23 June 2014

Ibadah Umrah


Hukum Umrah

Para Ulama berbeza pendapat tentang hukum Umrah, ada sebagian ulama berpendapat fardhu(wajib) ,  sebagai mana fardhunya haji, hal ini berdasar pada QS Al Baqarah ayat 196 :


 وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ٠

“ Sempunakan haji dan umroh itu karena Allah “

Namun ada pula sebagian ulama berpendapat bahwa umroh itu hukumnya sunah, berdasarkan hadits : “ Dari Jabir bin Abdullah, Bahwa sesunguhnya Rasulullah ditanya tentang hukum umroh apakah wajib? Beliau menjawab : Tidak, sekiranya kalian melaksanakan umroh itu lebih utama “ (HR Tirmidzi)

Hikmah Umroh


Keutamaan atau hikmah ibadah umroh telah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, Umroh ke Umroh berikunya adalah penebus dosa diantara keduanya, Haji Mabrur ganjarannya tiada lain kecuali surga” ( HR Bukhari dan Muslim )


Dalam satu riwayat menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Shalat di Masjidku ini ( Masjid Nabawi ) lebih utama 1000 kali dibanding shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram, Sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali dari masjid lainnya“.


Waktu Pelaksanaan Umroh


Melaksanakan Ibadah Umroh tidak dibatasi oleh waktu tertentu, dan dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, dalam Kitab Al Fiqhul Wadhih Minal Kitab Wassunat dijelaskan : “ Tidak ada waktu tertentu dalam melaksanakan umroh, tetapi dapat dilaksanakan pada semua bulan dalam satu waktu, namun “MAKRUH “ mengerjakan umroh pada hari Arafah, hari Nahar dan hari – hari tasyriq, karena hari – hari tersebut adalah hari – hari melaksanakan ibadah Haji”.

Syarat, Rukun, dan Wajib Umroh

1. Syarat Umroh

  • Islam
  • Baligh ( Dewasa )
  • Aqil ( Berakal Sehat )
  • Merdeka ( Bukan Budak )
  • Istitha’ah ( Mampu )
Bila Syarat tersebut tidak terpenuhi maka gugurlah kewajiban umroh seseorang.

2. Rukun Umroh

  • Niat Ihram
  • Tawaf Umroh
  • Sa’i
  • Cukur
  • Tertib ( Melaksanakan ketentuan sesuai aturan yang ada )
Rukun umroh tidak dapat ditingalkan, bila tidak terpenuhi maka umrohnya tidak sah.

3. Wajib Umroh


Berihram dari Miqat, Wajib umroh ini adalah ketentuan yang bilamana dilanggar, maka ibadah umrohnya tetap sah akan tetapi harus membayar dam.

Tata Cara Pelaksanaan Umroh


Tata cara pelaksanaan ibadah umroh sama saja dengan pelaksanaan ibadah haji, kecuali dalam umroh tidak ada Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melontar jamarat. Adapaun tata cara umroh adalah sebagai berikut:


1. Ihram dari Miqat


Ihram Umroh adalah niat untuk melaksanakan ibadah umroh yang diikrarkan dengan  talbiyah. hal ini merupakan isyarat telah memasuki pelaksanaan ibadah umroh dengan diharamkan melakukan segala  sesuaktu yang dapat membatalkan umroh sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat. Menurut Imam Hanafi, Ihram dari Miqat menjadi syarat sahnya umroh, Sedangkan menurut Imam Syafi’i adalah rukun. 

Teknis pelaksanaan ihram adalah sebagai berikut :

  • Mandi ( Membersihkan diri dari segala kotoran dan najis ).
  • Memakai wangi – wangian.
  • Shalat sunnat Ihram dua rekaat.
  • Ikrar niat (Ihram) umroh diiringi talbiyah.
Niat (Ihram ) umroh :


“ Labbaika Allahumma’umratan “

Artinya : Aku sambut pangilan – Mu ya Allah untuk berumroh.


Do’a sesudah berihram :


 

“ Allahumma uharrimu sya’ri wa basyari wa jasadi wa jami’a jawarihi min kulli syai in harramtahu ‘alal muhrimi abtagi bizalika wajhakal karima ya rabbal ‘alamin. “

Artinya : Ya Allah aku haramkan rambut, kulit, tubuh, dan seluruh anggota tubuhku dari semua yang Kau haramkan bagi seorang yang sedang berihram, demi mengharapkan diri – Mu semata, wahai tuhan pemelihara alam semesta.


Bacaan Talbiyah :



" Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika la syarikalaka labbaik, Inal hamda wanni'mata laka wal mulka, La syarikalak "

Artinya : Aku datang memenuhi panggilan Mu ya Allah, aku datang ya Allah, aku datang memenuhi pangilan Mu tiada sekutu bagi Mu, aku datang memenuhi pangilan Mu, sesunguhnya segala puji, ni'mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu, tiada sekutu bagi Mu.


2. Tawaf


Dalam pengertian umum Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, Tawaf dimuali dan berakir di Hajar Aswad ( Garis coklat tanda batas putaran tawaf yang letaknya searah dengan Hajar Aswad ) dengan seluruh badan atau sebagian badan ( Miring ), atau menghadapkan muka saja  ke Hajar Aswad dan menjadikan Baitullah disebelah kiri, serta ber - Istilam ( memberi isyarat dengan mengangkat tangan kanan ke arah Hajar Aswad sambil membaca :
Image result for Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

" Bismilalahi wallahu akbar "


Artinya : Dengan nama Allah, Allah maha besar,


Kemudian mengecup tangan kanan tersebut dan mulai bergerak, dimana tiga putaran pertama dengan lari - lari kecil ( jika memungkinkan ) dan selanjutnya berjalan biasa. Ibnu Abbas menceritakan " Dahulu apabila Rasulullah SAW melakukan Tawaf yang pertama ( Tawaf Qudum / Tawaf Selamat Datang ) beliau berlari - lari kecil pada tiga putaran pertama, dan berjalan biasa pada emapat putaran berikunya".


Do'a - do'a disetiap putaran Tawaf.


Do'a Putaran Pertama (Dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani):


" Subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar, Walahaula walaquwata illa billahil 'aliyyil 'azim, Wassalatu wassalamu 'ala rasulillahi sallallahu 'alaihi wasallam, Allahumma imanan bika watasdiqan bikitabika wawafa anbi'ahdika wattiba'an lisunnati nabiyyika Muhannadin sallallahu 'alaihi wasallam, Allahuma inni as alukal 'afwa wal'afiata walmu'afatad da imata fiddini waddun ya wal akhirati wal fauza bil jannati wannajata minannar ".


Artinya : Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar, tiada daya ( untuk memperoleh manfaat ) dan tiada kemampuan ( untuk menolak bahaya ) kecuali pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Salawat dan salam bagi Rasulullah SAW. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada Mu ampunan, kesehatan dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan agama, didunia dan akhirat dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari siksa neraka.


Pada setiap kali ( disetiap putaran ) sampai Rukun Yamani mengusap atau bila tidak memungkinkan mengangkat tangan sambil dikecup sebagai tanda serta mengucapkan :


Image result for Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani


" Bismillahi wallahu akbar "


Artinya : Dengan nama Allah, Allah yang maha besar


Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad disetiap putaran membaca do'a :


Image result for Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani


" Robbana Atina Fiddunya Hasanah wafil 'akhirati hasanah waqina azabannar "


Artinya : Wahai Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.


Dapat ditambah:



Wa adkhilnal jannata ma’al abraari. Yaa ‘aziizu yaa ghaffaru yaa rabbal ‘aalamiina.

Artinya: “Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.”


Do'a Putaran Kedua ( Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani )




" Alluhumma inna hazal baita baituka walharama haramuka wal amna amnuka wal 'abda 'abduka waana 'abduka wabnu 'abdika wahaza maqamul 'a izibika minannar , faharrim luhumana wabasya ratana 'alannar. Alluhumma habbib ilainal imana wazayyinhu fiqulubina wakarrih ilainal kufra walfusuqa wal 'isyana waj 'alna minarrasyidin. Allahumma qini azabaka yauma tab'asu ibadaka. Allahummarzuknial jannata bighairi hisab ".

Artinya : Ya Allah sesunguhnya Bait ini rumah Mu, Tanah mulia ini tanah Mu, negeri aman ini negeri Mu, hamba ini hamba Mu anak dari hamba Mu, dan tempat ini adalah tempat orang berlindung pada Mu dari siksa neraka, maka haramkanlah daging dan kulit kami dari siksa api neraka. Ya Allah cintakanlah kami pada iman dan biarkanlah ia dihati kami, tanamkanlah kebencian didirikami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka, serta masukanlah kami ini dalam golongan orang yang mendapat petunjuk. Ya Allah, lindungilah aku 
dari azab Mu dihari Engkau kelak membangkitkan hamba - hamba Mu, Ya Allah anugrahkanlah surga kepadaku tanpa hisab


Do'a Putaran Ketiga ( Dibaca mulai Hajar Aswad ke Rukun Yamani )


 

" Allahumma inni a'uzubika minassaki wassirki wassiqaqi wasu'il akhlaqi wasu'il manzari wal munqalabi filamli wal ahli walwaladi. Allahumma inni as aluka ridhaka wal jannata wa a'uzubika min sakhatika wannar. Allahumma inni a'uzubika min fitnatil qabri wa a'uzubika min fitnatil mahya wal mamat ".

Artinya :  Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari keraguan, sirik, percekcokan, kemunafikan, buruk budi pekerti dan penampilan dan kepulangan yang jelek dalam hubungan dengan harta benda, keluarga dan anak - anak. Ya Allah, sesunguhnya aku mohon kepada Mu keridaan Mu dan surga Mu, dan aku berlindung pada Mu dari murka Mudan sisa neraka, Ya Allah, aku berlindung pada Mu dari fitnah kubur, dan aku berlindung pada Mu dari fitnahkehidupan dan derita kematian.


Do'a Putaran Keempat ( Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani )


 

" Allahummaj'alhu hajjan mabrura wasa'yan masyykura wa zanban maghfuran wa'amalan salihan maqbula wa wa tijarotan lan tabura. ya alima ma fissuduri akhrijni ya Allahu minazzulumati ilannur. Allahumma inni as aluka mujibati rahmatika wa aza'ima magfiratika wassalamata min kulli ismin wal ganimata min kulli birrin wal fauzabiljannati wannajata minannar. Robbi qanni'ni bima razaktani wa barikli fima ataitani wakhluf ' alayya kulla ghaibatin li minka bikhair ".


Artinya : Ya Allah karuniakanlah haji yang mabrur, sa'i yang diterima, dosa yang diampuni, amal soleh yang diterima dan usaha yang tidak akan mengalami rugi. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa - apa yang terkandung dalam hati sanubari, keluarkanlah aku dari kegelapan kecahaya yang terang benderang. Ya allah aku mohon kepada Mu segala hal yang mendatangkan rahmat Mu dan keteguhan ampunan Mu, selamat dari segala dosa dan beruntung memperoleh surga, terhindar dari sisa neraka. Tuhanku puaskanlah aku dengan anugerah yang telah engkau berikan, berkatilah untukku atas semua yang Engkau anugrahkan kapadaku dan gantilah apa - apa yang ghaib dari pandanganku dengankebajikan dari Mu.



Do'a Putaran Kelima ( Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani )




" Allahumma azillani tahta zilli 'arsyika yauma lazilla illa zilluka wala baqiya illa wajhuka wa asqini min haudi nabiyyika muhammadin salallahu 'alaihi wasallam syurbatan hani atan mari atan la azma u ba'daha abada. Allahumma inni as aluka min khairima sa'alaka minhu nabiyyuka muhammadun salallahu 'alaihi wasallam wa a'uzubika min syarri masta azaka minhu nabiyyuka muhammadun salallahu 'alaihi wasallam. Allahumma inni as aluka jannata wanaimaha wama yuqarribuni illaiha minqaulin au fi'lin au amalin wa a'uzubika minnari wama yuqarribuni illaiha minqaulin au fi'lin au amalin ".


Artinya : Ya Allah, lindungilah aku dibawah naungan singgasana Mu pada hari yang tidak ada naunggan selain dari naunggan Mu dan tidak ada zat yang kekal selain zat Mu. Berikanlah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan suatu minuman yang lezat, segar dan nyaman sesudah itu aku tidak akan haus selamanya, Ya Allah aku mohon pada Mu kebaikan yang dimohon oleh Nabi Mu Muhammad SAW. Ya Allah aku mohon kepada Mu surga serta nikmatnya dan apapun yang dapat mendekatkan aku kepadanya baik ucapan maupun amal perbuatan dan aku berlindung pada Mu dari pada neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan maupun amal perbuatan.


Do'a Putaran Keenam ( Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani )




" Allahumma inna laka alayya huquqan kasiratan fima baina wabainaka wahuquqan kasirotan fima baini wabaina khalqika. Allahumma makana laka minha faghfirhu li wama kana likhalqika fatahammalhu 'anni wa aqnini bihalalika 'an haramika wabita 'atika 'an ma'siyatika wabifadlika 'amman siwaka ya wasi'al maghfirah. Allahumma inna baitaka 'azim, wawajhaka karim, wa anta ya Allahu halimun karimun azimun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni ".


Artinya : Ya Allah sesunguhnya Engkau mempunyai hak kepadaku banyak sekali dalam hubunganku dengan Engkau. Dan Engkau juga mempunyai hak banyak sekali dalam hubunganku dengan makhluk Mu. Ya Allah apayang menjai hak Mu kepadaku, maka ampunilah diriku, Dan apa saja yang menjadihak Mu dalam hubungan makhluk Mu kepadaku tanguhkanlah, Cukupkanlah rizqi Mu yang lal terhindar dari apa yang haram, dengan taat kepada Mu terhindar dari kemaksiatan, dan dengan anugrah Mu terhindar dari pada mengharapkan orang lain selain dari pada Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengampun, sesunguhnya rumah Mu (Baitullah) ini agung, Zat Mu pun Mulia, Engkau Maha Penyabar, Maha Pemurah, Maha Agung yang sangat suka memberi ampun, maka ampunilah aku.


Do'a Putaran Ketujuh ( Dibaca mulai Hajar Aswad sampai Rukun Yamani )




" Allahumma inni as aluka imanan kamilan wayaqinan sadiqan warizqan wasi'an waqalban khasyian walisanan zakiran wahalalan tayyiban, wataubatan nasuha wataubatan qablal mauti, warahatan 'indal mauti wamaghfiratan warahmatan ba'dal mauti, wal'afwa indalhisab, walfauza bil jannati wannajata minannar birahmatika ya 'azizu ya ghaffar, robbi zidni 'iman wa alhiqni bissalihin ".


Artinya :Ya Allah, aku mohon kepad Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizqi yang luas, hati yang khusu' lidah yang selalu berdzikir, rizqi yang halal dan baik, taubat yang diterima, dan taubat sebelum mati, keampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan terhindar dari neraka, dengan rahmat kasih sayang Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun, Tuhanku berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku kedalam golongan orang - orang yang saleh.


Setelah selesai 7 kali putaran bergeser sedikit kekanan dan kearah sudut Hajar Aswad menghadap bagian dinding Ka'bah yang disebut Multazam, dan berdo'a sesuai harapan/keinginan, kemudian dilanjutkan dengan salat sunat Tawaf dua rekaat 

(Sebaiknya dilakukan dibelakang maqam Ibrahim bila memungkinkan, bila tidak boleh dilakukan dimana saja asal didalam Masjidil Haram).

Pada rekaat pertama setelah membaca surat Fatihah sebaiknya membaca surat Al Kafirun, dan pada rekat kedua setelah membaca Fatihah sebaiknya membaca Al Ikhlas.

Syarat sahnya Tawaf :

  • Menutup Aurat
  • Suci dari hadast besar dan kecil
  • Dimulai dari Hajar Aswad, menjadikan Ka'bah sebelah kiri, dan dilaksanakan sebanyak 7 kali putaran.
  • Niat Tawaf baik Tawaf Rukun maupun Tawaf Qudum (Tidak ada tujuan lain selain Tawaf)
Hal - hal yang membatalkan Tawaf :
  • Berputar dari arah yang salah.
  • Menyentuh Ka'bah atau pingiran Ka'bah.
  • Masuk dalam Hijir Ismail sementara masih dalam putaran wajib Tawaf.
  • Berkata - kata kotor.
  • Berbuat Fisik, Bertengkar, Mengoda/merayu lawan jenis.
Bagi yang melaksanakan Tawaf boleh menangguhnya tawafnya bila :
  • Masuk waktu sholat.
  • Batal dari Wudhunya.
3.  Sa'i

Sa'i adalah salah satu rukun Haji atau Umroh yang dilakukan dengan berjalanan kaki  bolak - balik 7 kali dari Bukit Safa ke bukit Marwa.( Jarak diantara keduanya kurang lebih 405 Meter) sesampainya Bathnul Waadi ( kawasan diantara Safa dan Marwa yang dahulunya adalah jurang tempat Rasulullah SAW berlari - lari kecil, namun kawasan ini sekarang dibuat rata dan dikedua ujungnya ditandai dengan tiang berlampu warna hijau ), jemaah pria disunnatkan berlari - lari kecil, sementara untuk jemaah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa'i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang bulan (Haid/Nisaf).


Syarat Sahnya Sa'i :

  • Didahului dengan Tawaf.
  • Menyempurnakan 7 kali perjalanan diantara bukit safa dan marwa.
  • Dilaksanakan Ditempat Sa'i
  • Tertib
Adapun cara melakukan sa'i menurut sunnah Rasulullah adalah sebagi berikut :
Dimulai dari Safa dan berakair di Marwa, sebanyak 7 kali, ketika hendak mendaki bukit Safa membaca do'a, adapun lafal do'a sebagai berikut :

" Bismillahirrahmanirrahim, Abdu u bima bada Allahubihi warasuluh, Innas safa walmarwata min sya'a irillah ".

Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul Nya. Sesunguhnya safa dan Marwa sebagian dari syiar - syiar (Kebesaran) Allah. 


Setelah menbaca do'a tersebut terus melanjutkan perjalanan mendaki bukit Safa, ketika mendaki tersebut  membaca do'a berikut : (Dibaca tiap kali mendaki bukit Safa disetiap perjalanan)




Bismillahirrahmanirrahim, Innas Safa walmarwata min sya'a  irillah, faman hajjal baita awi' tamara fala junaha 'alaihi ayyattawwafa bihima. waman tatawwa'a khairan fainnallaha syakirun 'alim ".


Artinya : Sesunggunya Safa dan Marwa sebagian dari syiar - syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumroh, maka tidak ada dosa baginya berkeliing (mengerjakan sa'i diantara keduanya), Dan barang siapa mengerjakan sesuaktu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesunguhnya Allah maha menerima kebaikan lagi Maha Mengetahui.


Setibanya diatas bukit Safa, menghadap ke Ka'bah sambil mengangkat kedua tangan sembari membaca do'a : (Dibaca tiap kali tiba dibukit Safa disetiap perjalanan )



" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamdu, Allahu Akbar 'alama hadana wal hamdu lillahi 'alama aulana la ilaha illallahu wah dahu la syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu biyadihil khairu wahuwa 'ala kulli syai in qadir. La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, anjaza wa'duhu wanasara 'abduhu wahazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu wala na'budu illa iyyahu mukhlisina lahuddina walau karihal kafirun ".


Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Segala puji bagi Nya, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugrahkan Nya kapada kami, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi Nya. bagi Nya kerajaan dan pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuaktu, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi Nya, yang telah menepati janji Nya, menolong hamba Nya dan menghancurkan sendiri musuh - musuh Nya.


Dalam suaktu riwayat dijelaskan, Abu Hurairoh berkata : " Sesunguhnya Rasulullah SAW, setelah selesai dari tawaf beliau, Beliau datang ke Safa, lalu naik keatas, sesampainya diatas beliau melihat Baitullah dengan mengangkat kedua tangan, lalu memulai memuji Allah dan berdoa apa yang beliau mau " (HR Muslim dan Abu Dawud )


Setelah selesai membaca do'a tersebut, baru melanjutkan perjalanan ibdah sa'i dari Safa ke Marwa, pada perjalanan pertama dari Safa ke Marwa membaca do'a sebagai berikut : (Dibaca antara Safa dan Bathnul Waadi)



" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira walhamdu lillahi kasira. Wasubhanallahil'azimi wabihamdihil karimi bukratawwa asila. Waminallaili fasjud lahu wasabbih hu lailan tawila, La illaha illallahu wahdah anjaza wa'dah. wana sara 'abdah wahazamal ahzaba wahdah. La syai a qablahu wala ba'dah. yuhyi wayumitu wahuwa hayyun da imun layamutu walayafutu abada. biyadihil khairu wa ilaihilmasir. Wahuwa 'ala kulli syai'in qadir ".


Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan segala kebesaran Nya, Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung dengan segala pujian Nya yang tidak terhingga.Maha Suci allah Yang Maha Agung dengan segala pujian, Yang Maha Mulia diwaktu pagi dan petang, dan pada sebagian malam. Bersujud dan bertasbihlah pada Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa yang menepati janji Nya, membela hamba - hambanya yang menghancurkan sendiri musuh - musuh Nya dan tidak ada sesuaktu sebelum Nya dan Sesudah Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Kekal tiada mati dan tiada musnah untuk selama - lamanya, Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuaktu.


Pada saat melintasi antara dua pilar hijau tanda Bathnul waadi disunahkan untuk pria berlari - lari kecil, dan wanita jalan cepat sambil membaca do'a. adapun lafal do'a sebagai berikut : ( Dibaca setiap kali melintasi Bathnul Waadi disetiap perjalanan ) 



" Rabbighfir warnah wa'fu watakaram wataja waz 'amma ta'lamu, innaka ta' lamu mala na'lam. Innaka antallahul a'azzul akram ".


Artinya : Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hailah dan hapuskanlah apa - apa yang Engkau ketahui dari dosa kami, Sesunguhnya Engkau Maha Mengetahui apa - apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesunguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi dan Maha Pemurah.


Ketika mendaki bukit Marwa membaca do'a: (Dibaca tiap kali mendaki bukit Marwa)



" Innas Safa walmarwata min sya'a  irillah, faman hajjal baita awi' tamara fala junaha 'alaihi ayyattawwafa bihima. waman tatawwa'a khairan fainnallaha syakirun 'alim "

Artinya : Sesunggunya Safa dan Marwa sebagian dari syiar - syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumroh, maka tidak ada dosa baginya berkeliing (mengerjakan sa'i diantara keduanya), Dan barang siapa mengerjakan sesuaktu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesunguhnya Allah maha menerima kebaikan lagi Maha Mengetahui.


Setibanya diatas bukit Marwa, menghadap ke Ka'bah sambil mengangkat kedua tangan sembari membaca do'a : (Dibaca tiap kali tiba dibukit Marwa disetiap perjalanan) 




" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamdu, Allahu Akbar 'alama hadana wal hamdu lillahi 'alama aulana la ilaha illallahu wah dahu la syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu biyadihil khairu wahuwa 'ala kulli syai in qadir. La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, anjaza wa'duhu wanasara 'abduhu wahazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu wala na'budu illa iyyahu mukhlisina lahuddina walau karihal kafirun ".


Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Segala puji bagi Nya, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugrahkan Nya kapada kami, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi Nya. bagi Nya kerajaan dan pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuaktu, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi Nya, yang telah menepati janji Nya, menolong hamba Nya dan menghancurkan sendiri musuh - musuh Nya.


Setelah selesai membaca do'a baru melanjutkan perjalanan kedua dari Marwa ke Safa dengan membaca do'a :




" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamdu, La ilaha illallahu wahidul fardus samad, Allazi lam yattakhiz sahibatan wala waladan walam yakun lahu syarikun fil mulki walam yakun lahu waliyyun minazzulli wakabirtu takbira. allahuma innaka qulta fi kitabikal munazzali ud'uni astajib lakum da'aunaka rabbana faghfirlana kama wa'adtana innaka la la tukhliful mi'ad, Robbana innana sami'na munadiyan yunadil lilimani an aminu birabbikum fa amanna. Rabbana faghfir lana zunubana wa kaffir 'anna sayyi atina 'ala rusulika wala tukhzina yaumal qiyamati innaka la tukhliful mi'ad. Rabbana 'alaika tawakkalna wa ilaika anabna wa ilaikal masir, Rabbanag fir lana zunubana wali ikhwaninal lazina sabaquna bil imanl wala taj'al fi qulubina gillal lillazina amanu rabbana innaka ra ufur rahim "


Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allahlah segala pujian, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tunggal dan Tumpuan segala maksud dan hajat, yang tidak beristri dan tidak beranak, tidak bersekutu dalam kekuasaan. Tidak menjadi pelindung kehinaan, Agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran, ya Allah, sesunguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur'an Mu : " Berdoalah kepada Ku ( Allah ) niscaya akan Kuperkenalkan bagimu " sekarang kami memohon kepada Mu wahai Tuhan kami, ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesunguhnya engkau tidak akan  memungkiri janji, ya Tuhan kami, sesunguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman yaitu : " Berimanlah kamu kepada Tuhanmu " maka kamipun beriman. Yatuhan kami ampunilah dosa kami, hapuskanlah kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang baik.


Pada saat melintasi Bathnul Waadi dan ketika mendaki bukit Safa membaca doa sesuai yang dijelaskan diatas, begitu pula setibanya dipuncak Safa, setelah itu melanjutkan perjalanan ketiga dari Safa ke Marwa. Doa perjalanan ketiga dari Safa ke Marwa :




" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamdu, Rabbana atmim lana nurana waghfir lana innaka 'ala kulli syai in qadir. Allahumma inni as aluka khairakullahu 'ajilahu wa ajilahu wa astaghfiruka lizanbi wa as aluka rahmataka ya arhamar rahimin "


Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar, Hanya bagi Allah segala pujian. Ya Allah sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesunguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuaktu. Ya Allah, aku mohon ampunan pada Mu akan dosaku serta aku mohon pada Mu rahmat Mu wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dari segala yang pengasih.


Pada saat melintasi Bathnul Waadi dan ketika mendaki bukit Marwa membaca doa sesuai yang dijelaskan diatas, begitu pula setibanya dipuncak Marwa begitu pula seterusnya sampai perjalanan ketujuh, setelah itu melanjutkan perjalanan ke empat dari Marwa ke Safa. Doa perjalanan keempat dari Marwa ke Safa :




" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamdu, Allahumma inni as aluka min khairi ma ta'lamu wa a'uzubika min syarri ma ta'lamu wa astaghfiruka min kulli ma ta'lamu innaka anta 'allamul guyub. La ilaha illallahul malikul haqul mubin. Muhammadur rasulullah sadiqul wa'dil amin. Allahumma inni as aluka kama hadaitani lil islami an la tanzi'ahu minni hatta tatawaffani wa ana muslimun. Allummaj'al fi qalbi nura wafi sam'i nura wafi basari nura. Allahummasyroh li sadri wayassirli amri wa a'uzubika min wasawisis sadri wasyatatil amri wafit natil qabri. Allahumma inni a'uzubika min syarri ma yaliju fillaili wa syarri ma yaliju finnahari wamin syarri matahubbu bihir riyahu ya arhamar rahimin. Subhanaka ma'abadnaka haqqa ibadatika ya Allahu subhanaka ma zakarnaka haqqa zikrika ya Allah ".

Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar,Segala puji hanya bagi Allah, Ya Allah Tuhanku, aku mohon kepada Mu dari kebaikan yang Engkau tahu, dan aku berlindung pada Mu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampunan Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang gaib, Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar - benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. Ya Allah Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku mohon kepada Mu untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal dalam keadan Muslim, Ya Allah, berikanlah cahaya terang dalam hati, telinga dan penglihatanku, Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah bagiku segala urusan, dan aku berlindung pada Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan, fitnah kubur, Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari kejahatan yang tersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah, Maha suci Engkau, kami tidak bisa menyembah Mu dengan pengabdian yang semestinya, Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyebut Mu ( Dzikir ) dengan semestinya.


Do'a perjalanan kelima dari Safa ke Marwa :



" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil hamdu, Subhanaka ma syakarnaka haqqa syukrika ya Allahu subhanaka ma 'ala sya'nika ya Allhu. Allahumma habbib ilainal imana wazayyinhu fi qulubina wakarrih ilainal kufra walfusuqa wal is yana waj'alna minar rasyidin "

Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya untuk Allah Maha Suci Engkau, kami tidak mensyukuri MU dengan Syukur yang semestinya. Ya Allah cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah dihati kami, bencikanlah kami pada perbutan kufur, fasiq dan durhaka, jadikanlah kami dari golongan orang - orang yang mendapat petunjuk.


Do'a perjalanan keenam dari Marwa ke Safa :




" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamdu, La ilaha illallahu wahdah, sadaqah wa'dah, wanasara 'abdah wahazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu wala na'budu illa iyyahu mukhlisina lahuddina walau karihal kafirun, Allahumma inni as alukal huda wattuqa wal afafa walgina. Allahumma lakal hamdu kallazi naqulu wakhairan mimma naqulu. Allahumma inni as aluka ridaka waljannata wa a'uzubika min sakhatika wannari wama yuqarribuni ilaiha min qaulin aufi'lin au'amalin. Allahumma binurikahtadaina wabifadlika istaghnaina wafi kanafika wa in'amika wa'ata ika wa ihsanika asbahna wa amsaina antal awwalu fala qablaka syai un wal akhiru fala ba'daka syai un wazahiru fala syai a fauqaka walbatinu fala syai a dunaka na uzubika minal falasi walkasali wa'azabil qabri wafitnatilghina wanas aluka fauza bil jannah "


Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya untuk Allah, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji Nya, Menolong hamba Nya, dan mengalahkan sendiri kelompok musuh Nya, Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepada Nya, sekalipun orang kafir membenci. Ya Allah aku mohon pada Mu petunjuk, tugas pengendalian diri dalam kekayaan. Ya Allah, pada Mu lah segala puji dan seperti yang kami ucapkan  dan bahkan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Ya Allah aku mohon pada Mu ridha Mu dan surga, aku berlindung  pada Mu dari murka Mu dan dari siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan aku padanya, baik ucapan ataupun amal perbutan. Ya Allah hanya dengan nur cahaya Mu kami ini mendapat petunjuk, dengan pemberian Mu kami merasa cukup, dan dalam naungan Mu, nikmat Mu, anugrah Mu dan kebajikan Mu jualah kami berada di waktu pagi dan petang. Engkaulah yang mula pertama, tiada sesuaktu apapun sebelum Mu, dan Engkaulah yang paling akir, dan tiada sesuaktu yang dibelakang (sesudah) Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tiada sesuaktu sesuaktupun yang diatas Engkau, Engkau pulalah yang batin, maka tiada sesuaktupun dibawah Mu, kami berlindung pada Mu dari pailit malas, sisa kubur dan fitnah kekayaan, serta kami mohon pada Mu kemenangan memperoleh surga.


Do'a perjalanan ketujuh (Terakir) dari Safa ke Marwa :



  
" Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabira walhamdu lillahi kasira, Allahumma habib ilayyyal imaana wazayyinhu fi qalbi wakarrih ilayyal kufra wal fusuqa wal 'iasyana waj'alni minar rasyidin "

Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang takterhingga. Ya Allah cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia dikalbuku, Bencikanlah pada padaku perbuatan kufur, fasiq, dan durhaka, dan jadikanlah pula aku dari golongan orang - orang yang mendapat petunjuk.


Setelah tiba di atas bukit dan setelah selesai membaca do'a diatas bukit Marwa untuk yang terakir kali maka perjalanan sa'i diakirin dengan do'a selesai sa'i dengan lafalan berikut :




" Allahumma Rabbana taqabbal minna wa 'afina wa'fu'anna wa'ala ta'tika wasyukrika a'inna wa 'ala ghairika latakilna wa alal imani wal islamil kamili jami'an, tawaffana wa anta radin 'anna. Allahummar hamni bitarkil ma'asi abadan ma abqaitani warhamni an atakallafa ma laya'niniwarzukni husnan nazari fima yurdika 'anni ya arhamar rahimin "


Artinya : Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, berilah perlindungan kepada kami, maafkanlah kesalahan kami dan berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada Mu, janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada Mu, matikanlah kami dalam keridaan Mu, Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meningalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna, karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap apa - apa yang membuat Mu Ridho terhadap kami. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dari segala yang pengasih.


4. Cukur.


Setelah melaksanakan Tawaf dan Sa'i maka untuk kesempurnaan ibadah adalah bercukur ( Tahallul ), hal ini merupakan simbul kesiapan diri untuk berQurban diri, karena didalam agama Islam dilarang untuk menyakiti angota badan sebagaimana agama - agama lain.


Bercukur merupakan serangkaian akir dari pelaksanaan ibadah umroh, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibu haiban dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 


" Jika dia bercukur / memotong rambutnya keluarlah cahaya dari kepalanya pada hari kiamat, Jika Tawaf, maka keluarlah segala dosa, seperti bayi yang baru keluar dari perut ibunya "


Hal - hal yang dilarang dalam Umroh


Sebagai mana dalam ibadah Haji, maka dalam Ibadah umroh juga terdapat beberapa larangan yang harus dihindari antaralain :


A. Larangan yang membatalkan Umroh.

  •  yaitu larangan yang apabila dikerjakan maka batallah ibadah umrohnya, seperti bersetubuh (Bagi suami Istri)
B. Larangan yang tidak membatalkan umroh namun wajib membayar dam/fidyah.
  • Memakai kain yang berjahit (bagi Pria)
  • memotong / mencabut rambut ( sebelum selesai tawaf dan sa'i ) atau bulu badan
  • Memotong kuku
  • Memakai wangi - wangian
  • membunuh atau menyakiti binatang (Terkecuali binatang yang membahayakan seperti kalajengking, ular dll)
C.  Laranganyang tidak mambatalkan umroh tapi mengugurkan pahala umroh :
  • Bercumbu rayu
  • Berbuat fasiq
  • Beradu Fisiq (Berkelahi), Bertengkar, Mengeluarkan kata - kata kasar/kotor.
Macam - Macam Umroh
  • Umratul Islam yaitu umroh yang dikerjakan kali pertama, wajib hukumnya sebagaimana wajibnya haji.
  • Umroh Thatawwu ( Umroh Sunnat ) yaitu umroh yang dikerjakan setelah Umratul Islam atau dengan kata lain umroh yang kedua dan seterusnya, sunnat hukumnya.
  • Umroh Nazar, yaitu Umroh yang dikerjakan karena nazar (ikrar/janji) dan wajib hukumnya.
  • Umroh Amanah (Badal Umroh ) Umroh yang dikerjakan untuk orang lain yang memberi amanah, dan Wajib hukumnya jika orang yang memberi amanah belum pernah melaksanakan umroh, dan orang yang melaksanakan umroh amanah harus pernah melaksanakan Umratul Islam, namun Sunnat hukumnya jika yang memberi amanah sudah pernah umroh.
Moga bermanfaat..

04 June 2014

Menuduh Orang Berzina

qazaf

Tafsir surah an-Nur ayat 4 &5


Ayat 4:

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاء فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوالَهُمْ شَهَادَةً أَبَداً وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون
Ertinya: "Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina)  dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka sebatlah mereka lapan puluh kali sebatan; dan janganlah kamu menerima persaksian mereka itu selama-lamanya; kerana mereka adalah orang-orang yang fasik". 

Ayat ini membincangkan tentang pertuduhan zina.

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ :"Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina)....".  Menuduh seorang yang solehah melakukan zina. 

 الْمُحْصَنَاتِ : Perempuan yang terpelihara dari melakukan perkara yang keji, kerana mereka adalah orang yang suci, bermoral, berakhlak baik samada dia seorang yang sudah berkahwin atau belum. 
                                                                                               [Tafsir al-Misbah, 9: 289]

Islam sangat menjaga kehormatan seseorang daripada melakukan zina, kerana zina merupakan wabak yang sangat merbahaya, ia meliputi kerhormatan, kesucian dan maruah seseorang, dan juga mencemarkan nasab atau keturunan individu, keluarga dan masyarakat. Jadi, Islam memandang berat kepada sesiapa yang menuduh perempuan atau lelaki yang baik-baik melakukan zina. Begitu juga tuduhan terhadap seseorang yang melakukan liwat. 
       
Hukum bagi penuduh yang gagal membawa empat orang saksi yang adil mengikut istilah syara', maka akan dikenakan lapan puluh kali sebatan, dan tidak boleh menerima persaksiannya, dan dia (penuduh) merupakan seorang yang fasiq. Moga kita semua dipelihara oleh Allah dan dijauhkan dari fitnah ini... aameen.

** Orang yang menuduh perempuan atau lelaki yang menjaga kehormatannya melakukan zina, dia merupakan seorang yang telah mencemarkan kehormatan seseorang serta keturunan manusia.

** Fasiq: ialah orang sudah keluar dari sempadan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala kerana mereka telah melakukan suatu dosa besar dan jenayah yang sangat keji.

الفاسق: الطَّرد من رحمة الله

Fasiq ialah orang yang jauh dari rahmat Allah subhanahu wa ta'ala. Dan mereka sentiasa berada di dalam kegelapan.

Apabila Allah menghukum hamba-Nya adalah kerana Allah mahu kita mendekatkan diri dengan-Nya, bukan bermaksud Allah mmebuang hamba-Nya.

**Rotan yang digunakan untuk menyebat penuduh dan juga pelaku zina; rotan itu di antara kering dan basah. dan pukulan itu tidak boleh melebihi aras bahu.

Sebenarnya sebatan (hukum hudud) ini bukan untuk menzalimi mereka, tetapi adalah untuk mendidik mereka supaya menjadi hambaNya yang lebih baik dan beriman. 

Kenapa Allah menyuruh untuk menyebat? 
     
Menurut kajian ahli sains; apabila dipukul akan mengeluarkan hormon-hormon yang akan dihantar ke otak, dan akan melahirkan rasa keinsafan di atas perbuatan mereka itu.

Di zaman Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam, ada seorang wanita yang bernama al-Ghamidiyyah, dia pernah melakukan zina dan mengandung. Suatu hari, beliau datang menemui Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam dan memberitahu bahawa beliau pernah melakukan zina, dan sekarang sedang mengandung hasil anak zina ini. Lalu Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: Kamu pulanglah dahulu sehingga melahirkan, setelah itu kamu datang kembali. Setelah al-Ghamidiyyah ini selamat bersalin, maka dia datang kembali menenui Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam, Dan Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya lagi: Kamu pulanglah dan menyusulah anak kamu. Dia pun pulang. Setelah 2 tahun (tempoh menyusu), dia datang lagi menemui Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam. Dan Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam menyuruhnya pulang untuk mendidik anaknya.

Moral dari kisah di atas; menunjukkan bahawa Islam itu tidak menzalimi umatnya. Adakah wanita yang sedang mengandung akan disebat? dan adakah wanita yang sedang menyusui akan disebat?.. tidak kan?... dan adakah Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam pergi mencarinya, setelah pertama kali Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam minta dia balik sehingga dia melahirkan anaknya?..tidakkan??... tempoh bagi orang yang mengandung 9 bulan, lamakan??? dalam 9 bulan itu boleh saja dia pergi jauh dan berkemungkinan dia tidak akan datang semula untuk menemui Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam..dan kali ke dua juga Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam menyuruhnya untuk pulang bagi menyusukan anaknya.. setelah dua tahun dia datang semula menemui Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam dan meminta Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam melakukan hukum terhadapnya. Tempoh menyusu untuk seorang anak ada 2 tahun. Lamakan??... kenapa dia datang juga menemui Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam untuk melaksanakan hukuman itu?... ini menunjukkan dia (al-Ghamidiyyah) telah insaf dan bertaubat dengan sesungguh taubat. Lihatkan, betapa Islam itu tidak menzalimi... tempoh yang diberikan oleh Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam kepada al-Ghamidiyyah itu menunjukkan tempoh untuk beliau bertaubat dan tidak lagi mengulagi perbuatannya itu.

Di zaman Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam ada beberapa kes zina:

Kes al-Ghamidiyyah.

Kisah Mais yang melakukan zina dan direjam oleh Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam.
Kisah seorang lelaki yang belum berkahwin dan telah melakukan zina dengan isteri majikannya. Dan Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam meminta isteri itu direjam sampai mati, sementara lelaki bujang tersebut disebat sebanyak 100 kali.

Abdullah bin Ubai bin Salul (ketua orang munafiq); beliau mempunyai tiga orang hamba, dan memaksa hamba-hambanya untuk melakukan zina. Beliau juga dikenakan hukuman qazaf, kerana beliau telah membuat tuduhan terhadap Saidatuna 'Aisyah radhiyallahu 'anha melakukan zina. 


Ibn Kathir menyatakan: Allah subhanahu wa ta'ala mengenakan tiga bentuk hukuman ke atas setiap orang yang membuat tuduhan palsu dan tidak mengemukakan empat orang saksi yang adil, iaitu:

Disebat lapan puluh kali.

Dinafikan kelayakannya menjadi saksi selama hidupnya.
Dinyatakan sebagai seorang yang fasiq dan tidak adil, baik dari sisi pandangan Allah subhanahu wa ta'ala dan juga pada pandangan manusia. [al-Sabuni, 2: 583]

Peringatan / pesanan yang hendak disampaikan ini adalah bahawa zina dan hukumannya itu wajib disampaikan kepada setiap lapisan masyarakat. Ini menunjukkan bahawa hukuman ini sangat serius.


Ayat 5:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِن بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Ertinya: "Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu (dari kesalahannya yang tersebut) serta memperbaiki amalannya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani".

Maksud bertaubat itu ialah: mengisytiharkan dirinya bertaubat, menyesal atas perbuatannya yang mmebawa dosa besar. [Tafsir Mubin, 18: 229]

Ketentuan ini (pelaku dan penuduh zina) berlaku atas semua yang melakukan hal tersebut, kecuali orang-orang yang bertaubat yakni orang yang menyesal atas perbuatannya, serta bertekad tidak akan mengulanginya. Sesudah itu, yakni sesudah dia dihukum (disebat) dan membuktikan pertaubatannya itu dengan memperbaiki diri dan beramal soleh. Jika demikian itu, maka terimalah kesaksiannya dan jangan lagi menamainya sebagai seorang yang fasiq, kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.

Setelah Allah s.w.t menjelaskan hukum hakam zina pada ayat 2 dan 3 dalam Surah An-Nur, Allah datangkan pula penjelasan berkaitan Qazaf. Qazaf ialah pertuduhan zina keatas perempuan-perempuan dan juga lelaki-lelaki yang baik tanpa membawa 4 orang saksi. Hukuman ini disyariatkan untuk melindungi maruah orang-orang beriman yang soleh dan juga solehah dari dituduh sesuka hati oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan tuduhan zina.

Islam sangat menjaga kehormatan seseorang daripada melakukan zina, kerana zina merupakan wabak yang sangat merbahaya, ia meliputi kerhormatan, kesucian dan maruah seseorang, dan juga mencemarkan nasab atau keturunan individu, keluarga dan masyarakat. Jadi, Islam memandang berat kepada sesiapa yang menuduh perempuan atau lelaki yang baik-baik melakukan zina. Begitu juga tuduhan terhadap seseorang yang melakukan liwat. 

HUKUM HAKAM QAZAF

Tuduhan melakukan zina itu dapat mengenai siapapun, perempuan atau laki-laki. Perempuan baik-baik dinyatakan secara jelas dalam ayat sebagai contoh, mengingat tuduhan palsu terhadap perempuan lebih serius dan lebih jahat sifatnya ketimbang tuduhan palsu terhadap laki-laki.

Ada 3 unsur yang menjadi tolak ukur dalam menuduh zina, yaitu menuduh zina atau mengingkari nasab, orang yang dituduh itu muhsan, dan bukan pezina, serta ada itikad jahat. Orang yang menuduh zina harus dapat membuktikan kebenaran tuduhannya. Tuduhan zina harus diucapkan dalam bahasa yang lugas dan jelas.

Sementara itu, terhadap tuduhan yang berupa sindiran harus ada bukti-bukti lain yang menunjukkan maksud qazaf untuk menuduh zina, tidak diisyaratkan menggunakan kata-kata tuduhan, tetapi cukup dengan membenarkan tuduhan. Contohnya, si A berkata kepada si B” Kakakmu pezina.” Kemudian, si C berkata, itu benar. Oleh karna itu, A dan C sama-sama penuduh zina namun, dalam tuduhan disyaratkan sasarannya (orang yang dituduh) harus jelek. Dalam tindak pidana disyaratkan adanya gugatan (pengaduan) dari orang yang terkena tuduhan zina. Pembuktian dalam tindak pidana ini dapat diperoleh, baik melalui pengakuan terdakwa maupun alat bukti dua orang saksi.

Syarat-Syarat Hukum Menuduh Zina ( Qazaf )

Dalam ajaran islam, hudud tidak dapat dilaksanakan apabila terdapat unsur keraguan didalam pembuktiannya. Para ulama mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar seseorang dapat dikenakan hukuman qazaf. Syarat-syarat tersebut adalah:


  1. Yang menuduh berakal sehat dan telah baligh
  2. Tuduhannya tidak terbukti;
  3. Orang yang dituduh itu jelas dan keadaannya muhsan (orang yang berakal sehat, balik, merdeka, beragama islam, dan suci dari perbuatan zina);
  4. Yang menuduh itu bukan ayah atau ibu, kakek atau nenek dan seterusnya keatas;
  5. Tuduhan itu objeknya zina;
  6. Tuduhan itu dilakukan tanpa dibarengi syarat atau terkait dengan suatu lainnya
Syarat Gugurnya Had Menuduh Zina ( Qazaf )

Had qazaf menjadi gugur apabila terpenuhinya syarat berikut:

  1. Orang yang menuduh sanggup menghadirkankan empat orang selain yang menerangkan bahwa tertuduh itu betul-betul berzina.
  2. Mendapat maaf dari orang yang dituduh melakukan zina
  3. Orang yang menuduh istrinya berzina dapat terlepas dari hukuman dari dengan jalan bersumpah lian.
Hikmah Dilarang Menuduh Zina ( Qazaf )

Syarat mengharamkan tuduhan zina dan pelakunya dapat dijatuhi hukuman dera (cambuk), mengandung beberapa hikmah :
  1. Mencegah seseorang untuk berbuat batil, sebab menuduh zina termasuk perbuatan bathil
  2. Mencegah terjadi suatu berita kebohongan dan pencemaran nama baik orang yang dituduh ditengah-tengah masyarakat
  3. Untuk melindungi kehormatan dan kemuliaan orang muslim
  4. Mencegah orang untuk tidak berbuat kefasikan yang menyebabkan tertuduh dan tertolaknya dari kasih sayang Allah SWT
  5. Untuk menjaga kesucian masyarakat dari maraknya perzinaan di dalamnya dan tersebarnya akhlak tercela di antara kaum muslimin.

Ulama berbeza pandangan dalam menentukan pengecualian ini.

1.     Pandangan Mazhab Hanafi:
Setelah bertaubat, orang yang membuat tuduhan itu dikecualikan daripada disifatkan sebagai seorang fasiq. Ini merupakan riwayat Hasan al-Basri, an-Nakha’ie, dan Sa’id bin Jabir.

2.     Pandangan Jumhur (Syafie’, Malik, Ahmad):
Setelah bertaubat, orang yang membuat tuduhan itu dikecualikan daripada disifatkan sebagai seorang fasiq dan penyaksiannya diterima. Ini merupakan riwayat ‘Atha’, Thawus, Mujahid, Sya’bi, dan ‘Ikrimah.

Ringkasan dari Rawai’ al-Bayan oleh Shaikh Muhammad Ali al-Sobuni hafizahullah.