15 January 2022

Hukum Mempelajari Bahasa Arab

a. Kewajiban Setiap Muslim Hukum mempelajari bahasa Arab ada dua, fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Syaikhul Islam (w. 728 H) berkata: إِنَّ نَفْسَ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ مِنَ الدِّينِ، وَمَعْرِفَتُهَا فَرْضٌ وَاجِبٌ، فَإِنَّ فَهْمَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ فَرْضٌ وَلَا يُفْهَمُ إِلاَّ بِفَهْمِ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ، وَمَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ. ثُمَّ مِنْهَا مَا هُوَ وَاجِبٌ عَلَى الْأَعْيَانِ وَمِنْهَا مَا هُوَ وَاجِبٌ عَلَى الْكِفَايَةِ “Bahasa Arab itu bagian dari agama. Mempelajarinya adalah sangat diwajibkan, karena memahami al-Kitab dan as-Sunnah adalah wajib, dan keduanya tidak bisa dipahami kecuali dengan bahasa Arab. Kewajiban yang tidak bisa sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu hukumnya wajib. Kemudian, di antara bahasa Arab itu ada yang fardhu ‘ain dan ada yang fardhu kifayah.”[12] Wajib bagi setiap Muslim untuk mempelajari bagian tertentu dari bahasa Arab sekedarnya untuk membantu pelaksanakan ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepadanya sehingga terhindar dari kekeliruan. Inilah fardhu ‘ain yang dimaksud. Imam asy-Syafi’i (w. 204 H) berkata: فَعَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَتَعَلَّمَ مِنْ لِسَانِ الْعَرَبِ مَا بَلَغَهُ جُهْدُهُ حَتَّى يَشْهَدَ بِهِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَيَتْلُوْا بِهِ كِتَابَ اللّٰهِ وَيَنْطِقَ بِالذِّكْرِ فِيمَا افْتُرِضَ عَلَيهِ مِنَ التَّكْبِيرِ وَأُمِرَ بِهِ مِنَ التَّسْبِيحِ وَالتَّشَهُّدِ وَغَيْرِ ذَلِكَ، وَمَا ازْدَادَ مِنَ الْعِلْمِ بِاللِّسَانِ الَّذِي جَعَلَ اللّٰهُ لِسَانَ مَنْ خَتَمَ بِهِ نُبُوَّتَهُ وَأَنْزَلَ بِهِ آخِرَ كُتُبِهِ كَانَ خَيْراً لَهُ “Wajib bagi setiap Muslim belajar bahasa Arab dengan sungguh-sungguh agar benar dalam bersyahadat lâilaha illallâh dan muhammadun abduh wa rasûluh, membaca Kitabullah, melafazhkan dzikir yang diwajibkan atasnya seperti takbir, tasbih, tasyahhud, dan lain-lain. Jika dia berkenan lebih mendalami bahasa yang dijadikan Allah sebagai bahasa penutup para nabi-Nya dan bahasa kitab terakhir yang diturunkan-Nya ini, maka itu lebih baik baginya.”[13] Pendapat ini dikuatkan dengan sebuah riwayat bahwa Umar radhiyallahu ‘anhu memerintahkan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dan kaumnya untuk mempelajari bahasa Arab, sementara hukum asal perintah adalah wajib. Umar bin Zaid berkata: كَتَبَ عُمَرُ إلَى أَبِي مُوسَى: أَمَّا بَعْدُ فَتَفَقَّهُوا فِي السُّنَّةِ وَتَفَقَّهُوا فِي الْعَرَبِيَّةِ وَأَعْرِبُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ عَرَبِيٌّ “Umar menulis surat kepada Abu Musa, ‘Amma ba’du: pelajarilah as-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab, pelajarilah i’rab al-Qur`an karena ia berbahasa Arab.’”[14] Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: تَعَلَّمُوا الْعَرَبِيَّةَ كَمَا تَعَلَّمُونَ حِفْظَ الْقُرْآنِ “Pelajarilah bahasa Arab seperti kalian mempelajari hafalan al-Qur`an.”[15] Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: «أَعْرِبُوا الْقُرْآنَ وَالْتَمِسُوا غَرَائِبَهُ» “I’rablah al-Qur`an dan carilah kosa-kata asingnya.”[16] Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: «تَعَلَّمُوا مِنَ الْعَرَبِيَّةِ مَا تُعْرِبُونَ بِهِ كِتَابَ اللّٰهِ» “Pelajarilah bahasa Arab yang kalian gunakan untuk mengi’rab al-Qur`an.”[17] Hukum mempelajari bahasa Arab yang kedua adalah fardhu kifayah. Jika telah ada sekelompok kaum Muslimin yang mempelajarinya maka telah mencukupi. Bagian bahasa Arab yang fardhu kifayah ini adalah yang bersifat pendalaman dan pelengkap seperti fan balaghah, insyiqaq, atau bagian bahasa Arab lainnya yang bersifat pendalaman. Hukum ini lebih ditekankan lagi bagi penuntut ilmu, ahli ilmu, dai, dan pengajar. Para ulama telah sepakat bahwa di antara syarat yang harus dipenuhi bagi seorang mujtahid atau mufti adalah memahami bahasa Arab dan ilmu-ilmu yang terkait dengannya seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan lain-lain. Allahu a’lam. b. Mendahulukan Bahasa Arab atas Selainnya Sepatutnya bagi penuntut ilmu untuk mendahulukan bahasa Arab atas bahasa lainnya dan ilmu lainnya. Jalan ini adalah jalan yang ditempuh oleh orang-orang terdahulu yang sukses dalam mendalami bidang ilmu Islam. Imam al-Baihaqi (w. 458 H) berkata: وَيَنْبَغِي لِمَنْ أَرَادَ طَلَبَ الْعِلْمِ، وَلَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْلِ لِسَانِ الْعَرَبِ أَنْ يَتَعَلَّمَ اللِّسَانَ أَوَّلًا وَيَتَدَرَّبَ فِيهِ، ثُمَّ يَطْلُبَ عِلْمَ الْقُرْآنِ، ولَنْ يصِحَّ لَهُ مَعَانِي الْقُرْآنِ إِلَّا بِالْآثَارِ وَالسُّنَنِ، وَلَا مَعَانِي السُّنَنِ وَالْآثَارِ إِلَّا بِأَخْبَارِ الصَّحَابَةِ، وَلَا أَخْبَارُ الصَّحَابَةِ إِلَّا بِمَا جَاءَ عَنِ التَّابِعِينَ “Sepatutnya bagi seseorang yang ingin menuntut ilmu sementara dia bukan ahli berbahasa Arab untuk pertama kalinya dengan mempelajari bahasa Arab dan mempraktikannya, baru kemudian mempelajari ilmu al-Qur`an. Makna-makna al-Qur`an tidak akan benar baginya kecuali dengan atsar-atsar dan sunnah-sunnah, dan tidak akan benar makna-makna sunnah dan atsar kecuali dengan penjelasan para shahabat, dan tidak ada penjelasan para shahabat kecuali dengan apa yang datang dari para tabi’in.”[18] Waki’ bin Jarrah (w. 197 H) guru besar Imam asy-Syafi’i berkata: أَتَيْتُ الْأَعْمَشَ أَسْمَعُ مِنْهُ الْحَدِيْثَ وَكُنْتُ رُبَمَا لَحَنْتُ فَقَالَ لِي: يَا أَبَا سُفْيَانَ! تَرَكْتَ مَا هُوَ أَوْلَى بِكَ مِنَ الْحَدِيْثِ. فَقُلْتُ: يَا أَبَا مُحَمَّدٍ! وَأَيُّ شَيْءٍ أَوْلَى مِنَ الْحَدِيْثِ؟ فَقَالَ: النَّحْوُ. فَأَمْلَى عَلَيَّ الْأَعْمَشُ النَّحْوَ ثُمَّ أَمْلَى عَلَيَّ الْحَدِيْثَ “Aku mendatangi al-A’masy untuk mendengarkan hadits darinya dan terkadang aku mengalami lahn, lalu dia berkata kepadaku, ‘Wahai Abu Sufyan! Kamu telah meninggalkan sesuatu yang lebih utama bagimu daripada hadits.’ Aku bertanya, ‘Wahai Abu Muhammad! Apa itu yang lebih utama daripada hadits?’ Dia menjawab, ‘Nahwu.’ Lalu al-A’masy mengajariku nahwu baru kemudian menyampaikan hadits kepadaku.”[19] Syu’bah berkata: مَنْ طَلَبَ الْحَدِيْثَ فَلَمْ يُبْصِرِ الْعَرَبِيَّةَ فَمَثَلُهُ مَثَلُ رَجُلٍ عَلَيْهِ بُرْنُسُ وَلَيْسَ لَهُ رَأْسٌ “Barangsiapa mencari hadits tetapi tidak memahami bahasa Arab, maka perumpamaannya seperti seseorang yang memakai burnus (sejenis mantel) tetapi tidak memiliki kepala.”[20] c. Hukum Mempelajari Selain Bahasa Arab Hukum mempelajari bahasa lain selain bahasa Arab hukumnya mubah, bahkan menjadi wajib untuk urusan dakwah ilallah. Dalil kebolehannya adalah sebuah riwayat bahwa Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata: أَمَرَنِي رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتٍ مِنْ كِتَابِ يَهُودَ قَالَ: «إِنِّي واللّٰهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابٍ» قَالَ: فَمَا مَرَّ بِي نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ. قَالَ: فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ، وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk mempelajari tulisan-tulisan surat Yahudi. Beliau bersabda, ‘Demi Allah aku tidak akan percaya dengan surat Yahudi.’ Aku pun mempelajarinya dan tidaklah berlalu bagiku kecuali setengah bulan untuk menguasainya. Setelah aku mahir, bila beliau ingin menyurati Yahudi aku yang menulis dan bila beliau disurati aku yang membacakannya untuk beliau surat mereka.”[21] Dari jalan lain, Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata: أَمَرَنِي رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk mempelajari bahasa Suryani.”[22] Fadhilatusy Syaikh al-Utsaimin (w. 1421 H) pernah ditanya tentang hukum mempelajari bahasa Inggris pada waktu sekarang? Beliau menjawab, “Mempelajarinya hanyalah sebagai wasilah (pelantara/alat), yaitu saat engkau memerlukannya sebagai alat untuk mengajak manusia kepada Allah. Namun, terkadang mempelajarinya menjadi wajib. Hanya saja, jika engkau tidak memerlukannya maka janganlah engkau menyibukkan waktumu untuk itu, tetapi sibukkanlah dengan pelajaran yang lebih penting dan lebih bermanfaat. Kebutuhan manusia itu berbeda-beda dalam mempelajari bahasa Inggris. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Yahudi. Maka, mempelajari bahasa Inggris hanyalah sebagai salah satu alat. Jika engkau memerlukannya maka boleh mempelajarinya, jika tidak perlu maka janganlah engkau sia-siakan waktumu untuk itu.”[23] Beliau juga pernah ditanya, “Bagaimana pendapat Anda tentang seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris terutama untuk berdakwah mengajak manusia kepada Allah?” Beliau menjawab, “Kita melihat bahwa mempelajari bahasa Inggris hanyalah wasilah, tanpa diragukan. Bisa menjadi wasilah (pelantara) yang baik jika hal itu untuk tujuan yang baik dan bisa juga jelek jika tujuannya jelek. Akan tetapi sesuatu yang wajib dijauhi adalah menjadikannya sebagai pengganti dari bahasa Arab, maka ini tidak boleh. Kita telah mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab sehingga sebagian orang bodoh lagi rugi itu menjadikan mereka sebagai ekor bagi orang lain, mereka mengajari anak-anak mereka cara penghormatan orang-orang kafir. Mereka mengajarkan ucapan bye-bye ketika berpisah, dan yang serupa dengannya. Karena mengganti bahasa Arab yang merupakan bahasa al-Qur`an sebagai bahasa yang paling mulia adalah haram. Dan telah shahih dari kalangan Salaf tentang larangan berbicara dalam bahasa asing (selain Arab) padahal yang dilarang bukan orang Arab. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai wasilah bagi dakwah, maka tidak diragukan lagi bahwa hal itu terkadang menjadi wajib. Saya tidak mempelajarinya dan saya berandai-andai dulu mempelajarinya karena saya temukan dalam beberapa kesempatan bahwa saya amat membutuhkannya karena penerjemah tidak mungkin mengungkapkan apa yang ada di dalam hati saya secara sempurna. Saya akan ceritakan sebuah kisah kepada kalian yang terjadi di masjid bandara di Jeddah beserta beberapa tokoh Islam. Kami berceramah setelah shalat Shubuh tentang madzhab Tijani dan itu adalah madzhab bathil dan kufur dalam Islam. Saya berbicara dengan apa yang saya ketahui tentang madzhab itu. Lalu datanglah seseorang dan berkata, ‘Saya ingin Anda mengizinkan saya untuk menerjemahkan dengan bahasa Husa.’ Lalu saya berkata, ‘Tidak apa-apa.’ Lalu dia menerjemahkannya. Lalu masuklah seorang laki-laki dengan tergesa-gesa lalu berkata, ‘Orang yang menerjemahkan ucapan Anda tadi memuji madzhab Tijaniyah!’ Saya pun tercengang dan bekata, ‘Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râjiûn, seandainya saya mengetahui bahasa ini maka saya tidak membutuhkan orang-orang penipu ini.’ Kesimpulannya, bahwa mengetahui bahasa lawan bicara --tanpa diragukan-- sangatlah penting dalam menyampaikan informasi. Allah ta’ala berfirman: ﮋ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞﮟ ﮊ ‘Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya supaya dia menjelaskan kepada mereka.’”[24] [25] d. Menyesal Karena Enggan Belajar Bahasa Arab Penyesalan selalu datang belakangan. Ada yang menyesal disebabkan keengganan dan sibuk dengan urusan dunianya. Ada pula yang menyesal disebabkan dulu belum memaksimalkan waktunya, disibukkan dengan aktifitas dakwah, atau keluarga. Orang yang berbahagia adalah siapa yang Allah selamatkan dari dua jenis musibah ini. Saat uban mulai tumbuh, saat kesibukan merangkul dari setiap penjuru, saat tertimpa musibah dan persoalan yang buntu, saat memutuskan menjadi ahli ilmu, maka saat itulah dia berteriak pilu karena tidak mampu menangis saat membaca al-Qur`an yang berbahasa Arab. Dia kesulitan mentadaburi lafazh-lafazhnya dan uslub-uslubnya. Dia terhalangi dari menikmati keindahan sastranya. “Andai dulu aku meluangkan waktu mempelajari bahasa Arab meski sepenggal waktu,” gumamnya. Semoga ini tidak terucap nanti. Atha` bin Abi Rabbah[26] rahimahullah (w. 114 H) berkata: وَدِدْتُ أَنِّي أُحْسِنُ العَرَبِيَّةَ “Aku sangat ingin untuk memperbagus bahasa Arabku.”[27]

Benarkah Bahasa Arab Itu Mudah?

Ilmu diibaratkan para ulama sebagai gudang yang tertutup rapat pintunya. Adapun kuncinya adalah bahasa Arab. Oleh karena itu, manfaat ilmu bisa diraih jika tersedia kunci bahasa Arab. Maka, beruntunglah orang yang mencari kunci itu. Namun, kata orang-orang bahasa Arab itu susah, sementara yang lain mengatakan mudah. Manakah yang benar? 1. Benarkah Bahasa Arab Itu Mudah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa agama itu mudah berikut mempelajari dan mengamalkannya. Beliau bersabda: «إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ» “Sesungguhnya agama itu mudah.”[1] Oleh karena itu, mempelajari bahasa Arab itu mudah karena bahasa Arab adalah bagian dari agama. Dalil untuk hal ini adalah perkataan Umar Radhiyallahu ‘anhu: تَعَلَّمُوا اللَّحْنَ وَالْفَرَائِضَ فَإِنَّهُ مِنْ دِينِكُمْ “Pelajarilah lahn dan faraidh karena ia termasuk agama kalian.”[2] Allah yang maha menepati janji-Nya menegaskan dalam firman-Nya: ﮋ ﭛ ﭜ ﭝ ﮊ “Dan sungguh Kami telah memudahkan al-Qur`an itu dengan bahasamu.”[3] Imam al-Qurthubi (w. 671 H) berkata, “Yakni Kami jelaskan al-Qur`an dengan bahasamu Arab dan menjadikannya mudah bagi yang mentadaburi dan merenungi. Ada yang berpendapat, ‘Kami menurunkannya kepadamu dengan bahasa Arab agar mudah dipahami.’”[4] Al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H) berkata, “Maksudnya, Kami mudahkan al-Qur`an ini yang Kami turunkan semudah-mudahnya, sejelas-jelasnya, seterang-terangnya, dan segamblang-gamblangnya dengan bahasamu yang merupakan bahasa paling agung, indah, dan tinggi.”[5] Syaikh as-Sa’di (w. 1376 H) berkata, “Maksudnya, Kami telah mudahkan ia dengan bahasamu yang merupakan bahasa yang paling fasih secara mutlak dan paling agung, sehingga karenanya kamu dimudahkan lafazhnya dan kamu dimudahkan maknanya.”[6] Jika ada yang bertanya, “Jika benar mudah, mengapa banyak orang yang mengeluh susah saat masa-masa mempelajarinya?” Penulis jawab, “Anda harus yakin bahwa Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Kemudian, Anda bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya, sabar, dan tidak lupa meminta pertolongan kepada Allah karena manusia adalah hamba yang lemah. Dengan begitu, Allah akan benar-benar menunaikan janji-Nya. Ingatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: «الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ» “Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah dalam apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah.”[7] Syaikh Fuad Abdul Baqi menjelaskan, “Yang dimaksud kuat di sini adalah kemauan jiwa yang kuat dan tinggi dalam urusan Akhirat, sehingga orang yang memiliki sifat ini kebanyakan berada di garda depan saat jihad melawan musuh dan bersegera menyongsongnya dan lari menerjangnya. Dia sangat kuat keinginannya untuk beramar ma’ruf nahi mungkar dan bersabar atasnya, memikul penderitaan di jalan Allah, sangat rindu untuk shalat, puasa, dzikir, dan semua ibadah. Dia rajin melaksanakannya dan menjaganya.” Lanjutnya, “Maksud bersemangat adalah dalam ketaatan kepada Allah dan bersemangat untuk mendapatkan apa yang ada di sisi-Nya. Dia meminta pertolongan kepada Allah dalam melaksanakannya, tidak lemah, dan tidak malas dalam meminta ketaatan dan pertolongan.”[8] Fadhilatusy Syaikh al-Utsaimin (w. 1421 H) berkata, “Pada awalnya, nahwu itu sulit tetapi pada akhirnya mudah. Ia diumpamakan seperti sebuah rumah rotan dan pintunya besi. Yakni, masuknya memang sulit tetapi setelah Anda masuk akan mudah segala sesuatunya bagi Anda. Oleh karena itu, semestinya bagi seseorang untuk bersungguh-sungguh saat awal-awal mempelajarinya sehingga akan mudah baginya di sisanya. Tidak perlu memperhatikan ucapan seseorang, ‘Nahwu itu sulit!’ karena hanya akan menjadikan pelajar merasa minder. Ini tidaklah benar, tetapi sukar di awal dan mudah bagi Anda di sisanya. Perkataan seseorang, ‘Nahwu itu sukar dan panjang tangganya...’ ini tidaklah benar. Kami tidak sependapat dengan ini, bahkan kami katakan, ‘Nahwu itu mudah dan tangganya pendek serta pendakiannya mudah dari awalnya, insya Allah. Maka pahamilah.’”[9] Mempelajari bahasa Arab akan lebih mudah bila berguru langsung kepada ahlinya yang akan mendekatkan sesuatu yang jauh, memperjelas sesuatu yang tersamar, menunjukkan jalan-jalan yang mudah, dan menghemat waktu. Allahu a’lam.

16 June 2021

KEISTIMEWAAN WANITA DI TENTANG CINTA

1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W akan hal tersebut,jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.” 2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang soleh. 3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T dan orang yang takutkan Allah S.W.T akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. 4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah)lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S 5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W) di dalam syurga. 6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga. 7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka. 8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu. 9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu. 10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab. 11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya). 12. Aisyah r.a berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda,… “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah S.A.W….”Ibunya. “ 13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki. 14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun). 15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan. 16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T 17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya. 18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan. 19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.

Permata Dakwah Yang Berkilau Di Era Jatuhnya Islam

Zaynab al-Ghazali bukanlah seperti wanita biasa. Seperti Aisha Abdul Rahman, beliau merupakan rakyat Mesir dan mempertahankan hak-hak wanita Islam berdasarkan apa yang diyakini beliau sebagai fahaman Islam yang betul. Beliau dilahirkan di Al-Bihira pada tahun 1917 di dalam keluarga yang terhormat, keturunan Umar al-Khattab dan al-Hasan bin Ali bin Abi Talib. Ayah beliau juga merupakan lulusan al-Azhar. Beliau lebih terkedepan sebagai pejuang dan aktivis Islam daripada seorang yang ulama’. Sewaktu mudanya, beliau aktif dalam pergerakan feminis, dan menyertai Kesatuan Wanita Mesir (Egyptian Feminist Union) yang diasaskan oleh Huda as-Syarawi pada tahun 1923. Beliau telah keluar daripada persatuan itu disebabkan tidak bersetuju dengan idea dan landasan perjuangan gerakan pembebasan wanita. Pada umur 18 tahun (1936), beliau mengasaskan Persatuan Wanita Islam untuk menguruskan hal-ehwal dan akitiviti-aktiviti wanita berlandaskan ajaran Islam dan tujuan ke arah Islam. Ikhwan Muslimin yang diasaskan oleh Hasan al-Banna pada 1928 mempunyai perancangan untuk mengasaskan sayap wanita di dalam pertubuhannya. Hasan al-Banna telah meminta beliau untuk mengetuai bahagian wanita dalam Ikhwan Muslimin. Beliau dan persatuannya menolak tawaran ini tetapi menyatakan persetujuan untuk memberikan kerjasama. Setelah Ikhwan Muslimin dibubarkan pada tahun 1948, Zaynab al-Ghazali telah berbaiah kepada Hasan al-Banna pada tahun 1949 untuk menyokongnya dan bersama memperjuangkan sebuah daulah Islam. Malangnya Hasan al-Banna telah gugur syahid tidak lama setelah itu. Kesedihan hati Zaynab telah tercoret dalam bukunya yang masyhur, Hari-hari Dalam Hidupku. Beliau menyambung perjuangan dan mengotakan baiahnya kepada pemimpin Ikhwan Muslimin yang menggantikan Hasan al-Banna iaitu Hasan al-Hudhaibi. Beliau menyertai dan bersama dengan ahli Ikhwan Muslimin terutama apabila Ikhwan Muslimin diharamkan dan merekaterpaksa bergerak secara rahsia di bawah pemerintahan Jamal Abdul Naser sekitar tahun 1950-1960an.Dalam satu temuramah dirumahnya di Heliopolis, Mesir pada tahun 1981, Zainab al-Ghazali berkata: “Islam telah menyediakan segala-galanya untuk lelaki dan perempuan. Islam memberikan wanita semuanya-kebebasan,hak ekonomi,hak politik,hak social, hak awam dan juga hak persendirian. Islam telah memberikan hak-hak wanita di dalam keluarga lebih daripada persatuan dan agama lain. Wanita boleh berkata tentang kebebasan wanita dalam masyarakat Kristian,Yahudi dan juga masyarakat pagan, tetapi dalam masyarakat Islam adalah satu kesilapan besar untuk berkata tentang kebebasan wanita. Wanita Muslim perlu mempelajari Islam supaya mereka tahu Islam telah memberikan mereka semua hak-hak mereka.” Inilah intipati pemikiran Zainab al-Ghazali berkenaan dengan status wanita seperti yang selalu diluahkan dan disampaikan beliau dalam ceramah-ceramah beliau dan juga karya-karya beliau di dalam majalah al-Da’wa, dimana beliau merupakan editor sebuah ruangan untuk pembangunan rumah tangga Muslim yang sebenar. Perkara utama dalam perjuangan beliau adalah pentarbiyahan, iaitu untuk memberi kefahaman Islam di dalam pemikiran wanita, mendidik mereka tentang hak-hak dan tanggungjawab mereka dan mengubah masyarakat untuk membina sebuah daulah Islamiah yang berpandukan al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Zainab al-Ghazali meyakinin bahawa Islam membenarkan wanita untuk bergiat aktif dalam hal social, memegang jawatan, memasuki politik dan juga memberi pendapat. Beliau percaya Islam membenarkan wanita memiliki harta, menguruskan perniagaan dan apa sahaja yang mereka mahu dalam perkhidmatan masyarakat Islam. Beliau berpendapat tugas utama wanita Muslimah ialah menjadi ibu dan isteri. Oleh itu, tiada tanggungjawab lain yang boleh mengatasi tanggungjawab ini. Jika wanita itu mempunyai masa luang untuk menyertai aktiviti kemasyarakatan setelah tugasnya sebagai ibu dan isteri telah dipenuhi, maka dia boleh berbuat demikian kerana Islam tidak melarang perbuatan tersebut. Zainab al-Ghazali sangat meyakini tanggungjawab agama dan social apabila berkahwin. Pada perkahwinan beliau yang pertama, suami beliau tidak bersetuju untuk membenarkan beliau bergiat aktif dalam perjuangan Islam. Dengan sebab itu, beliau telah meminta cerai daripada suaminya kerana pra-syarat yang diletakkan oleh beliau sebelum berkahwin adalah membenarkan beliau memperjuangkan Islam. Suami beliau yang kedua memahami semangat dan gagasan perjuangan beliau dan melibatkan diri dalam penulisan untuk menyokong beliau dan sama sekali tidak menghalang beliau dari perjuangan. Didalam buku ‘Hari-hari dalam Hidupku’ (Ayyam min Hayati) beliau mengisahkan bagaimana suami beliau walaupun sangat bimbang akan diri beliau tetapi terus menerus menyokong perjuangan suci beliau. Zainab al-Ghazali juga menekankan beliau tidak akan mengabaikan tanggungjawab kepada suami dan keluarga beliau walaupun beliau Amirah sayap wanita Ikhwan Muslimin. Tanggungjawab beliau yang berat itu menyebabkan beliau perlu bekerja pada waktu yang panjang di pejabat beliau dan aktiviti bersama Ikhwan Muslimin. Setelah kematian suaminya yang kedua, beliau masih di dalam penjara. Beliau merasakan tanggungjawabnya terhadap perkahwinan telah selesai dan beliau bebas untuk mengorbankan seluruh masanya untuk perjuangan Islam. Sebagaimana pejuang-pejuang Islam yang lain, beliau juga kecewa dengan revolusi Mesir 1952 yang didokong mereka pada mulanya dan akhirnya pejuang Islam telah dikhianati oleh Jamal Abdul Naser. Zainab al-Ghazali menyatakan bahawa rejim Jamal Abdul Naser adalah musuh kepada Islam. Setelah beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin ditangkap dan dihukum mati dan ramai dipenjara, beliau mendahului pergerakan untuk menolong isteri, janda dan keluarga pejuang yang telah dibunuh dan dipenjarakan. Walaupun dipenjara, beliau meningkatkan usaha tarbiyyah secara rahsia diketuai oleh pimpinan Ikhwan Muslimin. Dalam tahun 1962, beliau dapat berhubung dengan Sayyid Qutb melalui dua orang adik Sayyid Qutb dan menerima tulisan beliau berkenaan perjuangan Islam dan tafsir al-Quran dan hadith serta syariah Islam. Beliau juga menerima sebahagian dari buku yang dikarang oleh Sayyid Qutb dalam penjara yang kemudian diterbitkan dengan judul Ma’alim Fit-Tariq (Petunjuk Sepanjang Jalan). Tulisan dan petunjuk daripada Sayyid Qutb di dalam penjara dan juga ayat-ayat al-Quran akan dipelajari dalam satu kumpulan terdiri daripada lima hingga sepuluh pemuda yang berjumpa pada waktu malam di rumah Zainab ataupun tempat lain. Perbincangan, pandangan dan pendapat diutarakan di dalam pertemuan tersebut. Dengan persetujuan Sayyid Qutb dan pimpinan Ikhwan Muslimin, keputusan untuk menjalankan program tarbiyyah selama 13 tahun sepertimana zaman Rasulullah saw di era Mekah. Apabila tempoh ini berakhir, maka studi dan kajian akan dibuat adakah sekurangnya 75%daripada rakyat Mesir sudah yakin dengan keperluan adanya daulah Islam dan membangunkannya. Jika ianya terjadi maka gerak kerja menubuhkan daulah Islam akan dilakukan dan jika belum lagi mencapai tahap tersebut, program pentarbiyahan akan dilakukan semula selama 13 tahun lagi sehingga sehingga rakyat bersedia untuk membina daulah Islam, menerima pakai undang-undang syariah Islam dan menegakkan hukum Islam berpandukan al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Apabila kerajaan Mesir berasa curiga dengan perkumpulan rahsia dan matlamat mereka ini, Ikhwan Muslimin diserbu pada tahun 1965. Ikhwah dan akhawat pergerakan Ikhwan Muslimin semuanya ditangkap dan dipenjarakan. Zainab al-Ghazali adalah salah seorang daripada mereka. Jemaah wanita Ikhwan Muslimin dibubarkan. Beliau dibicarakan bersama sahabiah yang lainnya pada tahun 1966 dan dihukum penjara seumur hidup dengan kerja berat. Satu hukuman yang tidak masuk akal bagi seorang wanita. Namun pada tahun 1971 beliau telah dibebaskan apabila kematian Jamal Abdul Nasir dan Anwar Sadat mengambil alih tampuk pemerintahan. Setelah itu, beliau terus sahaja meneruskan perjuangan beliau tanpa mengenal penat lelah dalam mendaulatkan Islam dibumi Mesir. Beliau merupakan wanita yang terkemuka setelah jatuhnya khilafah Islamiah di Mesir. Beliau tidak mempunyai anak dan segalanya hidupnya diserahkan kepada perjuangan Islam. Beliau juga menjadi sanjungan dan pendorong kepada perjuangan wanita di seluruh dunia. Beliau dihormati oleh kawan dan lawan, malah disegani oleh tokoh-tokoh ulama’ kerana perjuangannya yang luar biasa. Zainab al-Ghazali kembali ke rahmatullah pada hari Rabu 3 Ogos 2005 di kala umur beliau 88 tahun. Ternyata umur yang panjang yang dianugerahkan Allah pada beliau telah digunakan tanpa sia-sia sedikitpun, semuanya dikorbankan demi menegakkan agama Allah yang mulia. Beliau terus menjadi idola dakwah kepada pejuang-pejuang Islam di seluruh dunia. Beliau juga menjadi bukti kukuh bahawa sebenarnya Islam mampu membina wanita yang berjuang untuk Islam. Sejarah hidup beliau persis hidup srikandi di teratak Rasulullah saw. Jadi tidaklah salah jika kita menggelarnya sebagai Ummul Mujahidah pada masa kini. Moga Allah mencucuri rahmat yang melimpah ruah kepada beliau dan menjadikan beliau di kalangan para siddiqin,amilin dan mujahidin.

26 January 2021

Initiative Q is an attempt by ex-PayPal guys to create a new payment system instead of payment cards that were designed in the 1950s. The system uses its own currency, the Q, and to get people to start using the system once it's ready they are allocating Qs for free to people that sign up now (the amount drops as more people join - so better to join early). Signing up is free and they only ask for your name and an email address. There's nothing to lose but if this payment system becomes a world leading payment method your Qs can be worth a lot. If you missed getting bitcoin seven years ago, you wouldn't want to miss this. Here is my invite link:

https://initiativeq.com/invite/E638gJAZS



17 November 2020

Bahaya Virus Al Haraki Dalam Gerakan Islam

SUATU PERINGATAN DARI USTAZ FATHI YAKAN
( Virus Merbahaya Yang Menyerang Harakah Dakwah Masa Kini )

Muqaddimah

Seorang Mujahid Dakwah, Ustaz Fathi Yakan, yang pernah berkunjung ke Negara kita, dalam rangka menghadiri Muktamar Agung PAS tahun 1997, telah memperingatkan kita semua tentang bahaya VIRUS AIDS Haraki, iaitu istilah yang menggambarkan fenomena yang telah dan sedang terjadi di sebahagian harakah Islamiah di seluruh dunia.

Ini adalah peringatan penting beliau kepada para aktivis dakwah, sejak enam belas tahun yang lalu di dalam buku beliau : Ihzaruu AIDS Al-Haraki (Berjaga-jagalah, AIDS Haraki). Wa Zakkir !! Fa inna az-Zikra tanfa`ul mu’minin.

Penyakit AIDS adalah merujuk keadaan seseorang yang mengalami kehilangan daya tahan penyakit di dalam tubuh, sehingga menjadi mudah dijangkiti penyakit dengan keadaan yang parah. Sehingga kini, penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini, masih belum ditemui ubat yang dapat menyembuhkan penyakit merbahaya ini. Para penghidap HIV/AIDS ini akan berhadapan dengan risiko kematian.

Dalam buku “Ihdzaruu Al-Aids Al-Harakiy (1989)”, Al-Ustaz Fathi Yakan secara khusus mengingatkan kes kehancuran harakah dan tanzim dakwah di Lubnan. Hal yang sama juga berlaku di beberapa Negara Muslim yang terdapat harakah Islamiah di situ. Beliau berpendapat, kes-kes kehancuran tanzim dakwah bermula dari kelemahan daya tahan dalaman jama`ah, yang seringkali terjadi di saat mereka berada di atas paksi Mihwar Siyasi (Orbit Politik).

Hal ini sering terjadi ketika harakah Islamiah memasuki wilayah amal siyasi (kerja politik) untuk menyempurnakan wilayah `amal dakwah dan meningkatkan sasaran dakwah yang lainnya.

Mengapa terjadi seperti ini? Apakah penglibatan harakah Islamiah dalam wilayah politik adalah suatu kekeliruan dan kesilapan? Tentu saja tidak !! Bahkan ini adalah suatu kewajipan kita semua.

Konsep Syumuliatul Islam yang diperkenalkan Imam As-Syahid Hasan al-Banna di dalam usul pertama dari Usul `Isyrin, telah memberikan gambaran pentingnya kita bergerak di paksi politik demi tertegaknya Ad-Din wa Ad-Daulah. Sesungguhnya saat ini, Syumuliayatud Dakwah menuntut kita memasuki dan menguasai wilayah politik.

Mengenal Virus Merbahaya.

Persoalan yang timbul ialah bagaimana virus ini boleh berjangkit dan menjadi penyebab kehancuran kepada harakah? Dalam analisa dan tajribah Ustaz Fathi Yakan, terdapat 7 faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi :

1. Hilangnya Manna`ah I`tiqodiyah (imuniti keyakinan) dan tidak terbinanya bangunan dakwah di atas dasar fikrah dan mabda’ yang benar dan jitu. Akibat yang timbul dari faktor ini, tanzim dakwah tidak tertegak di atas fikrah yang benar dan utuh.

Adakalanya sebuah tanzim hanya wujud sebagai Tanzim Ziyami, iaitu tanzim yang berdiri atas landasan wala’ kepada seorang pemimpin yang diagungkan.

Ada juga yang bergerak sebagai Tanzim Syakhshi, iaitu tanzim yang tertegak atas bayangan keperibadian (figure) seorang pemimpin. Terdapat juga yang berbentuk Tanzim Mashlahi Naf`i yang berorientasi mewujudkan tujuan perlaksanaan pengisian semata-mata.

Kerana itu, binaan tanzim menjadi begitu rapuh, tidak mampu menghadapi kesulitan dan cabaran. Akhirnya bergoncanglah binaan dan bercerai-berai shofnya sehingga terjadilah berbagai peristiwa dan tragedi.

2. Perkaderan dan pembinaan anggota berdasarkan kuantiti, dengan mengutamakan bilangan dan jumlah keahlian menjadi keutamaan qiyadah. Seringkali dianggap, bahawa jumlah yang banyak itu akan menjadi penentu kemenangan dan kejayaan. Kondisi ini mungkin ada kebenarannya ketika sebuah harakah dakwah tampil secara rasmi sebagai parti politik dan terlibat dalam pilihanraya.

Akan tetapi hal ini perlu diawasi kerana, orientasi ini akan memudahkan pihak-pihak tertentu cuba mewujudkan qaidah sya’biyah atau dasar dokongan sosial untuk kepentingan mealisasikan tujuan-tujuannya.

Dalam situasi tertentu akan muncul keperibadian atau tokoh-tokoh tertentu dalam harakah yang memperjuangkan kepentingan peribadi dengan memanfaatkan qaidah sya’biyah yang dibinanya. Pada saat ini, qa`idah sya’biyah ini akan bertindak sebagai musuh dalaman kepada harakah Islamiah.

3. Isti’jal (tergesa-gesa) untuk meraih kemengan, meskipun tidak seimbang dengan persediaan yang mencukupi, walaupun ditahap minimum. Kemenangan politik bererti memperolehi kekuasaan. Setiap aktivis politik akan dikuasai semangat mencari dan mengejar kekuasaan sehingga tidak ada penghujungnya.

Menurut Ustaz Fathi Yakan, kekuasaan yang diperolehi di manapun akan menuntut pembahagian ghanimah (harta rampasan perang) kepada penjaga sesuai dengan perbandingan tugasan yang ditanggung seseorang. Ghanimah yang telah diperoleh itu kadangkala melahirkan cubaan, fitnah dan bencana kerosakan dalam harakah.

Permasalahan dasarnya adalah penipuan dalam pembahagian, antara perseorangan, pemimpin serta penguasa yang bercita-cita mendapatkan bahagian kekuasaan yang banyak. Akhirnya prinsip perjuangan tergadai dan agenda maddiyah dengan mengejar kepentingan hawa nafsu akan menjadi tuntutan perjuangan mereka.

Ketika ini hilanglah roh aqidah dalam perjuangan, tumpuan hanya diberikan kepada percaturan strategi menghadapi musuh dalam pilihanraya dengan meninggalkan agenda pembinaan ruhiyah di kalangan jundiyah dan qiyadah. Akhirnya “yang dikejar tak dapat, yang dikendong keciciran ”.

4. Binaan tanzim dipengaruhi unsur luaran. Samada dipengaruhi oleh latarbelakang kekuatan yang berada di sekelilingnya dari aspek politik, ekonomi dan lain-lain aspek. Akibatnya, tanzim akan kehilangan potensi keaslian perjuangan, kehilangan orientasi dan arah tujuan politik. Kerana hilangnya asholah dakwah (keaslian), tanzim menjadi alat kepentingan pihak lain, dan segala keputusan dan tindakan dipengaruhi kelompok tertentu.

5. Munculnya berbagai aliran dan kelompok dalam harakah. Hal ini sering terjadi kepada harakah yang telah mengalami perpecahan lantaran hilangnya wahdatul fikr dan wahdatul `amal. Kesan dari permasalahan ini akan timbulnya ta`addudul wala’, justeru akan timbul pertikaian, perebutan pengaruh dan kekuasaan untuk meraih hasrat dan cita-cita peribadi atau kelompok tertentu.

6. Campur tangan pihak luar dengan pengaruh dominan politik, ideologi, perisikan, inteligent dengan berbagai cara penyamaran untuk menyerang musuh dalam harakah dengan tujuan menghancurkan kekuatan dan kesatuan di dalam tanzim. Ruang yang terbuka untuk campur tangan atau penyusupan amat luas, terutama melalui ruang politik, iaitu dengan menawarkan pelbagai maslahah siasah.

Kekuatan luaran dan campur tangan ke dalam tanzim harakah berlaku ketika jamaah mengalami kelemahan, miskinnya roh `aqidah di kalangan jundiyah dan qiyadah, kuatnya kecenderungan mengejar maddiyyah dan jawatan.

7. Lemah atau hilangnya kesedaran politik (wa’yu siyasi) dalam harakah. Sesebuah harakah yang tidak memiliki wa’yu siyasi yang tinggi dan baik, tidak akan dapat mengimbangai peredaran zaman, gagal mengambil istifadah dan pengajaran dari pengalaman lepas, tidak mengkaji peranan harakah di masa depan dan tidak mampu membuat suatu keputusan politik setempat berdasarkan situasi dan kondisi politik internasional.

Apabila harakah mengalami kelemahan seperti ini, akan berlaku sikap yang kontradiktif dan mudah terbawa arus. Keadaan ini memudah unsur-unsur negatif dari luar mengawal keputusan politik dalam harakah dan mengenepikan peranan majlis syura dalam jamaah.

Semua faktor kondisi yang dinyatakan oleh Ustaz Fathi Yakan adalah berkesimpulan dari masalah mendasar harakah Islamiah masa kini, iaitu “politik mendominasi tarbiah”. Keadaan ini menyebabkan suasana atau munakh harakah dikuasai oleh politik, bahkan sangat mempengaruhi pendirian dan sikap para anggota dan pimpinan harakah.

Kewajipan Memelihara Asholatud Dakwah (Keaslian Dakwah).

Permasalahan dan penyakit yang berlaku di dalam harakah dakwah, hanya dapat dikawal dan diubati dengan memelihara keaslian dakwah yang kita warisi dari Baginda Rasulullah SAW.

Syeikh Mustafa Masyhur Rahimahullah, dalam sebuah tulisannya, Qadhaya Asasiyyah `Ala Thoriqud Dakwah, menekankan betapa pentingnya Muhafazhah `Ala al-Asholah (memelihara keaslian dakwah), agar harakah terjamin berada di jalan yang benar menuju sasaran.

Sekecil-kecil penyelewengan dari asholah dakwah, pasti akan melahirkan kegelinciran yang semakin hari semakin besar, serta menyeret harakah jauh dari jalan yang benar dan gagal mencapai sasaran harakah. Imam Asy-Syahid Hasan al-Banna selalu menekankan agar jamaah beriltizam dengan Islam, Al-Quran dan As-Sunnah serta melangkah ke medan dakwah berpandukan Sirah Rasulullah SAW ketika beliau menegakkan Daulah Islamiah pertama. (Mustafa Masyhur, Qadhaya Asasiyyah `Ala Thoriqud Dakwah).

Memelihara Asholah Dakwah bererti meletakkan kepentingan kepada tarbiyah. Kerana itu, tarbiyah dalam jemaah tidak boleh dikesampingkan atau diabaikan demi memenuhi tuntutan kegiatan politik, publisiti bahkan jihad sekalipun. Perencanaan takhtit dan tanzim semata-mata tidak mencukupi tanpa tarbiyah untuk membina izzah harakah di mata musuh Islam.

Usrah merupakan tulang belakang tarbiyah dalam jamaah, yang berperanan sebagai wasilah yang mendidik ahli dan membentuk rijal. Semua anggota di manapun peringkat jamaah, samada ahli hinggalah pimpinan tertinggi wajib mengikuti peringkat-peringkat tarbiyah sehingga sampai ajalnya.

Kesimpulan

Ternyata, kewajipan itu lebih banyak dari batas waktu yang kita miliki. Kerana itu, dakwah kita tidak dibina atas dasar rukhshah (keringanan), tetapi dibangun atas dasar `azhimah dan tekad yang teguh. Jika hal ini diperhatikan dengan sewajarnya, dari peringkat ahli sehinggalah pimpinan jamaah, segala permasalahan yang sering melanda harakah dan dakwah, nescaya virus bahaya yang menular dalam tanzim binaan jamaah dapat diatasi.

Semoga kita mengambil pelajaran dan manfaat dari taushiyah yang disampaikan sejak enam belas tahun silam oleh seorang da`ie yang menjadi qudwah kepada kita, demi kebaikan dan kejayaan harakah dakwah di Negara kita.

Kepada para Pejuang yang merindukan kejayaan.....

Kepada Rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan Kepada Pewaris peradaban yang telah menggoreskan

Sebuah catatan membanggakan di lembar sejarah manusia Wahai kalian yang rindu kemenangan…..

Wahai kalian yang turun ke medan Demi mempersembahkan jiwa dan raga Untuk Islam tercinta…..

09 October 2020

UNGKAPAN POLITIK DALAM AL-QURAN

Memahami maksud politik berdasarkan takrif yang dinyatakan di atas, ternyata di dalam al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang berkaitan dengan politik atau siyasah. Di antaranya ada ayat-ayat yang berhubung dengan undang-undang, peraturan dan sistem syura dalam pemerintahan. Melalui firmanNya, Allah telah menyatakan bahawa manusia yang tidak melaksanakan hukuman sepertimana yang ditetapkan adalah kafir, zalim dan fasiq.

Terjemahan ayat:

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al-Maidah:44)

Terjemahan ayat:

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (Al-Maidah:45)

Terjemahan ayat:

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq. (Al-Maidah:47)

Seseorang itu tidak dikatakan beriman sehinggalah mereka menjadikan Allah dan rasul sebagai hakim dalam segala hal yang mereka perselisihkan. Mereka tidak merasa sebarang syak dan ragu dengan apa yang telah diputuskan.

(Al-Nisa:65)

Sementara itu syura pula dijadikan asas dalam pemerintahan negara yang merupakan suatu bentuk institusi yang diperintahkan oleh Allah untuk faedah umat manusia.

(Al-Syura:38)

Allah mengingatkan kepada manusia supaya jangan terpedaya dengan hawa nafsu dan hendaklah sentiasa menerima ketetapan Allah. Manusia yang derhaka sentiasa berusaha untuk mengenepikan hukum Allah. Mereka akan menerima azab yang pedih.

Terjemahan ayat:

Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka   disebabkan
sebahagian dosa-dosa tnereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasiq.(Al-Maidah:49)

Sesungguhnya sebaik-baik hukuman adalah hukum Allah. Sebarang hukuman selain daripada apa yang ditetapkan oleh Allah adalah bersifat Jahiliyyah.
(Al-Maidah:50)

Hakikat dua golongan manusia iaitu yang ingkar dan taat, tunduk serta patuh dengan setiap hukuman, peraturan dan ketetapan Allah tetap wujud di sepanjang zaman sehingga hari kiamat.

Terjemahan ayat:

Tidakkah kamu melihat bahawa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bahagianbahagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatan oleh kamu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah SWT menurunkan (butir-butir) ais dari langit, (iaitu) dari (gumpalangumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakanNya (butiran-butiran) ais itu kepada siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkanNya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Al-Nur:43)

Mereka yang tunduk dan patuh inilah golongan manusia yang akan memperolehi kebahagian hidup di dunia dan akhirat. 

Terjemahan ayat:

Sesungguhnyajawapan orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An-nur:51)

Bagi orang-orang mukmin sama ada lelaki atau perempuan, mereka tiada pilihan lain kecuali menerima sahaja apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul. Jika tidak, mereka akan mendapat kesesatan di dunia dan akhirat akibat derhaka kepadaNya.

Terjemahan ayat:

Dan tidaklah patut bagi lelnki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa menderhakai Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab:36)

Dalam hal-hal yang berhubung dengan kepimpinan, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman supaya taat kepada Allah dan rasul dan juga kepada pemimpin.

Terjemahan ayat:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. (Al-Quran: al-Nisa': 59)

Ketaatan kepada Allah dan rasul berupa ketaatan yang mutlak. Sementara ketaatan kepada pemimpin adalah bersyarat iaitu selagi perintah itu tidak digolongkan dalam ertikata menderhakai Allah dan rasul. Islam menghendaki selain daripada Allah dan rasul sebagai sumber rujukan utama dalam soal kepimpinan, manusia yang diangkat sebagai pemimpin juga hendaklah dipilih dan dilantik dari kalangan orang yang beriman, yang sentiasa mengerjakan solat, mengeluarkan zakat serta mempunyai sifat rendah diri.

Terjemahan ayat:

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan solat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).  (Al-Maidah:55)

Orang yang menjadikan Allah dan rasul serta orang-orang yang beriman sebagai pemimpin akan memperolehi kejayaan di dunia dan akhirat.

Terjemahan ayat:

Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (Al-Maidah:56)

Selain daripada itu terdapat juga ayat-ayat yang berupa larangan Allah supaya jangan memilih pemimpin yang tidak beriman, kerana sifat dan sikap mereka terhadap Islam dan orang-orang yang beriman serta balasan Allah kepada mereka. Tidak kurang juga hal-hal yang berhubung dengan ketaatan kepada pimpinan, perpaduan ummah, persaudaraan dan kasih sayang.

Terjemahan ayat:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (iaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kajlr (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman.(Al-Hujurat:10)

Terjemahan ayat:

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. (Al-Mujadalah:22)



Terjemahan ayat:

Kami masukkan dia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(Ali-Imran:103)

Terjemahan ayat:

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara kerana itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Anfal:46)

Daripada ayat-ayat yang telah difirmankan oleh Allah itu dapatlah difahami bahawa politik itu merupakan satu bentuk atau sistem pemerintahan atau pentadbiran negara yang melibatkan pemerintah dan yang diperintah atau pemimpin dan yang dipimpin (rakyat) atau ummah serta undang-undang, peraturan atau ketetapan yang berupa Syariat Allah serta Sunnah rasulNya. Inilah yang dikatakan politik Islam yang sama sekali bertentangan dengan sistem politik sekular yang lahir daripada teori dan pemikiran manusia.


Kredit: Ancaman Nasionalis Sekular Ekstrim di Malaysia : Ustaz Abdul Basir Alias

05 October 2020

Bangkitkan Suasana Romantis, Berikut 7 Tahap Ciuman dari yang Lembut Sampai Paling Panas


Tahapan ciuman yang perlu diketahui pasangan sebelum melakukan hubungan selanjutnya. Hm
Berciuman adalah suatu bentuk kontak fisik yang dilakukan sebagai bentuk cinta untuk pasangan.
Sebagian besar ciuman selalu melibatkan kecupan bibir yang diarahkan ke bagian tubuh pasangan seperti dahi, pipi, maupun bibir.

Meski terangkum dalam satu gerakan saja, nyatanya ciuman memiliki sangat banyak jenis. Nggak cuma bermacam-macam jenis, makna di dalamnya pun sangat beragam.

Kami telah merangkum sekian banyak jenis tersebut ke dalam tujuh tahapan ciuman dari yang lembut sampai paling panas untuk membangun suasana yang semakin intim. Simak langsung yuk~

1. Forehead kiss


Ciuman di dahi adalah jenis ciuman yang menunjukkan kelembutan pada pasangan. Kecupan bibir yang mendarat di bagian dahi juga menunjukkan perasaan sayang. Efek yang dihasilkan setelahnya adalah perasaan nyaman.

2. Cheek kiss

Di banyak tradisi, ciuman di pipi adalah simbol untuk menunjukkan rasa pertemanan, sambutan, dan pemberi rasa hormat. Ciuman di pipi pada pasangan juga dapat menjadi simbol dukungan, pemujaan, dan perhatian.

3. Peck kiss


Secara harafiah, peck berarti mematuk. Proses ciuman ini memang mirip seperti gerakan mematuk pada unggas; cepat. Kecupan singkat di bibir ini biasanya dilakukan saat menyambut atau mengucap salam perpisahan pada orang yang disayang. Setara tos yang biasa kamu lakukan dengan teman, cuma yang ini lebih romantis aja. Hehe.

4. French kiss

Kalau peck kiss hanya dilakukan dalam tempo singkat seperti gerakan mematuk, maka french kiss adalah ciuman yang dilakukan layaknya dua ungas yang saling patuk dan paruhnya tersangkut satu sama lain. French kiss, yang juga melibatkan lidah, adalah tanda yang biasa diberikan sebelum memulai hubungan seksual.

5. Biting kiss


Ingin meningkatkan level kepanasan french kiss? Tambahkan sedikit gigitan pada bibir pasangan. Ciuman sambil menggigit ini biasanya dilakukan oleh pasangan yang hendak melakukan hubungan suami istri untuk membangun suasana.

6. Neck kiss

Satu paket dengan french kiss dan bite kiss, neck kiss alias ciuman pada leher pun juga masuk dalam tahapan membangun suasana sebelum berhubungan badan. Ciuman di leher seperti ini akan membangkitkan sisi sensual dari pasangan.

7. Hand kiss


Setelah semuanya berakhir, apa yang dilakukan? Yak, cium tangan. Orang Indonesia akrab dengan gerakan ini dan menyebutnya sebagai " salim" yang ditujukan untuk orang tua. Namun sebenarnya, ciuman di tangan yang dilakukan pada pasangan bisa menunjukkan keromantisan yang menggemaskan. Seperti menghidupkan suasana kehidupan putri dan pangeran dalam kisah-kisah dongeng.
Gimana, sudah punya bayangan tentang ciuman apa yang kamu lakukan?

Apapun jenis ciumannya, yang terpenting adalah jangan lupa untuk melakukannya dengan sepenuh cinta ya.

Eits, jangan lupa melakukannya dengan pasangan yang sah, ya~

Cara Merangsang Suami Menurut Islam Agar Bergairah di Ranjang


Sstt.. ini ada rahasia cara membuat suami terangsang!

Ada beberapa jurus jitu yang boleh anda pakai sebagai cara merangsang suami. Bahkan ada cara-cara merangsang suami menurut islam yang boleh anda lakukan saat diranjang nih, biar suami makin bergairah.

Biasanya, keluarga yang sudah memiliki anak di dalamnya jadi mengalami perubahan. Salah satunya kurangnya hubungan intim suami dan istri baik kualitas maupun kuantitasnya. Alasan paling umum adalah masalah kelelahan. Apalagi kalau si kecil lagi di usia balita yang memerlukan perhatian ekstra ya, Moms?

Padahal, intimasi antara suami dan istri ini penting banget loh! Kualitas hubungan seks yang optimal bisa membantu menjaga kerekatan rumah tangga. Berikut ini merangkum dari berbagai sumber, resep cara istri merangsang suami yang bisa dicobain!


Cara Merangsang Suami Menurut Islam






Nggak asal sembarangan, bagi yang muslim ada cara merangsang suami menurut Islam loh! Perempuan perlu tahu nih, soalnya sama seperti kita, suami juga nggak selalu dalam kondisi 'turn on'. Nggak ada salahnya buat kita yang coba memancing.

Adapun langkah awal sebagai cara merangsang suami menurut Islam adalah membaca doa terlebih dulu sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

" Bismillahi, allahima jannibnasyaithana, wa jannibissyaithana maa razaqtanaa."

Artinya: " Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkanlah setan dari apa Kau anugerahkan kepada kami."


Hal pertama sebagai cara merangsang suami yang harus dilakukan adalah mengambil air wudhu. Hal ini dipercaya membuatmu terlihat lebih segar, tidak kusum dan kusut. Jadi suami akan suka deh lihatnya.

Pakai Wewangian

Setelah wudhu, cara merangsang suami menurut Islam bisa dilanjutkan dengan memakai wewangian yang aromanya memang kesukaan suami. Gunakan di area leher dan payudara ya, Moms!

Aroma wangi ini juga dipercaya bisa membangkitkan gairah bercinta loh! Selain aroma badan, jaga juga aroma mulut dengan menyikat gigi dan berkumut.

Menggoda Suami



Menggoda suami dengan tiba-tba mengirim pesan 'nakal' atau telepon saat ia sedang bekerja juga bisa kamu lakukan. Misalnya meminta agar suami pulang lebih cepat, rindu atau mengaku blak-blakan kalau ingin berhubungan seks.

Saat suami di rumah juga bisa digoda dengan mencuri kesempatan saat anak-anak sedang bermain. Misal, mengajak suami ke sudut ruangan untuk menciumnya yang akan membuatnya terkejut dan semakin tergoda.
Pakai Baju Seksi

Anda juga boleh menggoda sang suami dengan memakai baju seksi, misalnya lingerie. Berjalanlah ke sisinya seolah sedag sibuk sambil memamerkan lekuk badan untuk menarik perhatiannya.

Memberi Suami Pujian

Nggak hanya perempuan aja loh Moms, laki-laki juga suka dipuji. Pujilah area tubuhnya yang kamu sukai, misal area leher, dada yang bidang, aromanya atau apapun itu.

Oh iya, memuji suami di depan orang lain juga nggak ada salahnya loh! Hal ini bisa menunjukkan pada orang lain betap bangganya kamu memiliki ia sebagai suami. Dengan begini, dijamin suami juga makin cinta loh moms!

Cara merangsang suami dengan memuji ini juga membuatnya merasa kalau dicari dan disenangi oleh istrinya. Bahkan pujian ini masuk dalam kategori foreplay untuk melanjutkan sesi yang makin intim.
Menyentuh Area Sensitif

Jika sudah sampai di tahap memuji, kamu bisa melanjutkan cara merangsang suami agar bergairah di ranjang dengan menyentuh area sensitifnya. Bisa di telinga, lutut belakang, paha bagian dalam, jari-jari kaki, bibir dan leher. Oh iya, tipsnya lakukan secara alami ya biar suami sadar kalau ia benar-benar dicintai.


Mula'abah



Nah, dalam Islam juga dianjurkan mu'alabah sebagai cara merangsang suami. Mu'alabah maksudnya adalah bermesraan atau foreplay terlebih dulu untuk membangun situasi romantis. Aktivitas ini baik dilakukan sebelum adegan panas di atas ranjang.

Memamerkan Tubuh pada Suami

Selain menggoda dengan rayuan, wewangian hingga pakaian seksi, biarkan suami melihat lekuk tubuhmu. Mengutip dari Ibnu Urwah Al-Hanbali di buku Al-Kawaku Ad-Durari, Syaikh Nashirudin Al-Albani pernah bilang:

" Pasangan diperbolehkan untuk melihat dan menyentuh lekukan pasangan anda, termasuk alat kelamin. Karena alat kelamin adalah bagian dari tubuh yang dapat dinikmati dalam mengelus, tentu saja, itu juga dapat dilihat dan disentuh. Ini diambil dari pandangan Imam Malik dan Ulama lainnya."

Sebab, dengan kekuasaan Allah SWT, setiap lekukan tubuh manusia memiliki kepekaan dan perasaan yang berbeda ketika dilihat atau bahkan disentuh. Maka dari itu, Aisha radhiyallahu anhu mengungakapkan, " Saya mandi dengan Rasulullah dalam satu Wadah." (HR Bukhari dan Muslim.

Mencium Sambil Merayu

Sebelum jima' atau bercinta dengan suami yang diperhatikan oleh Rasulullah SAW adalah foreplay. Salah satunya bisa dengan ciuman. Hal ini terdapat pada salah satu hadis yang berbunyi:

" Janganlah salah satu dari kalian bercampur dengan seorang istri seperti binatang. Kamu harus memberi pendahuluan dulu, yaitu ciuman dan pembicaraan manis." HR. At-Tirmidzi.

Bahkan Rasulullah SAW juga bilang yang disampaikan oleh Sunan Abu Dawud kalau beliau mencium dan menghisap bibir istrinya, Aisyah. Maka dari itu ciuman berperan penting sebelum berhubungan seks.

Memijat Suami


Foreplay juga bisa dengan memijat badan suami, misalnya di punggung, pinggul, paha bagian dalam dan pantat. Lakukan dengan lembut ya Moms, terutama di paha bagian dalam. Lihat deh, reaksi suami yang akan tergoda menikmati sensasinya.

Nah, jadi itulah 10 cara-cara merangsang suami menurut Islam yang bisa dipraktikan langsung. 

Selamat mencoba suami!

Cara Membangkitkan Gairah Suami untuk Berhubungan Seks

Daya tarik dan rayuan yang dilakukan oleh istri ketika akan berhubungan seks, bisa menjadi bagian penting agar mood bercinta meningkat dan hubungan seks yang Anda lakukan pun mengesankan. Pada dasarnya, mudah saja melakukan hal untuk merangsang dan membangkitkan gairan bercinta suami. Tapi kalau salah cara, malah bisa mengacaukan niat bercinta dengan pasangan. Bagaimana cara merangsang suami yang benar? Simak 5 trik di bawah ini.


Cara-cara merangsang suami

1. Bicarakan hal yang “menjurus” ke ranjang

Cara pertama untuk merangsang pasangan Anda adalah dengan membicarakan hal-hal yang menjurus ke arah ranjang. Maksudnya di sini adalah, Anda bicarakan topik-topik menggoda yang bakal mengantarkan Anda dan pasangan berlabuh di ranjang. Anda juga bisa mengisyaratkan beberapa ucapan seperti “Sayang, gimana kalau malam ini aku ingin berdua aja sama kamu?” atau Anda bisa mengirimkan foto-foto seksi Anda lewat pesan singkat pada pasangan.

Jika Anda ingin mengatakan dengan cara yang cukup berani, langsung saja Anda utarakan keinginan Anda untuk berhubungan seks dengan pasangan Anda. Selain itu, coba kirimkan kode-kode ucapan atau gambar yang menunjukkan kalau Anda ingin bercinta bersama pasangan malam ini.

2. Tunjukkan dengan gerakan yang menggoda

Selain ucapan, gerakan juga bisa menjadi cara merangsang suami Anda, lho. Anda hanya perlu menujukkan gerakan tertentu yang membuat pasangan Anda bergairah. Mengapa pakai gerakan? Gerakan tubuh sudah lama dikenal menjadi sebuah perantara antara kode dan keinginan seseorang. Jadi tidak ada salahnya kan, mengungkapkan keinginan bercinta pada pasangan lewat gerakan sederhana?

Berikut beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan:
Merapikan rambut dengan pelan-pelan sambil menatap mata pasangan Anda
Berpakaian sambil menonjolkan lekuk tubuh Anda di depan pasangan
Atau berjalan memakai sepatu hak tinggi sembari menunjukkan kaki indah Anda

3. Jangan lupa pakai sentuhan!

Cara merangsang pasangan yang satu ini penting! Anda tidak cukup kalau hanya mengandalkan rayuan atau sekadar mengungkapkan keinginan lewat gerakan. Coba sentuh dengan pijatan-pijatan halus terlebih dahulu. Lakukan perlahan sambil melihat respon pasangan.

Jika pasangan Anda menangkap maksud dari gerakan Anda, lanjutkan ke bagian tubuh yang lebih intim seperti perut, dada, atau bahkan alat kelaminnya. Hindari juga menyentuh hanya sesaat, namun lakukan secara perlahan sambil menatap pasangan Anda. Niscaya pasangan Anda akan terangsang dan mengerti maksud dari sentuhan Anda.

4. Pakai pakaian seksi

Mau tahu cara merangsang pasangan yang paling mudah? Ya, kenakan pakaian seksi dan transparan. Jangan tunjukkan rasa malu-malu Anda, keluarkan ekspresi bahwa Anda ingin memuaskan pasangan malam ini. Alasan lain mengapa harus menggunakan baju yang seksi adalah karena pria adalah makhluk visual, yang akan tertarik lewat wujud nyata langsung.

Jadi jangan heran jika apa yang Anda pakai akan menimbulkan reaksi tertentu padanya. Coba ganti pakaian sehari-hari Anda yang membosankan dengan sebuah dress atau lingerie yang seksi dan menggoda. Jangan lupa juga untuk menggunakan parfum atau aroma terapi guna menambah syahdu dan gairah suasana bercinta Anda.

5. Desahan

Saat sedang bercinta jangan ragu-ragu untuk mengeluarkan suara desahan Moms. Hal ini menunjukkan bahwa kita puas dan menikmati hubungan seksual bersama Dads. Dads juga akan merasa percaya diri dan bangga karena seolah-olah bisa melakukan perannya di ranjang sesuai harapan Moms. Jangan malu karena bercinta yang hot justru memberikan dampak positif dalam hubungan rumah tangga.

6. Gigitan

Bukan berarti menggigit untuk menyakiti Dads ya Moms.
Sama seperti yang biasanya Dads lakukan, Moms juga bisa memberikan gigitan-gitan kecil pada saat berciuman.
Bisa juga lakukan gigitan gemas pada beberapa bagian tubuhnya sambil memeluk Moms. Lakukan dengan lembut dan perlahan agar Dads bisa lebih menikmatinya.

7. Ciuman dan Rabaan

Ciuman dan rabaan adalah stimulus yang efektif dan tepat untuk menjaga gairah bercinta Dads. Saat Dads melakukan bagiannya, ada baiknya Moms melakukan ciuman segitiga mulai dari bibir, pipi, leher dan kembali ke bibir.
Moms juga bisa sambil meraba-raba wajahnya, bagian belakang leher dan setiap lekukan tubuhnya. Rabaan mesra juga memberikan kesan bahwa Moms sangat menginginkan dan mencintai Dads.

8. Tatapan Mata

Sesekali bisa tatap matanya sambil mengalungkan kedua tangan di lehernya loh Moms. Berikan sedikit senyuman agar Dads terpesona dan bersemangat.
Hal ini juga bertujuan untuk menggoda Dads ketika tengah bercinta agar semakin romantis.

9. Pujian

Tidak hanya Moms, Dads juga suka sekali mendapat pujian ketika berhubungan seks. Berikan pujian bahwa ia tampan atau melakukan perannya dengan sangat baik. Tunjukkan bahwa Moms puas dan senang dengan permainan Dads di atas ranjang supaya ia percaya diri.

10. Agresif

Tak ada salahnya untuk memulai duluan atau lebih nakal daripada Dads.
Moms bisa berikan gerakan erotis pada beberapa posisi bercinta agar Dads juga merasa sedang diberi kepuasan. Jangan hanya diam dan pasrah saja saat bercinta! Moms juga perlu aktif untuk menaikkan hasrat seksual Dads.
Namun, tetap jaga ritmenya ya Moms, jangan terlalu dominan di atas ranjang.
Sebab beberapa Dads juga tidak suka terlihat seolah lebih lemah dari Moms.
Nah, sudah tahu kan Moms sekarang harus berbuat apa untuk meningkatkan hasrat bercinta Dads agar tidak datar-datar saja. Buat hubungan seksual Moms dan Dads berbeda dari biasanya dan lebih banyak variasi.
Ini juga salah satu cara agar tidak mudah bosan satu sama lain loh Moms. (*)

11. Coba taktik lain!

Ada beberapa taktik lain yang bisa menjadi cara merangsang suami. Cara ini bisa Anda lakukan jika Anda termasuk orang yang suka hal yang tidak terlalu bertele-tele dalam menyampaikan sesuatu. Berikut yang bisa Anda lakukan:
Ketika Anda pergi untuk makan malam atau sekadar menonton film di bioskop, cobalah untuk meraba atau memegang lembut bagian paha suami ketika duduk berdampingan. Anda juga bisa senggol dan saling menggoda menggunakan kaki Anda di bawah meja makan. Gerakan ini mampu merangsang suami menggunakan cara yang pasif.
Coba ajak suami atau pasangan Anda untuk mandi bersama. Ciuman, sentuhan atau sekadar pelukan pun bisa merangsang dan membangkitkan suami Anda perlahan. 

Selamat mencoba!

23 September 2020

Fidyah kerana meningalkan puasa


Disini akan dibahaskan mereka yang wajib membayar fidyah dan mereka yang tidak wajib membayarnya dengan itu saya mulakan mereka yang wajib membayar fidyah.

Mereka yang wajib membayar fidyah kerana meningalkan puasa ialah:

1. Orang yang meningalkan puasa ramadan dengan sebab uzur dan dia ada masa mengqada’nya dan dia tidak mengqada’nya sehinga dia mati maka wajib walinya mengeluarkan tiap-tiap satu hari satu cupak makanan yang diambil dari harta peningalannya. Ahli keluarga (wali) si mati boleh mengqada’kan puasa si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

Sekiranya si mati tidak mengqada’ puasanya dan telah masuk ramadan yang lain maka wajib dua fidyah, satu fidyah puasa yang tak dapat diqada’nya kerana dia dah mati, dan satu fidyah melangkau qada’nya pada ramadan yang lain, begitulah seterusnya jika puasa yang tidak diqada’ melangkau dua tahun, tiga tahun …… hukum ini berbeza dengan orang yang hidup, sila lihat no. 5. Ahli keluarga si mati boleh mengqada’kan puasa si mati sekiranya mereka mahu dan hanya perlu mengeluarkan satu fidyah sekiranya puasa yang tidak diqada’ telah diselang oleh satu ramadan.

2. Orang yang meningalkan puasa ramadan dengan tiada uzur dan tidak ada masa mengqada’kannya sebelum dia mati, maka wajib atas walinya membayar fidyah secupak makanan untuk tiap-tiap hari yang ditingalkannya. Ahli keluarga si mati boleh mengqada’kan puasa si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

3. Orang yang ada puasa nazar dan dia ada masa memperbuatnya tetapi dia tidak puasa sehinga dia mati, maka wajib mengeluarkan secupak makanan bagi tiap-tiap satu hari puasa yang dinazarnya. Fidyah itu hendaklah diambil dari harta peningalannya. Ahli keluarga si mati boleh berpuasa bagi pehak si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

4. Orang yang ada puasa kafarah sama ada kafarah jimak dalam bulan ramadan, kafarah zihar, kafarah sumpah, atau kafarah bunuh, sedangkan dia ada masa mengerjakan puasa itu tetapi dia tidak berpuasa sehinga dia mati, maka wajib dikeluarkan setiap puasanya itu satu cupak makanan yang diambil dari harta peningalannya. Ahli keluarga si mati boleh berpuasa bagi pehak si mati sekiranya mereka mahu dan tak perlu mengeluarkan fidyah.

5. Orang yang melewatkan qada’ puasanya sehinga masuk ramadan yang lain, wajib keatasnya mengqada’ puasanya dan mengeluarkan fidyah iaitu secupak makanan bagi tiap-tiap hari yang dilewatkan itu, sekiranya yang dilewatkan itu dua tahun, maka dua cupak, jika yang dilewatkan itu tiga tahun maka tiga cupak begitulah seterusnya.

Orang yang melewatkan qada’ puasanya sehingga masuk ramadhan yang lain hanya wajib mengqada’kan puasanya sehari jua bagi tiap hari yang ditingalkan, dan tidak perlu dia menggandakan qada’nya hanya yang diganda bilangan cupak yakni bilangan fidyah.

6. Perempuan yang hamil yang meningalkan puasa ramadan sebab takut mudarat anak dalam perut sedang tadak takut mudarat dirinya. Dia wajib mengeluarkan fidyah dan wajib qada’.

7. Perempuan meningalkan puasa ramadan sebab takut mudarat anak dengan sebab kurang susu tetapi tidak takut mudarat dirinya. Dia wajib mengeluarkan fidyah dan wajib qada’

8. Orang yang terlalu tua, wajib membayar fidyah sahaja dan tidak wajib mengqada’ puasanya, sekalipun kemudian dari itu dia boleh berpuasa.

9. Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh wajib membayar fidyah sahaja dan tidak wajib mengqada’ puasanya, sekalipun kemudian dari itu dia boleh berpuasa.

10. Orang yang berbuak puasa ramadan kerana menolong orang yang tengelam air atau lainnya maka dia wajib qada’ serta fidyah.

Jadual wajib fidyah. Sila lihat di atas lebih terperinci
Puasa atau qada’ fidyah Catatan
1. Orang yang mati ada meningalkan puasa dengan uzur ada masa qada’ Harus diqada’ oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain mengqada’ puasa dengan izin wali
2. Orang mati meningal puasa dengan tiada uzur tiada masa qada’ Harus diqada’ oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain mengqada’ puasa dengan izin wali
3. Orang yang mati ada puasa nazar dan ada masa berpuasa tetapi tidak puasa Harus dipuasa oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain berpuasa dengan izin wali
4. Orang yang ada puasa kafarah ada masa berpuasa tetapi tidak puasa Harus dipuasa oleh wali dan tidak wajib fidyah Wajib satu cupak bagi setiap sehari jika tidak dipuasakan oleh wali Harus orang lain berpuasa dengan izin wali
5. Orang yang melewatkan qada’ puasanya Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari mengikut tempoh kelewatan Sekira dia mati dan puasa yang dilewatkan melangkau satu ramadan wajib dua cupak
6. Perempuan yang takut mudarat anak dalam kandungan shj. Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari
7. Perempuan yang takut mudarat anak yang disusu shj. Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari
8. Orang yang terlalu tua tidak mampu berpuasa Wajib satu cupak bagi setiap hari Sekiranya dia boleh berpuasa kemudian nya dia tidak wajib qada’
9. Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh dan tidak mampu berpuasa Wajib satu cupak bagi setiap hari Sekiranya dia boleh berpuasa kemudian nya dia tidak wajib qada’
10. Orang yang berbuak puasa ramadan kerana menolong orang dalam bahaya Wajib qada’ puasa Wajib satu cupak bagi setiap hari


Mereka yang tidak wajib membayar fidyah kerana meningalkan puasa.

1. Orang yang meningalkan puasa ramadan dengan sebab uzur dan dia tidak ada masa mengqada’nya sehinga dia mati. Contoh tidak ada masa mengqada’, seperti dia mati selepas ramadan, atau berkekalan sakit sehinga dia mati.

2. Orang yang ada puasa nazar dan dia tidak ada masa memperbuatnya sehinga dia mati. Contoh seorang yang bernazar sekiranya dapat anak dia akan berpuasa selama tiga hari, kemudian dia pun mendapat anak dan dia mati pada keesokkan harinya atau sakit pada keesokkan harinya sehinga mati maka tidak perlu dikeluarkan fidyah kerana dia tidak ada masa memperbuatnya.

3. Orang yang ada puasa kafarah dan di tidak sempat memperbuatnya dan dia pun mati atau sakit berterusan sehinga mati.

4. Perempuan yang menyusukan anak yang takut mudarat pada dirinya atau yang takut mudarat pada dirinya dan anak yang disusuinya.

5. Perempuan hamil yang takut mudarat dirinya atau mudarat dirinya dan anak di dalam kandungannya.

6. Perempuan yang meningalkan puasa ramadan dan dia tidak dapat mengqada’nya dengan sebab menyusukan anak atau hamil sehinga berselang beberapa ramadan. Perempuan ini tidak perlu membayar fidyah dan dia hanya perlu mengqad’ puasanya sahaja. Contoh, seorang perempuan beranak sebelum ramadan dan dia tidak berpuasa kerana dia di dalam nifas, setelah ramadan darahnya berhenti dan dia sedang menyusukan anak, dalam masa dia menyusukan anaknya dia hamil dan seterusnya dia beranak, dan masuk ramadan yang lain sedangkan dia tidak mengqada’ puasanya yang telah dia tingalkan kemudian dia menyusukan anak lagi begitulah seterusnya sehinga beberapa tahun. Oleh kerana dia hamil dan menyusukan anak maka dia dikira ada uzur. Dan dia boleh (tidak berdosa) menanguhkan qada puasanya sehinga masuk ramadan yang lain.

Fidyah puasa ramadan orang yang telah mati


Menurut Mazhab Syafie wajib mengeluarkan fidyah kerana meningalkan puasa ramadan bagi orang yang mati yang tidak mengqada puasanya itu. Fidyah itu dikeluarkan dari harta peningalan simati sebelum pembahagian pesaka.

Fidyah kerana meningalkan puasa Ramadan ialah satu cupak bagi setiap satu hari yang tidak dipuasakan.

Fidyah tidak megqada setelah masuk ramadan yang lain satu cupak, setiap melangkaui satu ramadan dan digandaka jika melangkaui beberapa ramadan.

Jadual fidyah berganda kerana tidak qada puasa dan melangkawi Ramadan yang lain.


Disini saya buat contoh seorang yang baligh pada umurnya lima belas tahun dan mati pada umurnya dua puluh lima tahun padahal dia tidak pernah berpuasa.

Peringatan jadual tidak perlu dibuat hanya dicatat disini untuk kemudahan memahami.

Caranya ialah pastikan umur baligh dan umur mati menurut tahun hijrah bukan tahun masihi, kemudian tolakkan umur mati dengan umur baligh contoh 25-15=10 kemudian darabkan 10 dengan 30 cupak = 300 cupak, ini fidyah ganda pada ketika umurnya 15 tahun (T1). Kemudian susutkan 30 cupak pada tahun kedua (T2) dan susut kan pada tahun ketiga (T3) begitulah seterusnya sehinga mati.

Yang lebih mudah guna calculator tekan 30+30 kemudian tekan = berturut sehinga umur mati, pada contoh tekan 9 kali, kerana yang pertama telah dicampur. Jangan lupa catat setiap yang terhasil kemudian campurkan keseluruhannya.

Cara ini boleh diguna pada fidyah orang yang tidak mengqada puasa sehinga melangkaui beberapa ramadan sedangkan dia masih hidup.


Jika dia mati setelah melalui ramadan pada tahun mati (25t, T11)maka tidak wajib fidyah yang disebabkan tidak megqada puasa yang disebabkan melangkaui ramadan kerana dia tidak ada melangkau ramada pada tahun itu, dia hanya perlu membayar fidyah puasa yang tidak diqada sahaja atau ahli waris qadakan untuknya dengan tidak perlu mengeluarkan fidyah.

Sekiranya tahun dia mati belum lagi melalui ramadan maka tidak ada gandaan pada umur 24 tahun (24t, T10) dan cupak ganda hanya didorab dengan sembilan iaitu 30 × 9=270 kemudian susutkan 30 pada setiap tahun seperti diatas.

Kemudian campurkan keseluruhan cupak tahun mati:

Lihat pada contoh ramadan yang ke 11


300 👉 270 👉 240 👉 210 👉 180 👉 150 👉 120 👉 90 👉 60  👉 30


300 + 270 + 240 + 210 + 180 + 150+ 120 + 90 + 60 + 30 = 1650 cupak yang wajib dikeluarkan fidyah berganda kemudian campurkan pula dengan fidyah puasa 330, sila lihat pada ruang puasa yang perlu diqada, jadilah 1650+330 =1980.

Peingatan sebelum mengira pastikan anda berada di dalam keadaan apa sila lihat di Fidyah kerana meningalkan puasa.

31 May 2020

HOT NEWS !!! What is JAA Lifestyle? Earn $ 1,000 for free with JAA Lifestyle

JAA Lifestyle — SUPER HOT INTERNATIONAL PROJECT IS AVAILABLE IN 190 COUNTRIES.

JAA Lifestyle allows members of our global community to share our financial freedom mission by actively participating through JAA Lifestyle’s collaborative business model. This model fosters sustained passive income streams and opportunities to build generation wealth for its community members.
Sign up for FREE today and earn $ 1,000 per year, AND, Get FREE future stocks in the company. NO NEED TO WORK!
RECEIVE “455 FREE Shares” from JAA-LIFESTYLE USA Advertising Company during Community Development period valued at USD 50 (Current price: $ 0.11 / CP)
According to the Roadmap, it will be up to 1 USD in the next 4–5 months and 1000 USD of advertising money from associated companies, there will be withdrawal policy, when the Company publishes the Magazine in June 2020.
JAA Lifestyle stock price on 20/5 1CP = 0.18 $, increasing every day by $ 0.01. Get $ 50 divided by the number of shares, so register early to receive more Shares.
Sign up now to receive $ 50 convertible shares. Example: CP price = 0.1 $ get 50 shares right, CP price = 0.12 get 416 shares.
The Advertising Bonuses above will be paid monthly from October 2020 or as soon as JAA Lifestyle’s Worldwide Free Member Base reaches 10 million. When you sign-up 12 people personally, you will receive more than $1,000 per month as Advertising Bonus. To earn an additional $50,000 per annum just personally sign-up for free 50 people from anywhere in the world. *JAAL will gift you an additional $100 worth of Free Future Shares for every 10 free personal sign-up you do. Currently the share price is $0.18, so if you personally sponsored 20 free sign-ups within 10 days of your own registration you will be entitled to a total of $250 worth of future shares and you will receive 2,500 shares. The $250 will increase in value up to as much as $2,500 or more when the company is fully registered on the Luxembourg Stock Exchange and the shares will be traded openly within the next couple of months.
TAKE ONLY 2 MINUTES TO CREATE TK — COMPLETELY FREE AND SIMPLE!
OPPORTUNITY TO FIND 10–20 TIMES, EVEN 100 TIMES IF IF SHARE THIS INFORMATION TO A FRIEND.
REGISTER NOW TO GET FREE STOCK AND ADVERTISING = !
JAA LifeStyle’s mission is to create a company where people around the world will become an integral part of the growth of the corporation. JAA LifeStyle will help people change their financial situation without having to invest so much money.

JAA Lifestyle ecosystem

- Worldwide sale, rental service: Cars, Properties, Boats, Travel, Motorcycles, Airplanes, Fashion, Luxury Goods, Events & Events, JAA Lifestyle
- Global E-commerce site

Commission policy

Annual advertising bonus: $ 1,000
System Bonus: Each individual ID will be credited directly with $ 10 / Ref (After 35 days from the date of registration is Withdrawal)

JAA Lifestyle account guide

Next, complete, exactly the information as shown and press SIGN UP
To REGISTER as a member or affiliate you need to be 18 years or above, and can provide the following personal information.
- Your full name. (As in your passport or national identity card)
- Your username (a — z, 0–9) e.g. freedom001
- Your Sponsor’s username: aq2020
- Your email (Unique email address, cannot use other’s email address)
- Mobile Phone Number (e.g. +60 12 252 2020)
- Date of Birth (dd/mm/yyyy)
- Choose a strong password & enter twice (mix of upper- & lower-case letters, numbers, symbols)
- Accept Terms & Condition and Privacy Policy (check the 2 boxes provided)
- Click “SIGN-UP” to submit your registration. Check to see if your registration is successful
After pressing SIGN UP, you will get the following message:
Please check your email to confirm, if you have not received your email, please log in normally.
* Only 15 days to run the system to earn $ 10 bonus or take advantage of your hands quickly.
The article introduces JAA Lifestyle and how to get stocks — make money with the JAA Lifestyle community. Hopefully this will be an opportunity for us to earn more income online by developing the community.
Wish You Make Money Success!
Thank you for reading all of this article.
Register JAA Lifestyle: Here

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...