatan di dunia dan akhirat akibat derhaka kepadaNya.

Terjemahan ayat:

Dan tidaklah patut bagi lelnki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa menderhakai Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab:36)

Dalam hal-hal yang berhubung dengan kepimpinan, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman supaya taat kepada Allah dan rasul dan juga kepada pemimpin.

Terjemahan ayat:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. (Al-Quran: al-Nisa': 59)

Ketaatan kepada Allah dan rasul berupa ketaatan yang mutlak. Sementara ketaatan kepada pemimpin adalah bersyarat iaitu selagi perintah itu tidak digolongkan dalam ertikata menderhakai Allah dan rasul. Islam menghendaki selain daripada Allah dan rasul sebagai sumber rujukan utama dalam soal kepimpinan, manusia yang diangkat sebagai pemimpin juga hendaklah dipilih dan dilantik dari kalangan orang yang beriman, yang sentiasa mengerjakan solat, mengeluarkan zakat serta mempunyai sifat rendah diri.

Terjemahan ayat:

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan solat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).  (Al-Maidah:55)

Orang yang menjadikan Allah dan rasul serta orang-orang yang beriman sebagai pemimpin akan memperolehi kejayaan di dunia dan akhirat.

Terjemahan ayat:

Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (Al-Maidah:56)

Selain daripada itu terdapat juga ayat-ayat yang berupa larangan Allah supaya jangan memilih pemimpin yang tidak beriman, kerana sifat dan sikap mereka terhadap Islam dan orang-orang yang beriman serta balasan Allah kepada mereka. Tidak kurang juga hal-hal yang berhubung dengan ketaatan kepada pimpinan, perpaduan ummah, persaudaraan dan kasih sayang.

Terjemahan ayat:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (iaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kajlr (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman.(Al-Hujurat:10)

Terjemahan ayat:

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. (Al-Mujadalah:22)



Terjemahan ayat:

Kami masukkan dia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(Ali-Imran:103)

Terjemahan ayat:

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara kerana itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Anfal:46)

Daripada ayat-ayat yang telah difirmankan oleh Allah itu dapatlah difahami bahawa politik itu merupakan satu bentuk atau sistem pemerintahan atau pentadbiran negara yang melibatkan pemerintah dan yang diperintah atau pemimpin dan yang dipimpin (rakyat) atau ummah serta undang-undang, peraturan atau ketetapan yang berupa Syariat Allah serta Sunnah rasulNya. Inilah yang dikatakan politik Islam yang sama sekali bertentangan dengan sistem politik sekular yang lahir daripada teori dan pemikiran manusia.


Kredit: Ancaman Nasionalis Sekular Ekstrim di Malaysia : Ustaz Abdul Basir Alias

05 October 2020

Bangkitkan Suasana Romantis, Berikut 7 Tahap Ciuman dari yang Lembut Sampai Paling Panas


Tahapan ciuman yang perlu diketahui pasangan sebelum melakukan hubungan selanjutnya. Hm
Berciuman adalah suatu bentuk kontak fisik yang dilakukan sebagai bentuk cinta untuk pasangan.
Sebagian besar ciuman selalu melibatkan kecupan bibir yang diarahkan ke bagian tubuh pasangan seperti dahi, pipi, maupun bibir.

Meski terangkum dalam satu gerakan saja, nyatanya ciuman memiliki sangat banyak jenis. Nggak cuma bermacam-macam jenis, makna di dalamnya pun sangat beragam.

Kami telah merangkum sekian banyak jenis tersebut ke dalam tujuh tahapan ciuman dari yang lembut sampai paling panas untuk membangun suasana yang semakin intim. Simak langsung yuk~

1. Forehead kiss


Ciuman di dahi adalah jenis ciuman yang menunjukkan kelembutan pada pasangan. Kecupan bibir yang mendarat di bagian dahi juga menunjukkan perasaan sayang. Efek yang dihasilkan setelahnya adalah perasaan nyaman.

2. Cheek kiss

Di banyak tradisi, ciuman di pipi adalah simbol untuk menunjukkan rasa pertemanan, sambutan, dan pemberi rasa hormat. Ciuman di pipi pada pasangan juga dapat menjadi simbol dukungan, pemujaan, dan perhatian.

3. Peck kiss


Secara harafiah, peck berarti mematuk. Proses ciuman ini memang mirip seperti gerakan mematuk pada unggas; cepat. Kecupan singkat di bibir ini biasanya dilakukan saat menyambut atau mengucap salam perpisahan pada orang yang disayang. Setara tos yang biasa kamu lakukan dengan teman, cuma yang ini lebih romantis aja. Hehe.

4. French kiss

Kalau peck kiss hanya dilakukan dalam tempo singkat seperti gerakan mematuk, maka french kiss adalah ciuman yang dilakukan layaknya dua ungas yang saling patuk dan paruhnya tersangkut satu sama lain. French kiss, yang juga melibatkan lidah, adalah tanda yang biasa diberikan sebelum memulai hubungan seksual.

5. Biting kiss


Ingin meningkatkan level kepanasan french kiss? Tambahkan sedikit gigitan pada bibir pasangan. Ciuman sambil menggigit ini biasanya dilakukan oleh pasangan yang hendak melakukan hubungan suami istri untuk membangun suasana.

6. Neck kiss

Satu paket dengan french kiss dan bite kiss, neck kiss alias ciuman pada leher pun juga masuk dalam tahapan membangun suasana sebelum berhubungan badan. Ciuman di leher seperti ini akan membangkitkan sisi sensual dari pasangan.

7. Hand kiss


Setelah semuanya berakhir, apa yang dilakukan? Yak, cium tangan. Orang Indonesia akrab dengan gerakan ini dan menyebutnya sebagai " salim" yang ditujukan untuk orang tua. Namun sebenarnya, ciuman di tangan yang dilakukan pada pasangan bisa menunjukkan keromantisan yang menggemaskan. Seperti menghidupkan suasana kehidupan putri dan pangeran dalam kisah-kisah dongeng.
Gimana, sudah punya bayangan tentang ciuman apa yang kamu lakukan?

Apapun jenis ciumannya, yang terpenting adalah jangan lupa untuk melakukannya dengan sepenuh cinta ya.

Eits, jangan lupa melakukannya dengan pasangan yang sah, ya~

Cara Merangsang Suami Menurut Islam Agar Bergairah di Ranjang


Sstt.. ini ada rahasia cara membuat suami terangsang!

Ada beberapa jurus jitu yang boleh anda pakai sebagai cara merangsang suami. Bahkan ada cara-cara merangsang suami menurut islam yang boleh anda lakukan saat diranjang nih, biar suami makin bergairah.

Biasanya, keluarga yang sudah memiliki anak di dalamnya jadi mengalami perubahan. Salah satunya kurangnya hubungan intim suami dan istri baik kualitas maupun kuantitasnya. Alasan paling umum adalah masalah kelelahan. Apalagi kalau si kecil lagi di usia balita yang memerlukan perhatian ekstra ya, Moms?

Padahal, intimasi antara suami dan istri ini penting banget loh! Kualitas hubungan seks yang optimal bisa membantu menjaga kerekatan rumah tangga. Berikut ini merangkum dari berbagai sumber, resep cara istri merangsang suami yang bisa dicobain!


Cara Merangsang Suami Menurut Islam






Nggak asal sembarangan, bagi yang muslim ada cara merangsang suami menurut Islam loh! Perempuan perlu tahu nih, soalnya sama seperti kita, suami juga nggak selalu dalam kondisi 'turn on'. Nggak ada salahnya buat kita yang coba memancing.

Adapun langkah awal sebagai cara merangsang suami menurut Islam adalah membaca doa terlebih dulu sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

" Bismillahi, allahima jannibnasyaithana, wa jannibissyaithana maa razaqtanaa."

Artinya: " Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkanlah setan dari apa Kau anugerahkan kepada kami."


Hal pertama sebagai cara merangsang suami yang harus dilakukan adalah mengambil air wudhu. Hal ini dipercaya membuatmu terlihat lebih segar, tidak kusum dan kusut. Jadi suami akan suka deh lihatnya.

Pakai Wewangian

Setelah wudhu, cara merangsang suami menurut Islam bisa dilanjutkan dengan memakai wewangian yang aromanya memang kesukaan suami. Gunakan di area leher dan payudara ya, Moms!

Aroma wangi ini juga dipercaya bisa membangkitkan gairah bercinta loh! Selain aroma badan, jaga juga aroma mulut dengan menyikat gigi dan berkumut.

Menggoda Suami



Menggoda suami dengan tiba-tba mengirim pesan 'nakal' atau telepon saat ia sedang bekerja juga bisa kamu lakukan. Misalnya meminta agar suami pulang lebih cepat, rindu atau mengaku blak-blakan kalau ingin berhubungan seks.

Saat suami di rumah juga bisa digoda dengan mencuri kesempatan saat anak-anak sedang bermain. Misal, mengajak suami ke sudut ruangan untuk menciumnya yang akan membuatnya terkejut dan semakin tergoda.
Pakai Baju Seksi

Anda juga boleh menggoda sang suami dengan memakai baju seksi, misalnya lingerie. Berjalanlah ke sisinya seolah sedag sibuk sambil memamerkan lekuk badan untuk menarik perhatiannya.

Memberi Suami Pujian

Nggak hanya perempuan aja loh Moms, laki-laki juga suka dipuji. Pujilah area tubuhnya yang kamu sukai, misal area leher, dada yang bidang, aromanya atau apapun itu.

Oh iya, memuji suami di depan orang lain juga nggak ada salahnya loh! Hal ini bisa menunjukkan pada orang lain betap bangganya kamu memiliki ia sebagai suami. Dengan begini, dijamin suami juga makin cinta loh moms!

Cara merangsang suami dengan memuji ini juga membuatnya merasa kalau dicari dan disenangi oleh istrinya. Bahkan pujian ini masuk dalam kategori foreplay untuk melanjutkan sesi yang makin intim.
Menyentuh Area Sensitif

Jika sudah sampai di tahap memuji, kamu bisa melanjutkan cara merangsang suami agar bergairah di ranjang dengan menyentuh area sensitifnya. Bisa di telinga, lutut belakang, paha bagian dalam, jari-jari kaki, bibir dan leher. Oh iya, tipsnya lakukan secara alami ya biar suami sadar kalau ia benar-benar dicintai.


Mula'abah



Nah, dalam Islam juga dianjurkan mu'alabah sebagai cara merangsang suami. Mu'alabah maksudnya adalah bermesraan atau foreplay terlebih dulu untuk membangun situasi romantis. Aktivitas ini baik dilakukan sebelum adegan panas di atas ranjang.

Memamerkan Tubuh pada Suami

Selain menggoda dengan rayuan, wewangian hingga pakaian seksi, biarkan suami melihat lekuk tubuhmu. Mengutip dari Ibnu Urwah Al-Hanbali di buku Al-Kawaku Ad-Durari, Syaikh Nashirudin Al-Albani pernah bilang:

" Pasangan diperbolehkan untuk melihat dan menyentuh lekukan pasangan anda, termasuk alat kelamin. Karena alat kelamin adalah bagian dari tubuh yang dapat dinikmati dalam mengelus, tentu saja, itu juga dapat dilihat dan disentuh. Ini diambil dari pandangan Imam Malik dan Ulama lainnya."

Sebab, dengan kekuasaan Allah SWT, setiap lekukan tubuh manusia memiliki kepekaan dan perasaan yang berbeda ketika dilihat atau bahkan disentuh. Maka dari itu, Aisha radhiyallahu anhu mengungakapkan, " Saya mandi dengan Rasulullah dalam satu Wadah." (HR Bukhari dan Muslim.

Mencium Sambil Merayu

Sebelum jima' atau bercinta dengan suami yang diperhatikan oleh Rasulullah SAW adalah foreplay. Salah satunya bisa dengan ciuman. Hal ini terdapat pada salah satu hadis yang berbunyi:

" Janganlah salah satu dari kalian bercampur dengan seorang istri seperti binatang. Kamu harus memberi pendahuluan dulu, yaitu ciuman dan pembicaraan manis." HR. At-Tirmidzi.

Bahkan Rasulullah SAW juga bilang yang disampaikan oleh Sunan Abu Dawud kalau beliau mencium dan menghisap bibir istrinya, Aisyah. Maka dari itu ciuman berperan penting sebelum berhubungan seks.

Memijat Suami


Foreplay juga bisa dengan memijat badan suami, misalnya di punggung, pinggul, paha bagian dalam dan pantat. Lakukan dengan lembut ya Moms, terutama di paha bagian dalam. Lihat deh, reaksi suami yang akan tergoda menikmati sensasinya.

Nah, jadi itulah 10 cara-cara merangsang suami menurut Islam yang bisa dipraktikan langsung. 

Selamat mencoba suami!

Cara Membangkitkan Gairah Suami untuk Berhubungan Seks

Daya tarik dan rayuan yang dilakukan oleh istri ketika akan berhubungan seks, bisa menjadi bagian penting agar mood bercinta meningkat dan hubungan seks yang Anda lakukan pun mengesankan. Pada dasarnya, mudah saja melakukan hal untuk merangsang dan membangkitkan gairan bercinta suami. Tapi kalau salah cara, malah bisa mengacaukan niat bercinta dengan pasangan. Bagaimana cara merangsang suami yang benar? Simak 5 trik di bawah ini.


Cara-cara merangsang suami

1. Bicarakan hal yang “menjurus” ke ranjang

Cara pertama untuk merangsang pasangan Anda adalah dengan membicarakan hal-hal yang menjurus ke arah ranjang. Maksudnya di sini adalah, Anda bicarakan topik-topik menggoda yang bakal mengantarkan Anda dan pasangan berlabuh di ranjang. Anda juga bisa mengisyaratkan beberapa ucapan seperti “Sayang, gimana kalau malam ini aku ingin berdua aja sama kamu?” atau Anda bisa mengirimkan foto-foto seksi Anda lewat pesan singkat pada pasangan.

Jika Anda ingin mengatakan dengan cara yang cukup berani, langsung saja Anda utarakan keinginan Anda untuk berhubungan seks dengan pasangan Anda. Selain itu, coba kirimkan kode-kode ucapan atau gambar yang menunjukkan kalau Anda ingin bercinta bersama pasangan malam ini.

2. Tunjukkan dengan gerakan yang menggoda

Selain ucapan, gerakan juga bisa menjadi cara merangsang suami Anda, lho. Anda hanya perlu menujukkan gerakan tertentu yang membuat pasangan Anda bergairah. Mengapa pakai gerakan? Gerakan tubuh sudah lama dikenal menjadi sebuah perantara antara kode dan keinginan seseorang. Jadi tidak ada salahnya kan, mengungkapkan keinginan bercinta pada pasangan lewat gerakan sederhana?

Berikut beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan:
Merapikan rambut dengan pelan-pelan sambil menatap mata pasangan Anda
Berpakaian sambil menonjolkan lekuk tubuh Anda di depan pasangan
Atau berjalan memakai sepatu hak tinggi sembari menunjukkan kaki indah Anda

3. Jangan lupa pakai sentuhan!

Cara merangsang pasangan yang satu ini penting! Anda tidak cukup kalau hanya mengandalkan rayuan atau sekadar mengungkapkan keinginan lewat gerakan. Coba sentuh dengan pijatan-pijatan halus terlebih dahulu. Lakukan perlahan sambil melihat respon pasangan.

Jika pasangan Anda menangkap maksud dari gerakan Anda, lanjutkan ke bagian tubuh yang lebih intim seperti perut, dada, atau bahkan alat kelaminnya. Hindari juga menyentuh hanya sesaat, namun lakukan secara perlahan sambil menatap pasangan Anda. Niscaya pasangan Anda akan terangsang dan mengerti maksud dari sentuhan Anda.

4. Pakai pakaian seksi

Mau tahu cara merangsang pasangan yang paling mudah? Ya, kenakan pakaian seksi dan transparan. Jangan tunjukkan rasa malu-malu Anda, keluarkan ekspresi bahwa Anda ingin memuaskan pasangan malam ini. Alasan lain mengapa harus menggunakan baju yang seksi adalah karena pria adalah makhluk visual, yang akan tertarik lewat wujud nyata langsung.

Jadi jangan heran jika apa yang Anda pakai akan menimbulkan reaksi tertentu padanya. Coba ganti pakaian sehari-hari Anda yang membosankan dengan sebuah dress atau lingerie yang seksi dan menggoda. Jangan lupa juga untuk menggunakan parfum atau aroma terapi guna menambah syahdu dan gairah suasana bercinta Anda.

5. Desahan

Saat sedang bercinta jangan ragu-ragu untuk mengeluarkan suara desahan Moms. Hal ini menunjukkan bahwa kita puas dan menikmati hubungan seksual bersama Dads. Dads juga akan merasa percaya diri dan bangga karena seolah-olah bisa melakukan perannya di ranjang sesuai harapan Moms. Jangan malu karena bercinta yang hot justru memberikan dampak positif dalam hubungan rumah tangga.

6. Gigitan

Bukan berarti menggigit untuk menyakiti Dads ya Moms.
Sama seperti yang biasanya Dads lakukan, Moms juga bisa memberikan gigitan-gitan kecil pada saat berciuman.
Bisa juga lakukan gigitan gemas pada beberapa bagian tubuhnya sambil memeluk Moms. Lakukan dengan lembut dan perlahan agar Dads bisa lebih menikmatinya.

7. Ciuman dan Rabaan

Ciuman dan rabaan adalah stimulus yang efektif dan tepat untuk menjaga gairah bercinta Dads. Saat Dads melakukan bagiannya, ada baiknya Moms melakukan ciuman segitiga mulai dari bibir, pipi, leher dan kembali ke bibir.
Moms juga bisa sambil meraba-raba wajahnya, bagian belakang leher dan setiap lekukan tubuhnya. Rabaan mesra juga memberikan kesan bahwa Moms sangat menginginkan dan mencintai Dads.

8. Tatapan Mata

Sesekali bisa tatap matanya sambil mengalungkan kedua tangan di lehernya loh Moms. Berikan sedikit senyuman agar Dads terpesona dan bersemangat.
Hal ini juga bertujuan untuk menggoda Dads ketika tengah bercinta agar semakin romantis.

9. Pujian

Tidak hanya Moms, Dads juga suka sekali mendapat pujian ketika berhubungan seks. Berikan pujian bahwa ia tampan atau melakukan perannya dengan sangat baik. Tunjukkan bahwa Moms puas dan senang dengan permainan Dads di atas ranjang supaya ia percaya diri.

10. Agresif

Tak ada salahnya untuk memulai duluan atau lebih nakal daripada Dads.
Moms bisa berikan gerakan erotis pada beberapa posisi bercinta agar Dads juga merasa sedang diberi kepuasan. Jangan hanya diam dan pasrah saja saat bercinta! Moms juga perlu aktif untuk menaikkan hasrat seksual Dads.
Namun, tetap jaga ritmenya ya Moms, jangan terlalu dominan di atas ranjang.
Sebab beberapa Dads juga tidak suka terlihat seolah lebih lemah dari Moms.
Nah, sudah tahu kan Moms sekarang harus berbuat apa untuk meningkatkan hasrat bercinta Dads agar tidak datar-datar saja. Buat hubungan seksual Moms dan Dads berbeda dari biasanya dan lebih banyak variasi.
Ini juga salah satu cara agar tidak mudah bosan satu sama lain loh Moms. (*)

11. Coba taktik lain!

Ada beberapa taktik lain yang bisa menjadi cara merangsang suami. Cara ini bisa Anda lakukan jika Anda termasuk orang yang suka hal yang tidak terlalu bertele-tele dalam menyampaikan sesuatu. Berikut yang bisa Anda lakukan:
Ketika Anda pergi untuk makan malam atau sekadar menonton film di bioskop, cobalah untuk meraba atau memegang lembut bagian paha suami ketika duduk berdampingan. Anda juga bisa senggol dan saling menggoda menggunakan kaki Anda di bawah meja makan. Gerakan ini mampu merangsang suami menggunakan cara yang pasif.
Coba ajak suami atau pasangan Anda untuk mandi bersama. Ciuman, sentuhan atau sekadar pelukan pun bisa merangsang dan membangkitkan suami Anda perlahan. 

Selamat mencoba!

23 September 2020

Fidyah kerana meningalkan puasa


Disini akan dibahaskan mereka yang wajib membayar fidyah dan mereka yang tidak wajib membayarnya dengan itu saya mulakan mereka yang wajib membayar fidyah.

Mereka yang wajib membayar fidyah kerana meningalkan puasa ialah:

1. Orang yang meningalkan puasa ramadan dengan sebab uzur dan dia ada masa mengqada’nya dan dia tidak mengqada’nya sehinga dia mati maka wajib walinya mengeluarkan tiap-tiap satu hari satu cupak makanan yang diambil dari harta peningalannya. Ahli keluarga (wali) si mati boleh mengqada’kan puasa si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

Sekiranya si mati tidak mengqada’ puasanya dan telah masuk ramadan yang lain maka wajib dua fidyah, satu fidyah puasa yang tak dapat diqada’nya kerana dia dah mati, dan satu fidyah melangkau qada’nya pada ramadan yang lain, begitulah seterusnya jika puasa yang tidak diqada’ melangkau dua tahun, tiga tahun …… hukum ini berbeza dengan orang yang hidup, sila lihat no. 5. Ahli keluarga si mati boleh mengqada’kan puasa si mati sekiranya mereka mahu dan hanya perlu mengeluarkan satu fidyah sekiranya puasa yang tidak diqada’ telah diselang oleh satu ramadan.

2. Orang yang meningalkan puasa ramadan dengan tiada uzur dan tidak ada masa mengqada’kannya sebelum dia mati, maka wajib atas walinya membayar fidyah secupak makanan untuk tiap-tiap hari yang ditingalkannya. Ahli keluarga si mati boleh mengqada’kan puasa si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

3. Orang yang ada puasa nazar dan dia ada masa memperbuatnya tetapi dia tidak puasa sehinga dia mati, maka wajib mengeluarkan secupak makanan bagi tiap-tiap satu hari puasa yang dinazarnya. Fidyah itu hendaklah diambil dari harta peningalannya. Ahli keluarga si mati boleh berpuasa bagi pehak si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

4. Orang yang ada puasa kafarah sama ada kafarah jimak dalam bulan ramadan, kafarah zihar, kafarah sumpah, atau kafarah bunuh, sedangkan dia ada masa mengerjakan puasa itu tetapi dia tidak berpuasa sehinga dia mati, maka wajib dikeluarkan setiap puasanya itu satu cupak makanan yang diambil dari harta peningalannya. Ahli keluarga si mati boleh berpuasa bagi pehak si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

5. Orang yang melewatkan qada’ puasanya sehinga masuk ramadan yang lain, wajib keatasnya mengqada’ puasanya dan mengeluarkan fidyah iaitu secupak makanan bagi tiap-tiap hari yang dilewatkan itu, sekiranya yang dilewatkan itu dua tahun, maka dua cupak, jika yang dilewatkan itu tiga tahun maka tiga cupak begitulah seterusnya.

Orang yang melewatkan qada’ puasanya sehingga masuk ramadhan yang lain hanya wajib mengqada’kan puasanya sehari jua bagi tiap hari yang ditingalkan, dan tidak perlu dia menggandakan qada’nya hanya yang diganda bilangan cupak yakni bilangan fidyah.

6. Perempuan yang hamil yang meningalkan puasa ramadan sebab takut mudarat anak dalam perut sedang tadak takut mudarat dirinya. Dia wajib mengeluarkan fidyah dan wajib qada’.

7. Perempuan meningalkan puasa ramadan sebab takut mudarat anak dengan sebab kurang susu tetapi tidak takut mudarat dirinya. Dia wajib mengeluarkan fidyah dan wajib qada’

8. Orang yang terlalu tua, wajib membayar fidyah sahaja dan tidak wajib mengqada’ puasanya, sekalipun kemudian dari itu dia boleh berpuasa.

9. Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh wajib membayar fidyah sahaja dan tidak wajib mengqada’ puasanya, sekalipun kemudian dari itu dia boleh berpuasa.

10. Orang yang berbuak puasa ramadan kerana menolong orang yang tengelam air atau lainnya maka dia wajib qada’ serta fidyah.

Jadual wajib fidyah. Sila lihat di atas lebih terperinci
Puasa atau qada’ fidyah Catatan
1. Orang yang mati ada meningalkan puasa dengan uzur ada masa qada’ Harus diqada’ oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain mengqada’ puasa dengan izin wali
2. Orang mati meningal puasa dengan tiada uzur tiada masa qada’ Harus diqada’ oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain mengqada’ puasa dengan izin wali
3. Orang yang mati ada puasa nazar dan ada masa berpuasa tetapi tidak puasa Harus dipuasa oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain berpuasa dengan izin wali
4. Orang yang ada puasa kafarah ada masa berpuasa tetapi tidak puasa Harus dipuasa oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain berpuasa dengan izin wali
5. Orang yang melewatkan qada’ puasanya Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari mengikut tempoh kelewatan Sekira dia mati dan puasa yang dilewatkan melangkau satu ramadan wajib dua cupak
6. Perempuan yang takut mudarat anak dalam kandungan shj. Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari
7. Perempuan yang takut mudarat anak yang disusu shj. Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari
8. Orang yang terlalu tua tidak mampu berpuasa Wajib satu cupak bagi setiap hari Sekiranya dia boleh berpuasa kemudian nya dia tidak wajib qada’
9. Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh dan tidak mampu berpuasa Wajib satu cupak bagi setiap hari Sekiranya dia boleh berpuasa kemudian nya dia tidak wajib qada’
10. Orang yang berbuak puasa ramadan kerana menolong orang dalam bahaya Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari


Mereka yang tidak wajib membayar fidyah kerana meningalkan puasa.

1. Orang yang meningalkan puasa ramadan dengan sebab uzur dan dia tidak ada masa mengqada’nya sehinga dia mati. Contoh tidak ada masa mengqada’, seperti dia mati selepas ramadan, atau berkekalan sakit sehinga dia mati.

2. Orang yang ada puasa nazar dan dia tidak ada masa memperbuatnya sehinga dia mati. Contoh seorang yang bernazar sekiranya dapat anak dia akan berpuasa selama tiga hari, kemudian dia pun mendapat anak dan dia mati pada keesokkan harinya atau sakit pada keesokkan harinya sehinga mati maka tidak perlu dikeluarkan fidyah kerana dia tidak ada masa memperbuatnya.

3. Orang yang ada puasa kafarah dan di tidak sempat memperbuatnya dan dia pun mati atau sakit berterusan sehinga mati.

4. Perempuan yang menyusukan anak yang takut mudarat pada dirinya atau yang takut mudarat pada dirinya dan anak yang disusuinya.

5. Perempuan hamil yang takut mudarat dirinya atau mudarat dirinya dan anak di dalam kandungannya.

6. Perempuan yang meningalkan puasa ramadan dan dia tidak dapat mengqada’nya dengan sebab menyusukan anak atau hamil sehinga berselang beberapa ramadan. Perempuan ini tidak perlu membayar fidyah dan dia hanya perlu mengqad’ puasanya sahaja. Contoh, seorang perempuan beranak sebelum ramadan dan dia tidak berpuasa kerana dia di dalam nifas, setelah ramadan darahnya berhenti dan dia sedang menyusukan anak, dalam masa dia menyusukan anaknya dia hamil dan seterusnya dia beranak, dan masuk ramadan yang lain sedangkan dia tidak mengqada’ puasanya yang telah dia tingalkan kemudian dia menyusukan anak lagi begitulah seterusnya sehinga beberapa tahun. Oleh kerana dia hamil dan menyusukan anak maka dia dikira ada uzur. Dan dia boleh (tidak berdosa) menanguhkan qada puasanya sehinga masuk ramadan yang lain.

Fidyah puasa ramadan orang yang telah mati


Menurut Mazhab Syafie wajib mengeluarkan fidyah kerana meningalkan puasa ramadan bagi orang yang mati yang tidak mengqada puasanya itu. Fidyah itu dikeluarkan dari harta peningalan simati sebelum pembahagian pesaka.

Fidyah kerana meningalkan puasa Ramadan ialah satu cupak bagi setiap satu hari yang tidak dipuasakan.

Fidyah tidak megqada setelah masuk ramadan yang lain satu cupak, setiap melangkaui satu ramadan dan digandaka jika melangkaui beberapa ramadan.

Jadual fidyah berganda kerana tidak qada puasa dan melangkawi Ramadan yang lain.


Disini saya buat contoh seorang yang baligh pada umurnya lima belas tahun dan mati pada umurnya dua puluh lima tahun padahal dia tidak pernah berpuasa.

Peringatan jadual tidak perlu dibuat hanya dicatat disini untuk kemudahan memahami.

Caranya ialah pastikan umur baligh dan umur mati menurut tahun hijrah bukan tahun masihi, kemudian tolakkan umur mati dengan umur baligh contoh 25-15=10 kemudian darabkan 10 dengan 30 cupak = 300 cupak, ini fidyah ganda pada ketika umurnya 15 tahun (T1). Kemudian susutkan 30 cupak pada tahun kedua (T2) dan susut kan pada tahun ketiga (T3) begitulah seterusnya sehinga mati.

Yang lebih mudah guna calculator tekan 30+30 kemudian tekan = berturut sehinga umur mati, pada contoh tekan 9 kali, kerana yang pertama telah dicampur. Jangan lupa catat setiap yang terhasil kemudian campurkan keseluruhannya.

Cara ini boleh diguna pada fidyah orang yang tidak mengqada puasa sehinga melangkaui beberapa ramadan sedangkan dia masih hidup.


Jika dia mati setelah melalui ramadan pada tahun mati (25t, T11)maka tidak wajib fidyah yang disebabkan tidak megqada puasa yang disebabkan melangkaui ramadan kerana dia tidak ada melangkau ramada pada tahun itu, dia hanya perlu membayar fidyah puasa yang tidak diqada sahaja atau ahli waris qadakan untuknya dengan tidak perlu mengeluarkan fidyah.

Sekiranya tahun dia mati belum lagi melalui ramadan maka tidak ada gandaan pada umur 24 tahun (24t, T10) dan cupak ganda hanya didorab dengan sembilan iaitu 30 × 9=270 kemudian susutkan 30 pada setiap tahun seperti diatas.

Kemudian campurkan keseluruhan cupak tahun mati:

Lihat pada contoh ramadan yang ke 11


300 ๐Ÿ‘‰ 270 ๐Ÿ‘‰ 240 ๐Ÿ‘‰ 210 ๐Ÿ‘‰ 180 ๐Ÿ‘‰ 150 ๐Ÿ‘‰ 120 ๐Ÿ‘‰ 90 ๐Ÿ‘‰ 60  ๐Ÿ‘‰ 30


300 + 270 + 240 + 210 + 180 + 150+ 120 + 90 + 60 + 30 = 1650 cupak yang wajib dikeluarkan fidyah berganda kemudian campurkan pula dengan fidyah puasa 330, sila lihat pada ruang puasa yang perlu diqada, jadilah 1650+330 =1980.

Peingatan sebelum mengira pastikan anda berada di dalam keadaan apa sila lihat di Fidyah kerana meningalkan puasa.

31 May 2020

HOT NEWS !!! What is JAA Lifestyle? Earn $ 1,000 for free with JAA Lifestyle

JAA Lifestyle — SUPER HOT INTERNATIONAL PROJECT IS AVAILABLE IN 190 COUNTRIES.

JAA Lifestyle allows members of our global community to share our financial freedom mission by actively participating through JAA Lifestyle’s collaborative business model. This model fosters sustained passive income streams and opportunities to build generation wealth for its community members.
Sign up for FREE today and earn $ 1,000 per year, AND, Get FREE future stocks in the company. NO NEED TO WORK!
RECEIVE “455 FREE Shares” from JAA-LIFESTYLE USA Advertising Company during Community Development period valued at USD 50 (Current price: $ 0.11 / CP)
According to the Roadmap, it will be up to 1 USD in the next 4–5 months and 1000 USD of advertising money from associated companies, there will be withdrawal policy, when the Company publishes the Magazine in June 2020.
JAA Lifestyle stock price on 20/5 1CP = 0.18 $, increasing every day by $ 0.01. Get $ 50 divided by the number of shares, so register early to receive more Shares.
Sign up now to receive $ 50 convertible shares. Example: CP price = 0.1 $ get 50 shares right, CP price = 0.12 get 416 shares.
The Advertising Bonuses above will be paid monthly from October 2020 or as soon as JAA Lifestyle’s Worldwide Free Member Base reaches 10 million. When you sign-up 12 people personally, you will receive more than $1,000 per month as Advertising Bonus. To earn an additional $50,000 per annum just personally sign-up for free 50 people from anywhere in the world. *JAAL will gift you an additional $100 worth of Free Future Shares for every 10 free personal sign-up you do. Currently the share price is $0.18, so if you personally sponsored 20 free sign-ups within 10 days of your own registration you will be entitled to a total of $250 worth of future shares and you will receive 2,500 shares. The $250 will increase in value up to as much as $2,500 or more when the company is fully registered on the Luxembourg Stock Exchange and the shares will be traded openly within the next couple of months.
TAKE ONLY 2 MINUTES TO CREATE TK — COMPLETELY FREE AND SIMPLE!
OPPORTUNITY TO FIND 10–20 TIMES, EVEN 100 TIMES IF IF SHARE THIS INFORMATION TO A FRIEND.
REGISTER NOW TO GET FREE STOCK AND ADVERTISING = !
JAA LifeStyle’s mission is to create a company where people around the world will become an integral part of the growth of the corporation. JAA LifeStyle will help people change their financial situation without having to invest so much money.

JAA Lifestyle ecosystem

- Worldwide sale, rental service: Cars, Properties, Boats, Travel, Motorcycles, Airplanes, Fashion, Luxury Goods, Events & Events, JAA Lifestyle
- Global E-commerce site

Commission policy

Annual advertising bonus: $ 1,000
System Bonus: Each individual ID will be credited directly with $ 10 / Ref (After 35 days from the date of registration is Withdrawal)

JAA Lifestyle account guide

Next, complete, exactly the information as shown and press SIGN UP
To REGISTER as a member or affiliate you need to be 18 years or above, and can provide the following personal information.
- Your full name. (As in your passport or national identity card)
- Your username (a — z, 0–9) e.g. freedom001
- Your Sponsor’s username: aq2020
- Your email (Unique email address, cannot use other’s email address)
- Mobile Phone Number (e.g. +60 12 252 2020)
- Date of Birth (dd/mm/yyyy)
- Choose a strong password & enter twice (mix of upper- & lower-case letters, numbers, symbols)
- Accept Terms & Condition and Privacy Policy (check the 2 boxes provided)
- Click “SIGN-UP” to submit your registration. Check to see if your registration is successful
After pressing SIGN UP, you will get the following message:
Please check your email to confirm, if you have not received your email, please log in normally.
* Only 15 days to run the system to earn $ 10 bonus or take advantage of your hands quickly.
The article introduces JAA Lifestyle and how to get stocks — make money with the JAA Lifestyle community. Hopefully this will be an opportunity for us to earn more income online by developing the community.
Wish You Make Money Success!
Thank you for reading all of this article.
Register JAA Lifestyle: Here

28 April 2020

Ramadan in Bahrain

Here is information about Ramadan and Eid al-Fitr, including dates, the history of the holiday, the practice of fasting, and more.

Ramadan..is a time to practice self-restraint; a time to cleanse the body and soul from impurities and re-focus one's self on the worship of God. The Holy Month is a great time to get involved with local Bahraini traditions and broaden your understanding of Islamic culture. Many hotels host nightly Iftar and Suhour banquets – attend at least one during this Islamic festival. Try the local dishes such as Harees, stuffed dates and laban.

Iftar

Iftar, refers to the evening meal when Muslims break their fast during the Islamic month of Ramadan. Iftar is one of the religious observances of Ramadan and is often done as a community, with people gathering to break their fast together. Iftar is done right after Maghrib (sunset 6.35pm) time. Traditionally, a date is the first thing to be consumed when the fast is broken.

Suhour

Suhor also called Sehur, Sehri, Sahari and Sahur in other languages, is an Islamic term referring to the meal consumed early in the morning by Muslims before fasting.

During Ramadan, every Iftar symbolises the benevolence of God. After each day of fasting, people gather and share their food with the heightened feelings of compassion, thankfulness to God's blessings and strong sense of oneness. Worshippers throng into mosques to perform additional prayers called taraweeh, read the Holy Qur’an and attend Ramadan lectures and sermons. At the end of Ramadan, before Eid Al-Fitr, Muslims pay Zakat Al Fitr, a pious charity, to the needy so they can receive Eid Al Fitr with joy & happiness



Eid Al-Fitr

The celebration of Eid Al-Fitr marks the end of Ramadan. Eid is an Arabic word meaning "festivity", while Fiรก¹­r means "breaking the fast". The holiday celebrates the conclusion of the 29 or 30 days of dawn-to-sunset fasting during the entire month of Ramadan. This is a day where Muslims around the world try to show a common goal of unity.

The first Day of Eid starts with Eid prayers early in the morning where Muslims gather and exchange greetings & wishes of happy Eid “Eid Mubarak” with each other. Non-Muslims can watch Eid Prayers at the mosques (e.g. AlFateh Mosque) As a Bahraini tradition during Eid, families have a traditional breakfast meal together - Balalet - which is a traditional Bahraini dish. By noon time families and friends gather for lunch (Ghozi) & adults give money (ranges from 100 fils to more than BD20) for children in celebration of Eid.

Different types of snacks will be served during the day to the family members, such as the traditional deserts (Halwa, Zalabya), fresh fruits, traditional nuts (matay), and different kinds of beverages (Arabic tea and coffee, juices, and water).

Before lunch or after four in the afternoon, men gather in popular Majalis, located in different neighborhoods, to exchange greetings as well. The days of Eid will be declared a national holiday.

Tips for the Expat Community during Ramadan:

♦Do exchange Ramadan greetings “Ramadan Kareem” to your Muslim friends and colleagues.

♦Do drink, eat and smoke in the privacy of your home, hotel room or office. If you work in a shared or open plan office simply designate a room where the door can be closed. The point here is to be respectful to those colleagues that are fasting.

♦Do be aware that office hours will change which will in turn affect traffic patterns. Peak traffic will occur earlier than normal, 7am – 9am and 1pm – 3pm. An additional rush hour occurs at 8pm – midnight.

♦Do avoid driving close to sunset. It can be hazardous during this time as the roads fill with people rushing to break the fast at Iftar celebrations.

♦Do dress appropriately. Men and women are expected to dress in an appropriate manner, not showing too much skin and making sure hemlines and necklines are modest. So watch before you step out.

♦Do check timings. Many businesses, restaurants and recreational facilities will change their timings during Ramadan, so to avoid disappointment do check before you head-off. Ministries & governmental entities open from 8am to 2pm, Offices and companies are usually opened from 9 am to 3pm, Supermarkets remain open as usually from 8/9am to 12am, Parks, cinemas and other public places open after dusk and remain open until late at night. Many restaurants within international hotel are open during the day for dinning in.

13 April 2020

BENARKAH HARAM BERPUASA SELEPAS 15 SYA’BAN?


Benarkah haram berpuasa selepas 15 Sya’ban? Ini merupakan satu persoalan yang wujud dalam kitab-kitab feqh. Tulisan di bawah mengumpulkan sedikit perbahasan ulama berkaitan status hadis berkaitan, dan apakah pendapat ulama berkaitan hukum hal ini.

Hadis-hadis melarang berpuasa selepas 15 Sya’ban

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚َุงู„َ ‏ “‏ ุฅِุฐَุง ุงู†ْุชَุตَูَ ุดَุนْุจَุงู†ُ ูَู„ุงَ ุชَุตُูˆู…ُูˆุง ‏”‏ ‏.‏

Daripada Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila telah masuknya separuh Sya’ban, janganlah kalian berpuasa. [Sunan Abi Daud, Kitab al-Sawm, Bab Fi Karahat adz-Dzalik, no: 2337].

Hadis ini turut diriwayatkan di dalam Musannaf Abdul Razzaq (7325), Musannaf Ibn Abi Shaibah (9026), Musnad Ahmad (9707), Sunan ad-Darimi (1781), Jami’ at-Tirmizi (738), Sunan Ibn Majah (1651), An-Nasaie dalam Al-Sunan Al-Kubra (2923) kesemuanya daripada jalan Al-‘Ala’ bin Abdul Rahman daripada ayahnya daripada Abu Hurairah.

Madar kepada hadis ini ialah Al-‘Ala’ bin Abdul Rahman (ุงู„ุนู„ุงุก ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู†). Beliau bersendirian dalam meriwayatkan hadis ini daripada ayahnya. Kata Imam an-Nasaie dalam Al-Sunan Al-Kubra:

ู„ุงَ ู†َุนْู„َู…ُ ุฃَุญَุฏًุง ุฑَูˆَู‰ ู‡َุฐَุง ุงู„ْุญَุฏِูŠุซَ ุบَูŠْุฑَ ุงู„ْุนَู„ุงَุกِ ุจْู†ِ ุนَุจْุฏِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ.

Kami tidak mengetahui seorang pun yang meriwayatkan hadis ini selain daripada Al-‘Ala’ bin Abdul Rahman.

Ulama berbeza pendapat dalam menilai status hadis ini. Kebanyakan ulama hadis generasi awal/mutaqaddimin menilai hadis ini sebagai dhaif.

Imam Ahmad berkata:

ุณَุฃَู„ْุชُ ุงุจْู†َ ู…َู‡ْุฏِูŠٍّ ุนَู†ْู‡ُ، ูَู„َู…ْ ูŠُุญَุฏِّุซْู†ِูŠ ุจِู‡ِ، ูˆَูƒَุงู†َ ูŠَุชَูˆَู‚َّุงู‡ُ ، ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุฃَุจُูˆ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ : ู‡َุฐَุง ุฎِู„ุงูُ ุงู„ุฃَุญَุงุฏِูŠุซِ ุงู„َّุชِูŠ ุฑُูˆِูŠَุชْ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ

Aku bertanya kepada Abdul Rahman bin Mahdi tentang hadis ini, lalu dia tidak menyampaikan hadis itu kepada aku dan beliau memberi amaran tentang hadis itu. Kemudian Imam Ahmad berkata: Hadis ini bercanggah dengan hadis-hadis lain yang diriwayatkan daripada Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam. [Al-‘Ilal wa Ma’rifati al-Rijal ‘An Ahmad, no: 278].

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menukilkan perkataan Imam Ahmad lagi:

ูˆุงู„ุนู„ุงุก ุซู‚ุฉ ู„ุง ูŠู†ูƒุฑ ู…ู† ุญุฏูŠุซู‡ ุฅู„ุง ู‡ุฐุง ู„ุฃู†ู‡ ุฎู„ุงู ู…ุง ุฑูˆูŠ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู†ู‡ ูƒุงู† ูŠุตู„ ุดุนุจุงู† ุจุฑู…ุถุงู†

Al-‘Ala’ adalah seorang yang thiqah, tidak diinkari hadisnya kecuali hadis ini kerana ia bercanggah dengan apa yang diriwayatkan daripada nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bahawa baginda menyambungkan puasa antara Sya’ban dan Ramadhan. [Al-Mughni, 3/6].



Imam Ibnu Rajab al-Hanbali berkata dalam Lathoif al-Ma’arif:

ูุฃู…ุง ุชุตุญูŠุญู‡ ูุตุญุญู‡ ุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ ู…ู†ู‡ู… ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุงุจู† ุญุจุงู† ูˆุงู„ุญุงูƒู… ูˆุงู„ุทุญุงูˆูŠ ูˆุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุจุฑ ูˆุชูƒู„ู… ููŠู‡ ู…ู† ู‡ูˆ ุฃูƒุจุฑ ู…ู† ู‡ุคู„ุงุก ูˆุฃุนู„ู… ูˆู‚ุงู„ูˆุง: ู‡ูˆ ุญุฏูŠุซ ู…ู†ูƒุฑ ู…ู†ู‡ู… ุงู„ุฑุญู…ู† ุจู† ุงู„ู…ู‡ุฏูŠ ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ูˆุฃุจูˆ ุฒุฑุนุฉ ุงู„ุฑุงุฒูŠ ูˆุงู„ุฃุซุฑู… ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ: ู„ู… ูŠุฑูˆ ุงู„ุนู„ุงุก ุญุฏูŠุซุง ุฃู†ูƒุฑ ู…ู†ู‡ ูˆุฑุฏู‡ ุจุญุฏูŠุซ: “ู„ุง ุชู‚ุฏู…ูˆุง ุฑู…ุถุงู† ุจุตูˆู… ูŠูˆู… ุฃูˆ ูŠูˆู…ูŠู†” ูุฅู† ู…ูู‡ูˆู…ู‡ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุชู‚ุฏู… ุจุฃูƒุซุฑ ู…ู† ูŠูˆู…ูŠู† ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฃุซุฑู… ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ูƒู„ู‡ุง ุชุฎุงู„ูู‡ ูŠุดูŠุฑ ูƒู„ู‡ุง ุชุฎุงู„ูู‡ ูŠุดูŠุฑ ุฅู„ู‰ ุฃุญุงุฏูŠุซ ุตูŠุงู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุดุนุจุงู† ูƒู„ู‡ ูˆูˆุตู„ู‡ ุจุฑู…ุถุงู† ูˆู†ู‡ูŠู‡ ุนู† ุงู„ุชู‚ุฏู… ุนู„ู‰ ุฑู…ุถุงู† ุจูŠูˆู…ูŠู† ูุตุงุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุญูŠู†ุฆุฐ ุดุงุฐุง ู…ุฎุงู„ูุง ู„ู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุทุญุงูˆูŠ ู‡ูˆ ู…ู†ุณูˆุฎ ูˆุญูƒู‰ ุงู„ุฅุฌู…ุงุน ุนู„ู‰ ุชุฑูƒ ุงู„ุนู…ู„ ุจู‡ ูˆุฃูƒุซุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุนู…ู„ ุจู‡ ูˆู‚ุฏ ุฃุฎุฐ ุขุฎุฑูˆู† ู…ู†ู‡ู… ุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆู†ู‡ูˆ ุนู† ุงุจุชุฏุงุก ุงู„ุชุทูˆุน ุจุงู„ุตูŠุงู… ุจุนุฏ ู†ุตู ุดุนุจุงู† ู„ู…ู† ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุนุงุฏุฉ ูˆูˆุงูู‚ู‡ู… ุจุนุถ ุงู„ู…ุชุฃุฎุฑูŠู† ู…ู† ุฃุตุญุงุจู†ุง

Terdapat lebih daripada seorang ulama yang mensahihkannya seperti Imam at-Tirmizi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, At-Tahawi, Ibnu ‘Abdil Barr. Akan tetapi ulama-ulama yang lebih senior dan lebih ‘alim pula mengkritik hadis ini. Mereka berkata: Hadis munkar. Antara yang berpendapat sedemikian ialah Abdul Rahman bin Mahdi, Ahmad, Abu Zur’ah al-Razi, Al-Atsram. Imam Ahmad berkata: Tidaklah Al-‘Ala meriwayatkan hadis yang lebih munkar daripada hadis ini. Beliau menolak hadis ini dengan hadis ‘Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan puasa pada satu atau dua hari sebelumnya’. Difahami daripada hadis ini bahawa dibenarkan untuk berpuasa pada sebelum dua hari atau lebih sebelum Ramadhan. Al-Atsram berkata: Hadis-hadis ini kesemuanya bercanggah dengan hadis tersebut (iaitu hadis Abu Hurairah). Beliau memaksudkan semua hadis yang bercanggah dengannya kepada hadis-hadis puasanya nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan keseluruhannya, dan menyambungnya dengan Ramadhan, dan larangan baginda daripada mendahului Ramadhan dengan berpuasa pada dua hari sebelumnya. Oleh kerana itu, hadis itu adalah hadis syaz yang bercanggah dengan hadis-hadis yang sahih. At-Tahawi pula berkata: Hadis ini mansukh dan beliau menghikayatkan kesepakatan ulama dalam meninggalkan beramal dengan hadis ini. Kebanyakan ulama berpendapat hadis Abu Hurairah ini tidak diamalkan. Sebahagian ulama antaranya Imam al-Syafie dan ulama-ulama mazhab Syafie berhujah dengan hadis Abu Hurairah. Mereka melarang daripada memulaka puasa sunat selepas separuh Sya’ban bagi sesiapa yang bukan kebiasaannya berpuasa dan sebahagian ulama mutaakhirin daripada Hanabilah bersetuju dengan pendapat ini. [Lathoif al-Ma’arif, 135-136].

Al-Hafiz Ibnu Hajar menyatakan dalam Fathul Bari:

ูˆู‚ุงู„ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุตูˆู… ุชุทูˆุนุง ุจุนุฏ ุงู„ู†ุตู ู…ู† ุดุนุจุงู† ูˆุถุนููˆุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ูˆุงุฑุฏ ููŠู‡ ูˆู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ ูˆุจู† ู…ุนูŠู† ุฃู†ู‡ ู…ู†ูƒุฑ ูˆู‚ุฏ ุงุณุชุฏู„ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ุจุญุฏูŠุซ ุงู„ุจุงุจ ุนู„ู‰ ุถุนูู‡ ูู‚ุงู„ ุงู„ุฑุฎุตุฉ ููŠ ุฐู„ูƒ ุจู…ุง ู‡ูˆ ุฃุตุญ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุงู„ุนู„ุงุก

Majoriti ulama menyatakan dibenarkan untuk melakukan puasa sunat selepas separuh Sya’ban, dan mereka mendhaifkan hadis yang ada tentang (larangannya). Imam Ahmad, dan Yahya bin Ma’in menyatakan bahawa hadis itu munkar. Al-Baihaqi pula berhujah dengan hadis bab (iaitu larangan berpuasa 2 hari sebelum Ramadhan) untuk mendhaifkan hadis (Abu Hurairah ini). Beliau berkata: Rukhsah untuk berpuasa pada hari-hari tersebut lebih kuat daripada hadis Al-‘Ala’. [Fathul Bari, 4/129].

Sebahagian ulama hadis kontemporari seperti Al-Shaikh Mustafa al-Adawy, Al-Shaikh Abdul Aziz at-Thorifi dan lain-lain berpegang kepada pendapat di atas bahawa hadis ini munkar.

Apakah hadis-hadis yang dikatakan bercanggah dengan hadis di atas?

ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง ، ู‚َุงู„َุชْ : ” ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุตُูˆู…ُ ، ุญَุชَّู‰ ู†َู‚ُูˆู„َ : ู„َุง ูŠُูْุทِุฑُ ، ูˆَูŠُูْุทِุฑُ ุญَุชَّู‰ ู†َู‚ُูˆู„َ : ู„َุง ูŠَุตُูˆู…ُ ، ูَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงุณْุชَูƒْู…َู„َ ุตِูŠَุงู…َ ุดَู‡ْุฑٍ ุฅِู„َّุง ุฑَู…َุถَุงู†َ ، ูˆَู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُู‡ُ ุฃَูƒْุซَุฑَ ุตِูŠَุงู…ًุง ู…ِู†ْู‡ُ ูِูŠ ุดَุนْุจَุงู†َ ”

‘Aisyah radiallahu ‘anha berkata: “Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam biasa berpuasa hingga kami menyatakan baginda tidak pernah berbuka (maksudnya setiap hari berpuasa). Baginda Sallallahu ‘alaihi wasallam turut berbuka sehinggakan kami menyatakan bahawa baginda tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat baginda berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” [Sahih al-Bukhari, Kitab al-Sawm, Bab Sawm al-Sya’ban, hadis no: 1969]



ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุณَู„َู…َุฉَ ، ู‚َุงู„َ : ุณَุฃَู„ْุชُ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْ ุตِูŠَุงู…ِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ، ูَู‚َุงู„َุชْ : ” ูƒَุงู†َ ูŠَุตُูˆู…ُ ุญَุชَّู‰ ู†َู‚ُูˆู„َ : ู‚َุฏْ ุตَุงู…َ ، ูˆَูŠُูْุทِุฑُ ุญَุชَّู‰ ู†َู‚ُูˆู„َ : ู‚َุฏْ ุฃَูْุทَุฑَ ، ูˆَู„َู…ْ ุฃَุฑَู‡ُ ุตَุงุฆِู…ًุง ู…ِู†ْ ุดَู‡ْุฑٍ ู‚َุทُّ ุฃَูƒْุซَุฑَ ู…ِู†ْ ุตِูŠَุงู…ِู‡ِ ู…ِู†ْ ุดَุนْุจَุงู†َ ، ูƒَุงู†َ ูŠَุตُูˆู…ُ ุดَุนْุจَุงู†َ ูƒُู„َّู‡ُ ، ูƒَุงู†َ ูŠَุตُูˆู…ُ ุดَุนْุจَุงู†َ ุฅِู„َّุง ู‚َู„ِูŠู„ًุง ” .

Daripada Abu Salmah: Aku telah bertanya kepada ‘Aisyah Radiallahu ‘anhu tentang puasa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menjawab: Baginda sering berpuasa sehingga kami menyatakan sesungguhnya dia berpuasa, dan baginda sering berbuka (tidak berpuasa) sehingga kami berkata: Baginda tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat dia berpuasa melebihi jumlah puasanya di bulan Sya’ban. Baginda berpuasa di bulan Sya’ban keseluruhannya, baginda berpuasa di bulan Sya’ban kecuali sedikit sahaja (hari yang baginda tidak berpuasa) [Sahih Muslim, Kitab al-Siyam, Bab Siyam an-Nabiy Fi Ghairi Ramadhan.., hadis no: 1156]



ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุณَู„َู…َุฉَ، ุนَู†ْ ุฃُู…ِّ ุณَู„َู…َุฉَ، ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃَู†َّู‡ُ ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ูŠَุตُูˆู…ُ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู†َุฉِ ุดَู‡ْุฑًุง ุชَุงู…ًّุง ุฅِู„ุงَّ ุดَุนْุจَุงู†َ ูˆَูŠَุตِู„ُ ุจِู‡ِ ุฑَู…َุถَุงู†َ ‏.‏

Ummu Salamah Radiallahu ‘anha menyatakan bahawa nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunat sebulan penuh kecuali Sya’ban dan diteruskan dengan berpuasa (fardhu) Ramadhan. [Sunan an-Nasaie, Kitab al-Sawm, Bab Sawmi an-Nabiy, hadis no: 2353].

Abu Hurairah radiallahu ‘anhu meriwayatkan Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู„ุงَ ุชَู‚َุฏَّู…ُูˆุง ุฑَู…َุถَุงู†َ ุจِุตَูˆْู…ِ ูŠَูˆْู…ٍ ูˆَู„ุงَ ูŠَูˆْู…َูŠْู†ِ ุฅِู„ุงَّ ุฑَุฌُู„ٌ ูƒَุงู†َ ูŠَุตُูˆู…ُ ุตَูˆْู…ًุง ูَู„ْูŠَุตُู…ْู‡ُ

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari kecuali seseorang yang telah biasa berpuasa, maka dia boleh berpuasa.

[Sahih Muslim, Kitab al-Siyam, Bab La Tuqaddimu Ramadhan Bi Saum…., hadis no: 1082].

Ulama yang menerima hadis ini:

Imam at-Tirmizi, beliau berkata:

: ุญَุฏِูŠุซُ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุญَุฏِูŠุซٌ ุญَุณَู†ٌ ุตَุญِูŠุญٌ ، ู„َุง ู†َุนْุฑِูُู‡ُ ุฅِู„َّุง ู…ِู†ْ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูˆَุฌْู‡ِ ุนَู„َู‰ ู‡َุฐَุง ุงู„ู„َّูْุธِ،

Hadis Abu Hurairah Hasan Sahih. Kami tidak mengetahuinya melainkan dengan sanad ini untuk lafaz ini.

Imam Ibnu Hibban turut meriwayatkan hadis ini dalam Sahih Ibnu Hibban.

Beliau meletakkan tajuk bab yang menunjukkan bantahannya kepada sesiapa yang mendakwa hadis ini bercanggah dengan hadis-hadis sahih yang lain. Kata beliau:

ุฐِูƒْุฑُ ุฎَุจَุฑٍ ุฃَูˆْู‡َู…َ ุบَูŠْุฑَ ุงู„ْู…ُุชَุจَุญِّุฑِ ูِูŠ ุตِู†َุงุนَุฉِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ุฃَู†َّู‡ُ ู…ُุถَุงุฏُّ ู„ِู„ุฃَุฎْุจَุงุฑِ ุงู„َّุชِูŠ ุชَู‚َุฏَّู…َ ุฐِูƒْุฑُู†َุง ู„َู‡َุง

Bab berkaitan hadis yang telah tersilap padanya orang-orang yang tidak mendalam ilmunya yang mendakwah hadis ini bercanggah dengan hadis-hadis yang telah kami sebutkan sebelum ini.

Ibnu al-Qayyim berkata dalam Tahzib al-Sunan menolak pendapat yang mendhaifkan hadis ini atas alas an bersendiriannya Al-‘Ala bin Abdul Rahman, dan dakwaan ia bercanggah dengan hadis-hadis sahih yang lain.

– Hadis ini menepati syarat Muslim. Imam Muslim meriwayatkan dalam Sahih Muslim banyak hadis daripada Al-‘Ala daripada ayahnya daripada Abu Hurairah radiallahu ‘anhu.

– Al-‘Ala merupakan perawi yang thiqah, dan bersendiriannya dalam meriwayatkan hadis tidaklah menjejaskan status kesahihan hadis itu. Tafarrud perawi thiqah tidaklah menjejaskan status hadis. Banyak hadis-hadis nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam yang perawi thiqah bersendirian meriwayatkannya dan hadis itu diamalkan oleh umat ini.

– Tafarrud atau bersendiriannya perawi yang menyebabkan dhaifnya riwayat itu ialah apabila perawi yang bersendirian itu contohnya meriwayatkan dengan sanad yang bersambung, sedangkan perawi lain meriwayatkan secara mursal, atau perawi yang bersendirian itu meriwayatkan secara marfu’ sedangkan yang lain meriwayatkan secara mawquf, atau perawi yang bersendirian itu mempunyai penambahan lafaz pada teks yang tidak dimiliki oleh perawi-perawi lain.

– Dakwaan berlaku percanggahan dengan hadis-hadis sahih lain tertolak kerana hakikatnya tidak wujud percanggahan. Ini kerana hadis-hadis sahih yang lain menunjukkan puasa pada separuh akhir Sya’ban berserta dengan separuh awal Sya’ban, dan puasa yang sudah biasa dilakukan yang jatuh pada separuh akhir Sya’ban. Adapun hadis Al-‘Ala’ menunjukkan larangan dengan sengaja berpuasa pada separuh akhir Sya’ban, bukan kerana kebiasaan dan bukan kerana menambah puasa yang telah dilakukan pada separuh pertama Sya’ban.

– Dakwaan Al-‘Ala tidak mendengar daripada ayahnya adalah dakwaan yang bathil kerana telah tsabit beliau mendengar daripada ayahnya. Dalam Sahih Muslim terdapat riwayat Al-‘Ala’ daripada ayahnya menggunakan lafaz ุนู†. [Rujuk Tahzib al-Sunan, 3/1040-1044].

Begitu juga hadis ini disahihkan oleh ulama hadis kontemporari seperti Shaikh Syu’aib al-Arnaouth dalam semakannya kepada Musnad Ahmad, Sunan Abi Daud, Sunan Ibnu Majah dan Sahih Ibnu Hibban. Begitu juga oleh Shaikh al-Albani.

Seperti yang diketahui, antara punca berlakunya perbezaan pendapat di kalangan ulama ialah disebabkan perbezaan pendapat dalam menilai status hadis. Ini jua yang berlaku dalam kes ini.

Jumhur ulama membenarkan berpuasa selepas 15 Sya’ban tanpa makruh.

Manakala di sisi mazhab Syafie hukumnya terlarang.

Imam an-Nawawi menyatakan selepas menyebutkan tentang haramnya berpuasa pada hari syak tanpa sebab:

ู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุตู„ ูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ ุจู…ุง ู‚ุจู„ ู†ุตู ุดุนุจุงู† ، ูุฃู…ุง ุฅุฐุง ูˆุตู„ู‡ ุจู…ุง ู‚ุจู„ู‡ ููŠุฌูˆุฒ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ ; ู„ู…ุง ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ู…ุตู†ู ، ูุฅู† ูˆุตู„ู‡ ุจู…ุง ุจุนุฏ ู†ุตู ุดุนุจุงู† ู„ู… ูŠุฌุฒู‡ ; ู„ู…ุง ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ู…ุตู†ู ، ุฃู…ุง ุฅุฐุง ุตุงู… ุจุนุฏ ู†ุตู ุดุนุจุงู† ุบูŠุฑ ูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ ูููŠู‡ ูˆุฌู‡ุงู† ( ุฃุตุญู‡ู…ุง ) ูˆุจู‡ ู‚ุทุน ุงู„ู…ุตู†ู ูˆุบูŠุฑู‡ [ ุต: 454 ] ูˆู…ู† ุงู„ู…ุญู‚ู‚ูŠู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุณุงุจู‚ ( ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ ) ูŠุฌูˆุฒ ูˆู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ، ูˆุจู‡ ู‚ุทุน ุงู„ู…ุชูˆู„ูŠ ูˆุฃุดุงุฑ ุงู„ู…ุตู†ู ููŠ ุงู„ุชู†ุจูŠู‡ ุฅู„ู‰ ุงุฎุชูŠุงุฑู‡ ، ูˆุฃุฌุงุจ ุงู„ู…ุชูˆู„ูŠ ุนู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุณุงุจู‚ ” { ุฅุฐุง ุงู†ุชุตู ุดุนุจุงู† ูู„ุง ุตูŠุงู… ุญุชู‰ ูŠูƒูˆู† ุฑู…ุถุงู† } ุจุฌูˆุงุจูŠู† : ( ุฃุญุฏู‡ู…ุง ) ุฃู† ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ู„ูŠุณ ุจุซุงุจุช ุนู†ุฏ ุฃู‡ู„ ุงู„ุญุฏูŠุซ . ( ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ ) ุฃู†ู‡ ู…ุญู…ูˆู„ ุนู„ู‰ ู…ู† ูŠุฎุงู ุงู„ุถุนู ุจุงู„ุตูˆู… ููŠุคู…ุฑ ุจุงู„ูุทุฑ ุญุชู‰ ูŠู‚ูˆู‰ ู„ุตูˆู… ุฑู…ุถุงู† ، ูˆุงู„ุตุญูŠุญ ู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ู…ุตู†ู ูˆู…ูˆุงูู‚ูˆู‡ ، ูˆุงู„ุฌูˆุงุจุงู†

Ini semua adalah jika seseorang tidak menyambung puasa hari Syak dengan puasa sebelum separuh Sya’ban. Adapun jika dia berpuasa semenjak sebelum separuh Sya’ban, maka ia dibenarkan menurut kesepakatan ulama sebagaimana yang penulis (iaitu Imam al-Syirazi) sebutkan. Seandainya dia berpuasa pada hari Syak sebagai kesinambungan daripada puasa selepas separuh Sya’ban, ia tidak dibenarkan sebagaimana disebutkan penulis. Adapun jika dia berpuasa selepas separuh Sya’ban bukan pada hari syak, maka terdapat dua pendapat. Pendapat yang paling kuat iaitu yang diputuskan penulis dan muhaqqiq lain ialah tidak dibenarkan sebagaimana hadis yang telah disebutkan. Pendapat kedua adalah dibenarkan tanpa makruh. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Imam al-Mutawalli, dan penulis telah mengisyaratkan peringatan kepada pendapat pilihan Al-Mutawalli ini. Imam al-Mutawalli menjawab hadis “Apabila telah masuknya separuh Sya’ban, janganlah kalian berpuasa” dengan dua jawapan. Pertama: Hadis ini tidak sahih di sisi ulama hadis. Kedua: Ia bermaksud untuk sesiapa yang takut akan menjadi lemah disebabkan berpuasa. Maka disuruh untuk untuk tidak berpuasa agar dia kuat untuk melakukan puasa Ramadhan. Adapun pendapat yang benar ialah apa yang disebutkan penulis dan ulama yang menyetujuinya (iaitu tidak dibenarkan). [Al-Majmu’ Syarah Al-Muhazzab, 6/453-454].

Al-Hafiz Ibnu Hajar menyatakan:

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฑูˆูŠุงู†ูŠ ู…ู† ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูŠุญุฑู… ุงู„ุชู‚ุฏู… ุจูŠูˆู… ุฃูˆ ูŠูˆู…ูŠู† ู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุจุงุจ ูˆูŠูƒุฑู‡ ุงู„ุชู‚ุฏู… ู…ู† ู†ุตู ุดุนุจุงู† ู„ู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุขุฎุฑ

Imam al-Ruyani daripada ulama mazhab Syafie menyatakan haramnya berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan berdasarkan hadis bab. Dimakruhkan pula mendahului Ramadhan dengan berpuasa pada separuh (akhir) Sya’ban berdasarkan hadis lain. [Fathul Bari, 4/129].

Dalam Al-Fiqh Al-Manhaji susunan Dr. Mustafa al-Bugha, Dr. Mustafa al-Khin, dan Al-Shaikh Ali al-Syirbaji diletakkan puasa selepas 15 Sya’ban di bawah kategori puasa yang diharamkan. Akan tetapi terdapat pengecualian seperti berikut:

ู„ูƒู† ุชู†ุชููŠ ุญุฑู…ุฉ ุตูˆู… ูŠูˆู… ุงู„ุดูƒ، ูˆุงู„ู†ุตู ุงู„ุซุงู†ูŠ ู…ู† ุดุนุจุงู† ุฅุฐุง ูˆุงูู‚ ุนุงุฏุฉ ู„ู„ุตุงุฆู…، ุฃูˆ ูˆุตู„ ุตูŠุงู…ู‡ ุจู…ุง ู‚ุจู„ ุงู„ู†ุตู ุงู„ุซุงู†ูŠ ู…ู† ุดุนุจุงู†.

Tidaklah haram berpuasa pada hari Syak dan separuh kedua Sya’ban apabila ia bersamaan dengan hari seseorang biasa berpuasa, atau apabila dia menyambung puasanya daripada sebelum separuh Sya’ban. [Al-Fiqh Al-Manhaji, 2/103-104].

Dalam mazhab Hanbali pula tidak makruh berpuasa selepas separuh Sya’ban. Ini adalah pendapat mazhab. Adapun sebahagian ulama mazhab Hanbali berpendapat makruh. [Rujuk al-Inshof, 3/246].

*Tulisan ini bukan untuk mentarjih/menguatkan mana-mana pendapat. Ia sekadar kumpulan maklumat untuk dikongsi dengan pembaca. Untuk mendapatkan tarjih dalam hal ini, boleh rujuk kepada guru-guru yang dipercayai keilmuannya.

credit pada Penulis iaitu Mohd Masri bin Mohd Ramli merupakan seorang mahasiswa di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), pengkhususan dalam al-Quran dan al-Sunnah. Kini beliau bertugas sebagai pengarah urusan Al-Kahfi Services.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...