20 June 2012

Al-Qur’an Mendahului Ilmu Pengetahuan


Al-Qur’an Mendahului Ilmu Pengetahuan
Diantara kemukjizatan Al-Qur’an adalah kebenaran ayat-ayatnya yang kemudian terungkap satu per satu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern. Mungkin dalam suatu penggalan sejarah tertentu sains tidak mampu mengungkap kebenaran ini. Di belakang hari baru terbukti, dan menjadi jelaslah bagi manusia bahwa apa yang diberitakan Al-Qur’an adalah benar.
سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fushilat : 53).
Al-Qur’an adalah Kitab Hidayah
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia adalah kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. (QS. Al-Baqarah : 185)
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah : 2)
Al-Qur’an Mendahului Ilmu Pengetahuan (Sains)
Al-Qur’an yang merupakan wahyu dari Allah SWT dijamin kebenaran mutlaknya. Ketika Al-Qur’an berbicara tentang manusia, tumbuhan, atau makhluk lain, ia pasti berbicara tentang hakikatnya. Manusia baru mengetahuinya setelah sains dan peralatan-peralatan canggih digunakan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah. Itulah makna Al-Qur’an mendahului ilmu pengetahuan (sains) sekaligus sebagai bukti baru mukjizat Al-Qur’an di masa kemajuan teknologi yang semakin menegaskan bahwa ia adalah kalamullah yang tidak sedikitpun mengandung kesalahan.
Contoh-contoh Ayat Al-Qur’an yang Mendahului Ilmu Pengetahuan (Sains)
1. Proses Kejadian Manusia
Diantara contoh ayat Al-Qur’an yang mendahului ilmu pengetahuan (sains) adalah pemberitaan Al-Qur’an mengenai proses kejadian manusia. Allah SWT berfirman :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ * ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ * ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mukminun : 12-14)
Di saat ayat ini turun, ilmu akal manusia pada zaman itu tidak mampu menjangkau fakta ilmiah ini. Demikian pula ilmu pengetahuan yang ada saat itu cukup sederhana untuk sampai pada hakikat yang besar ini.
Di abad modern, fakta ini baru ditemukan setelah kemajuan ilmu biologi dan kedokteran.
Dalam bahasa arab, kata ‘Alaqah’ memiliki 3 makna, yaitu :
1.Bermakna lintah.
2.Bermakna sesuatu yang tergantung.
3.Bermakna segumpal darah.
Tidak terdapat perselisihan antar saintis (kedokteran) modern mengenai tiga makna yang terkandung di dalam kata ’Alaqah ini .
Makna ‘Alaqah’ sebagai lintah adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia yang masih berusia 1-24 hari, menempel pada uterus (rahim) ibu, serupa sebagaimana ‘lintah’ menempel di kulit. Serupa pula dengan ‘lintah’ yang memperoleh darah dari inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari ibunya ketika hamil.
Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘alaqah, Profesor Moore, seorang profesor Emeritus ahi anatomi dan embriologi dari Universitas Toronto Kanada, menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘alaqah memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Pada tahap ini, embrio mendapatkan makanan dengan cara menghisap darah ibunya, sama seperti lintah.
Arti kedua, ‘alaqah adalah ‘sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘alaqah.
Arti ketiga adalah ‘segumpal darah’. Professor Moore mengatakan: “kami menemukan penampakan luar embrio selama tahap alaqah seperti penampakan segumpal darah, adanya sejumlah besar darah membentuk embrio. Juga selama tahap ini darah dalam embrio tidak bersirkulasi sampai usia embrio mencapai akhir minggu ke tiga. Jadi embrio pada tahap ini mirip dengan segumpal darah.
Jadi ketiga deskripsi embrio tersebut di atas secara akurat terdiskripsi dalam satu kata dalam Al-quran yaitu kata ”alaqah”.
Tahap perkembangan embrio selanjutnya setelah alaqah adalah ”mudghah”. Kata mudghah dalam bahasa arab berarti ”sesuatu yang dikunyah”. Pada tahap mudghah, ukuran embrio mirip dengan ukuran permen karet yang umum dikunyah orang.
Al-Qur’an telah mengungkap ini pada 1400 tahun yang lalu, padahal saintis baru mengetahui perkembangan embrio ini setelah ditemukannya mikroskop, suatu alat yang belum dikenal pada 1400 tahun yang lalu. Orang pertama di dunia yang menggunakan mikroskop untuk mengamati sel sperma manusia (spermatozoa) adalah Hamm dan Leeuwenhoek pada tahun 1677, lebih 1000 tahun setelah ayat ini turun. Hamm dan Leuwenhoek pun ketika itu masih salah mendiskripsikan tahap perkembangan embrio.
2. Informasi tentang Pusat Perasa di Kulit
Dulu orang percaya bahwa saraf perasa terdapat di seluruh tubuh dengan kepekaan yang sama. Namun ilmu pengetahuan modern mengungkap kekeliruan ini, ternyata pusat kepekaan terhadap rasa sakit dan lainnya terletak pada kulit di mana jarum suntik hanya terasa sakit pada kulit. Al-Qur’an menyebutkan hakikat ini sebelum penemuan para ahli.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa : 56).
Maksudnya: Perasaan sakit menerima azab terpusat pada kulit mereka dan apabila kulit itu telah hangus matang mereka tidak merasakan azab lagi. Oleh karenanya, Allah swt. Yang Maha Mengetahui ciptaan-Nya menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka tetap merasakan azab.
3. Sesaknya Dada
Para pilot membuktikan tentang semakin sesaknya dada mereka setiap kali mereka menambah ketinggian di udara sampai-sampai mereka merasa tercekik karena tak mampu bernafas akibat semakin berkurangnya kadar oksigen. Realita ini belum diketahui sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke planet-planet dan bintang-bintang yang ada di langit. Sedangkan Al-Qur’an telah mengungkap hakikat ini sejak empat belas abad lebih. Allah swt. berfirman:
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Al-An’am : 125).
Maksudnya: Barangsiapa berhak disesatkan Allah swt karena amal-amalnya yang buruk dan permusuhannya terhadap Islam, maka Allah swt. menjadikan dadanya sempit bila mendengar mauizhah (nasihat) yang mengingatkannya tentang kebenaran Islam seperti sempitnya dada orang yang naik ke langit. Hal ini tidak diketahui manusia yang tidak beriman sebelum mereka menggunakan pesawat terbang. Lalu apakah Nabi Muhammad saw. memiliki pesawat khusus untuk menyampaikan informasi ini? Atau apakah yang disampaikan semata wahyu yang berasal dari ilmu Allah SWT?!
Demikianlah, Al-Qur’an mengandung informasi yang baru terungkap kebenarannya setelah berabad-abad lamanya seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Kebenaran ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an semata-mata wahyu Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. Al-Qur’an mendahului ilmu pengetahuan (sains).
Wallaahu a’lam bish shawab.

12 June 2012

Siapa ulama’ yang jahat?
http://dupahang.files.wordpress.com/2010/01/daulat.jpg?w=280&h=187
Dalam  ayat 27-28 dari Surah Fathir. Pada ayat 28 dinyatakan oleh Allah bahawa:
“Sesungguhnya manusia yang paling takut kepada Allah di kalangan hambaNya adalah para ulama”.
Kami saling berkongsi pandangan mengenai ta’arif ulama’. Ianya perlu diteliti dengan baik berikutan berlakunya fenomena pada hari ini adanya orang yang baru memahami sebuah dua kitab atau ilmu, lalu sudah mengaku sebagai ulama’ atau berlagak seperti ulama’ dalam berkomentar atau mengemukakan pandangan.
Kedua, munculnya manusia yang memang dikenali sebagai ulama’, namun gerak langkahnya tidak menggambarkan langsung beliau adalah ulama’.
Giliran saya memberi pandangan, saya katakan bahawa ayat 28 Surah Fathir ini sebenarnya sudah cukup untuk kita jadikan asas dalam membuat penilaian siapakah itu ulama’. Ada dua hal penting dari ayat ini yang bisa kita dapatkan.
http://dupahang.files.wordpress.com/2010/01/qardhawi.jpg?w=645
Pertama, kalimah ‘ulama’ telah memberi pengertian ‘seorang yang berilmu’ dalam bidang agama. Bahagian-bahagian agama itu sangat banyak seperti Tafsir, Hadith dan seumpamanya. Jika kealimannya khusus dalam bidang Tafsir, maka ia disebut sebagai ulama’ Tafsir. Begitulah pada ilmu-ilmu lain. Memanglah jelas perbezaan antara para ulama’ yang hidup hampir dengan zaman Nabi s.a.w dan ulama’ yang hidup pada zaman ini. Semakin dekat mereka dengan zaman Nabi, maka semakin pakarlah mereka dalam semua hal-hal keagamaan. Tidak hairanlah jika seorang ulama pada saat itu bukan hanya alim dalam satu bidang, tetapi juga dalam bidang-bidang lain. Merekalah ahli Ushuluddin, mereka jugalah ahli Tafsir, ahli Fiqh dan sebagainya.
http://dupahang.files.wordpress.com/2010/01/w.jpg?w=645
Apabila disebut alim, ia bukanlah sebatas mengetahui sesuatu ilmu itu secara umum begitu sahaja, tetapi mahir, pakar dan benar-benar menguasai ilmu tersebut. Datang sebuah masalah, ia mampu memberikan jawapan yang baik hasil dari ilmu yang dipelajarinya. Inilah yang disebut ulama’ yang faqih. Alim dan Faqih adalah 2 hal yang berbeza. Namun, jika seorang ulama’ tidak dapat menjawab sesebuah masalah,bukanlah status sebagai ulama’ tersebut kita nafikan pada dirinya kerana ilmu yang berada pada diri mereka hanyalah dari beberapa titisan ilmu-ilmu Allah sahaja. Maka wajar sahaja ada hal yang tidak mampu mereka berikan jawapan.
Kedua, syarat untuk layak disebut sebagai ulama’ adalah takutkan Allah. Walaupun anda alim yang faqih sekalipun, namun tidak ada taqwa, disisi Allah anda tidak layak disebut ulama’ walaupun manusia seluruhnya memanggil anda ulama’. Takut kepada Allah bagi seorang ulama’ ada dalam beberapa hal.
Antaranya, mengeluarkan pandangan atau fatwa benar-benar kerana Allah dan untuk kepentingan Islam, bukan pandangan atau fatwa kerana takutkan individu-individu tertentu atau kelompok-kelompok tertentu atau untuk menagih sesuatu habuan dari sesiapa. Selain itu, takut pada Allah bagi seorang ulama’ adalah sentiasa hidup dalam keadaan amanah kepada ilmu dengan cara beramal dengan ilmunya dan memperjuangkan kebenaran ilmu tersebut agak manusia benar-benar menerimanya sebagai panduan kehidupan.
Apabila disebut ulama’, ia juga diakui ilmunya oleh para ulama’ lain iaitu ulama’ yang benar-benar takutkan Allah. Ia juga diakui amanah dalam ilmunya. Ia juga diakui baik urusan amal ibadahnya. Yang mengakui hal-hal ini bukan datang dari orang awam biasa semata-mata, tetapi juga dari orang-orang yang sholeh dikalangan para ulama’ juga. Ulama’ tidak boleh sekadar alim, tetapi wajib bekerja bersama perjuangan Islam. Inilah yang disebut ulama’ul Amilin. Bukan sekadar alim, tetapi berani mempertahankan kebenaran.
Maka, bagi saya, istilah ulama’ kerajaan adalah sebuah istilah baru yang dimunculkan pada zaman ini bagi menggambarkan ulama’-ulama’ yang jahat kerana takut menyatakan kebenaran. Istilah ini tidak ada pada zaman lalu. Yang disebut di dalam Hadis Nabi s.a.w adalah ‘ulama us-Suu’ iaitu ulama yang jahat, bukan ulama’ kerajaan.
Manakan tidak, dizaman khalifah-khalifah Islam, berapa ramai ulama yang berkhidmat di bawah kerajaan mereka. Jadi, ulama’ us-suu’ bukan kerana berkhidmat bersama kerajaan, tetapi kerana tidak melaksanakan kebenaran baik mereka berada di kerajaan atau tidak bersama kerajaan pun.
http://dupahang.files.wordpress.com/2010/01/q.jpg?w=645
Tetapi, kebiasaannya, memang ulama’ us-suu’ itu bersama kerajaan kerana agak sulit lagi saat ini untuk bertemu kerajaan-kerajaan yang memerintah sebagaimana para khalifah dahulu yang meletakkan ulama’ sebagai penasihat mereka dalam pemerintahan dan sebagai guru kepada mereka. Inilah yang dilaksanakan oleh Harun Ar-Rasyid (Abbasiyyah) dan Khalifah Abdul Hamid II (Uthmaniyyah) saat menjadi khalifah.
Bukan seperti hari ini ulama yang sangat melampau mengampu pemerintah baik ulama’ di Mesir yang memfatwakan halal membina tembok antara Ghazzah, Palestin dengan Negara Mesir sehingga menderita umat Islam di Ghazzah dan ulama’-ulama’ di Saudi yang bersama pemerintah sehingga sanggup mengiyakan tindakan pemerintah menahan para pejuang Islam asal Saudi yang berjihad di Afghanistan dan lain-lain di penjara-penjara mereka dengan label terroris atau di mana-mana sahaja dunia Islam.

Dicatat oleh Muhammad Fadhlullah

11 June 2012

8 Tabiat Pengusaha MLM Yang Berjaya



 
8 Tabiat Pengusaha MLM Yang Berjaya

Tabiat merupakan faktor utama dalam kehidupan kita kerana ia mencorakkan pembawaan kita dan menjadikan kita seorang yang efektif..... atau tidak efektif.

Justeru, untuk berjaya dalam perniagaan jualan langsung MLM, anda perlu menjadikan 8 perkara berikut sebagai satu kebiasaan (tabiat) dalam kehidupan anda:
Menjadi pengguna setia produk yang dikeluarkan oleh syarikat yang diwakili. Anda menggunakan produk tersebut untuk membawa perubahan kepada diri anda, samada dari segi kesihatan, kecantikan atau kecergasan badan dan sebagainya. Membeli produk tetapi bukan untuk digunakan sendiri tidak termasuk dalam kebiasaan pengusaha MLM yang berjaya.

Pengusaha MLM yang berjaya mempunyai pelanggan tetap/setia antara 10 hingga 15 orang. Beliau meluangkan masa secukupnya untuk memberi khidmat berkualiti kepada pelanggan beliau. Sebahagian besar masa beliau digunakan untuk membina organisasi perniagaan (membangun usahawan), bukan untuk mendapatkan pelanggan yang ramai.

Mewujudkan suasana yang membuat prospek bersedia untuk mendengar peluang yang akan diperkenalkan. Seterusnya mempersembahkan faedah atau manfaat yang prospek inginkan dari penglibatan mereka dalam perniagaan jualan langsung yang ditawarkan. Bantu mereka untuk mencipta impian masing-masing.

Menghadiri setiap program yang dianjurkan oleh syarikat atau leader anda. Ini untuk mengingatkan diri anda dan rakan-rakan seperniagaan yang anda menjalankan perniagaan MLM. Ianya juga memberi peluang kepada anda untuk memberi sumbangan kepada kejayaan orang lain dan membuka ruang untuk orang lain menyumbang kepada kejayaan anda.

Setiap hari tayangkan, 10 hingga 15 minit, impian yang anda bina untuk diri dan kehidupan anda yang akan anda perolehi melalui perniagaan jualan langsung MLM. Tayangan ini akan menyegarkan ingatan minda anda kepada apa yang anda ingini dan menggerakkan seluruh sistem tubuh anda untuk mencapai impian tersebut.

Menjadikan diri sebagai punca bagi setiap hasil yang diperolehi, samada hasil yang dicapai mencapai sasaran atau pun tidak. Dengan kata lain mengambil tanggungjawab ke atas pencapaian Walaupun bukan anda penyebabnya. Sekiranya gagal mencapai sasaran, jangan mencari kesilapan tetapi cari apa yang membuat ianya tidak menjadi.

Sebagai contoh, anda membuat permohonan untuk membuat pribiu perniagaan di sebuah persatuan tetapi permohonan anda ditolak. Jangan cari di mana salah anda dalam membuat permohonan, tetapi berbincang dengan pihak berkenaan mengenai kandungan atau ciri pribiu atau perniagaan anda yang tidak selaras dengan polisi mereka dan seterusnya mengambil tindakan sewajarnya.

Menaikkan maruah setiap ahli pasukan anda, samada orang atas atau orang bawah. Orang yang merasa diri mereka dihormati akan memberi sepenuh komitmen yang diperlukan.

Mengikut sistem yang disediakan oleh pasukan/leader. Apakah rahsia kejayaan KFC Fried Chicken, McDonald dll? Sistem!!! Ke mana saja anda pergi, anda akan perolehi kualiti yang sama dari restoran yang dijalankan oleh orang yang berlainan. Restoran makanan segera tersebut tidak mempunyai tukang masak, pekerja mereka memasak menggunakan sistem yang disediakan. Sama juga dengan perniagaan anda, setiap ahli pasukan hendaklah menggunakan slaid yang sama, bahan sokongan yang sama dalam memperkenalkan perniagaan kepada prospek.
 

Harapan saya, pertimbangkan apa yang dipaparkan di atas. Jika anda fikir ianya dapat membawa perubahan kepada perniagaan anda, amalkannya. Ilmu yang tidak diamal tidak akan membawa apa-apa perubahan.

Untuk Kejayaan Anda

credit : Ir. Wan Ibrahim

ACHIEVEMENTS

ENVIRONMENTAL ACHIEVEMENTS
FOUNDED IN 1956, SHAKLEE IS THE FIRST COMPANY IN THE WORLD TO OBTAIN CLIMATE NEUTRAL CERTIFICATION AND TOTALLY OFFSET ITS CO2 EMISSIONS, RESULTING IN A NET ZERO IMPACT ON THE ENVIRONMENT.

FOR 50 YEARS, SHAKLEE HAS QUIETLY LED THE WAY IN ENVIRONMENTAL STEWARDSHIP AND SUPPORT OF SOCIAL CAUSES.

MILESTONES

1956
Dr. Forrest C. Shaklee founded a company based on Living in Harmony with Nature® that is committed to developing products to improve the health of people and the planet.

1960s
Shaklee introduces Basic-H® Concentrated Organic Cleaner, one of the first nontoxic, biodegradable cleaners.

1960
Introduced one of the first biodegradable cleaners



1970s
Shaklee introduces one of the first biodegradable laundry detergents without phosphates, nitrates, or borates.

1980s

1985
Shaklee was selected by the Wild Dolphin Project to provide environmentally-friendly cleaning products for use onboard their research vessel, Stenella. The Wild Dolphin Project is dedicated to studying the habitat of dolphins and Shaklee’s relationship has continued for 21 years.

1986
Shaklee provided financial support and products for the first recorded, unsupported expedition by dog sled to the North Pole, led by National Geographic award-winning polar explorer, author, and educator Will Steger.

1987
Shaklee was selected by Jacques Cousteau and the Cousteau Society to provide environmentally friendly cleaning products for use onboard their research vessels, the Calypso and Alcyone.

1989
Shaklee helped build schools and health clinics and planted more than one million trees in Asia through a partnership with the American Himalayan Foundation, an organization chaired by Sir Edmund Hillary.

1989
Shaklee support helped plant more than one million trees in Asia

1989
Provided nutritional support to Will Steger for three record-breaking polar expeditions that investigated global warming and melting ice caps



1989-90
Shaklee provided financial and product support for a trans-Antarctica expedition led by Will Steger, which was the first crossing of Antarctica on foot, covering 3,700 miles. Following this expedition, Steger testified before Congress on polar and environmental issues and co-founded the Center for Environmental Education.

1990s

1990
Shaklee’s nontoxic and biodegradable Basic-H® was chosen as one of the first official Earth Day products.

1990
Recognized as one of the 10 most environmental companies by Family Circle’s Green-Chip Award



1991
Shaklee introduces Basic-D®, one of the first phosphate-free automatic dishwashing detergents.

1991
Healthy Home products used in Biosphere 2 project



1992
Shaklee Cares®, a nonprofit organization, was established and dedicated to providing relief from natural disasters such as tornadoes and hurricanes, whose severity has been compounded by climate change.

1995
Shaklee provided financial and product support for the third International Arctic Project led by Will Steger. This was the first surface crossing of the 2,500-mile-wide Arctic Ocean. The expedition brought information about environmental issues and changes to the polar landscape to millions of school children worldwide.

1996
Shaklee environmentally-friendly cleaning products were selected by Ocean Alliance and the Whale Conservation Institute to be used onboard the Odyssey, a research vessel that gathers data on contaminants throughout the world’s oceans. This relationship continues today.


1996

Shaklee products used aboard Odyssey, a research vessel that gathers data on contaminants throughout the world’s oceans



1998
Shaklee becomes a Charter Partner of the U.S. EPA’s Climate Wise Program, which set aggressive corporate-wide greenhouse gas reduction goals.

2000s

2000  
Shaklee becomes the first company in the world to obtain Climate Neutral™ certification and totally offset its CO2emissions.













2000
The first U.S. company certified as having a net zero impact on global warming



2000
Shaklee opens its World Headquarters, one of the first green, energy-saving, award-winning buildings designed using sustainable materials, including certified sustainable wood, recycled carpets, and recycled plastics. In 2001, Shaklee received the Savings by Design Energy Efficiency Integration Award by the American Institute of Architects.













2002
Awarded the Climate Protection Award by the U.S. Environmental Protection Agency














2002

Shaklee earned the Environmental Stewardship Award from Social Accountability International













2003

Supported construction of an energy-efficient wind turbine on Native American reservations














2003

Converted high-polluting school buses in Los Angeles to those with low emissions



2005












Shaklee becomes a major partner of the Green Belt Movement, founded by Dr. Wangari Maathai, the 2004 Nobel Peace Prize laureate.

2006
Dr. Wangari Maathai becomes the Global Ambassador for A Million Trees. A Million Dreams™, a Shaklee environmental campaign that raises awareness of global climate change and initiates efforts to plant trees in North America and Africa.

2006
Shaklee holds a first-ever carbon neutral conference in San Francisco by offsetting the greenhouse gas emissions from the Company's 50th Anniversary Conference, attended by some 10,000 participants.

2006
Shaklee is selected as a U.S. EPA Climate Leader, pledging to maintain a net zero impact on climate change and offset 100% of its greenhouse gas emissions through 2009.

2006
Shaklee is commended by President Bill Clinton for leadership in offsetting carbon emissions by creating renewable energy in Africa and is recognized at the Clinton Global Initiative.

2007
Shaklee becomes a founding member of the Business Council on Climate Change, an organization of businesses that serves as an inspiration and model of global climate stewardship by implementing effective and economically sound solutions to climate change.

2007
Shaklee provides financial and product support for polar explorer Will Steger and his GlobalWarming101.com expedition. This brand-new expedition includes an extensive educational outreach campaign to students throughout America to raise awareness of the impact of global climate change on five Inuit communities in the Arctic.

2007
Shaklee is the first consumer products company to offset 100% of CO2 emissions through the EPA Climate Leader’s program and use 100% green power.

2007








Shaklee is selected by the nation's leading child advocacy group, Healthy Child Healthy World, to be the exclusive partner for a new video titled, "Creating Healthy Environments for Children."

2007
Shaklee is selected by the producers of THE 11th HOUR, a feature length documentary narrated by Leonardo DiCaprio, as a partner due to its exemplary track record for environmental leadership.

2007












Shaklee partnered with Dr. Jeffrey Sachs and The Earth Institute at Columbia University to facilitate direct emissions reductions through the installation of solar-powered LED lanterns in Malawi. This installation project replaces inefficient and unhealthy kerosene wick lamps and provides an improved and sustainable source of reading and task lighting for villagers in Malawi. 

2008

Shaklee named to the Top 20 Retail Partner list by the EPA Green Power Partnership in recognition of being a top purchaser of green power.

2009
Shaklee is 100% carbon neutral. The greenhouse gas inventories for 2008 covering all Shaklee operations worldwide include US, Canada, Japan, China, Mexico and Taiwan, were reviewed by a third party, Econergy International, in accordance with the World Resources Institute protocol for all six Kyoto-defined greenhouse gases.

2009
Shaklee is honored with a Clean Air Award by Breathe California in recognition of Shaklee’s leadership in reducing global warming and improving air quality.

2009
Shaklee is honored with the Business Environmental Award for Sustainability from Acterra: Action for a Healthy Planet for environmental stewardship, climate action leadership and social equality.

2010
Shaklee is 100% carbon neutral. The greenhouse gas inventory for 2010 covering all Shaklee operations worldwide include US, Canada, Japan, China, Mexico, Malaysia and Taiwan, were reviewed by a third party, WSP Environment & Energy, in accordance with the Greenhouse Gas Protocol for all six Kyoto-defined greenhouse gases.